KERINDUAN KEPADA ALLAH

MOTIVASI 6519 Kali Dibaca

Renungan Motivasi – Selasa, 27 Januari 2015. Kerinduan Kepada Allah.

Syalom saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Dalam hari-hari hidup kita sebagai orang percaya pasti ada begitu banyak hal yang ingin kita lakukan, baik itu hal-hal yang menyangkut keinginan hati untuk memiliki sesuatu atau kerinduan hati akan suatu hal yang ingin kita capai, semuanya itu akan kita kejar dengan kerja keras, bahkan terkadang harus bekerja siang dan malam untuk bisa mencapai keinginan hati atau kerinduan hati tersebut.

Pertanyaannya sekarang, apakah hal-hal yang kita inginkan itu memiliki dampak kekekalan?. Atau kalau sudah dicapai, lalu untuk apa semuanya itu?. Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur secara pribadi lepas pribadi, sebab tanpa kita sadari ada begitu banyak kerinduan hati kita yang tidak berdampak apa-apa kepada kehidupan kekal.

Sebagai orang percaya kita harus memiliki kerinduan yang berbeda dengan orang-orang dunia pada umumnya. Sebab kerinduan orang percaya yang benar sudah bukan lagi tertuju kepada perkara-perkara dunia yang fana.

Firman Tuhan katakan didalam Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Pemazmur sedang menunjukan kepada kita sebuah hasrat hati, sebuah kerinduan hati yang sangat mendalam terhadap Allah. Hal itu diungkapkan dengan sebuah kiasan yang indah yaitu “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah“ ini adalah sebuah ungkapan hati yang sangat luar biasa.

Kerinduan Kepada Allah

Ilustrasi : Renungan Motivasi – Kerinduan Kepada Allah | renunganhariini.com

Seekor rusa biasanya akan selalu berusaha supaya hidup pada daerah yang tidak jauh dari sungai, karena ia akan selalu datang untuk minum air dari sungai tersebut. Seringkali saat rusa itu datang untuk minum di pinggiran sungai maka hidupnya terkadang terancam dalam bahaya, karena ia harus berhadapan dengan predator seperti buaya yang hidup disungai tersebut.

Meskipun hidupnya selalu ada dalam bahaya saat ia harus datang ke pinggiran sungai untuk minum, ia tidak pernah memikirkan bahaya yang akan ia hadapi, karena baginya yang terpenting adalah ia bisa mendapatkan air dari sungai itu, sebab saat ia minum maka rasa hausnya akan hilang.

Ini harus menjadi gambaran dan contoh buat orang percaya, dimana walaupun kita harus menghadapi banyak tantangan hidup, persoalan dan masalah yang datang silih berganti, itu semua tidak dapat mengalahkan kerinduan kita untuk datang kepada Allah, membangun persekutuan dengan Allah, karena disaat seperti inilah dahaga jiwa kita akan dipuaskan.

Pemazmur memberi sebuah gambaran tentang kerinduan betapa jiwanya sungguh haus akan Tuhan, ia katakan “jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup”. Bahkan karena rasa rindunya yang begitu mendalam ia melanjutkan dengan kalimat “Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”.

Tidak sedikitpun tersirat kerinduannya akan dunia ini. Olehnya sebagai orang percaya kita harus terus mengoreksi akan kerinduan hati kita saat ini, apakah jiwa kita masih memiliki rasa haus kepada Allah atau sebaliknya kita lebih merindukan kesengan dunia.

Pernahkah kita duduk diam didalam hadirat Tuhan, dan saat seperti itu hati kita hanya merindukan Tuhan?. Diam dan berseruh didalam hati “ya Allah bilakah aku datang melihat Engkau?”. Ini bukanlah perkara yang mudah, sebab orang yang ingin datang melihat Tuhan harus ada dalam kekudusan Tuhan. Itulah yang sering saya ingatkan, kejarlah kekudusan Allah supaya pada akhirnya kita akan bisa melihat Dia dan berjumpa dengan Dia didalam kerajaan-Nya.

Orang yang selalu haus akan Allah maka inilah yang dinamakan Persekutuan Pribadi yang Indah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags:

Related For KERINDUAN KEPADA ALLAH