MENGHAYATI HIDUP KEKRISTENAN YANG BENAR

MOTIVASI 1669 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Motivasi – Menghayati Hidup Kekristenan Yang Benar. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan motivasi kita saat ini adalah; Menghayati Hidup Kekristenan Yang Benar.

Saudaraku, selama ini kita selalu berpikir bahwa dengan setiap hari minggu kita pergi ke gereja, atau mengikuti ibadah persekutuan doa di tengah minggu, dan sesekali menghadiri ibadah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), atau memberi diri terlibat dalam pelayanan gereja, maka kita lalu beranggapan bahwa apa yang kita lakukan tersebut sudah cukup membuat kita menjadi orang kristen yang benar.

Apakah benar demikian?. Sebab kita harus sungguh-sungguh menghayati hidup kekristenan yang benar itu. Hidup kekristenan yang benar bukan hanya dengan rutinitas kiegiatan gereja setiap hari minggu saja, lalu hadir juga pada ibadah tengah minggu, atau mengikuti KKR. Kalau hanya kegiatan seperti yang sudah saya kemukakan diatas, kita anggap itu sudah cukup mewakili cara hidup kekristenan kita yang benar dihadapan Tuhan, maka kita keliru.

Hidup kekristenan itu bukan sekedar beribadah selama dua jam sesuai dengan sebuah liturgi yang telah tersusun. Seperti bernyanyi, memuji dan menyembah Tuhan dan kemudian mendengarkan firman Tuhan. Lalu kemudian di akahir ibadah menerima doa berkat dengan harapan Tuhan akan memberkati hidup kita dan setelah itu pulang. Dan dengan demikian kita menganggap tugas kita sebagai orang percaya atau orang kristen sudah selesai dilakukan.

Kalau kita memiliki cara pandang hidup kekristenan hanya seperti itu, maka hidup kekristenan kita tidaklah berbeda dengan umat beragama lain pada umumnya. Firman Tuhan katakan;

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kita harus menyadari bahwa saat kita percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka hal itu sama dengan kita telah menyerahkan sepunuhnya hidup kita kepada Allah. Artinya kita tidak lagi memiliki hak atas kehidupan kita.

Dengan menyadari akan hal ini, maka semua yang kita lakukan dalam hidup ini, kita akan melakukannya dengan satu tujuan yaitu supaya Allah dipermuliakan. Sehingga dengan cara hidup seperti itu, seluruh hidup kita dapat memuliakan Allah.

I Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

I Korintus  10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Jadi kita harus sungguh-sungguh menghayati panggilan kita sebagai orang percaya. Sebab kita dipanggil bukan untuk menikmati kesenangan hidup dunia saat ini, tetapi kita dipanggil untuk menerima anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Selama kita masih hidup di dunia ini, maka segenap hidup kita harus dipersembahkan kepada Tuhan. Hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, sebab seluruh hidup kita telah menjadi milik Tuhan.

Kalau kita berpikir bahwa dengan beribadah dua jam di gereja itu sudah cukup, maka hal itu sama dengan kita tidak mempersembahkan hidup bagi Tuhan. Mempersembahkan hidup bagi Tuhan itu artinya segenap hidup kita harus dimiliki oleh Tuhan. Hidup kita harus bisa dinikmati oleh Tuhan.

Menghayati Hidup Kekristenan Yang Benar

Renungan Motivasi : Menghayati Hidup Kekristenan Yang Benar | Renunganhariini.com

Kalau dalam ibadah di gereja kita bernyanyi, “hanya Engkau ya Tuhan kesukaanku” berarti hal itu juga harus nyata dalam kehidupan kita setiap hari, bukan sekedar ucapan bibir sesaat saja saat kita bernyanyi di gereja. Artinya seperti yang kita nyanyikan, maka Tuhan harus menjadi satu-satunya kesukaan kita.

Kalau kita bernyanyi “ Tuhan hanya Engkau yang ku rindukan” itu juga artinya tidak boleh ada kerinduan yang lain yang boleh mengisi hati kita, selain hanya merindukan Tuhan setiap saat dalam hidup ini. Sehingga keindahan dunia dan segala kesenangannya menjadi pudar di pandangan mata kita. Dan kita tidak pernah lagi merindukan untuk menikmatinya selain menikmati Tuhan saja. Inilah hidup kekristenan yang benar.

Kalau kita hanya menyanyikan pujian tersebut tetapi dalam praktek kehidupan ini bukan Tuhan atu-satunya kesukaan kita, bukan Tuhan satu-satunya kerinduan kita, maka hal itu sama dengan kita telah mendustai Tuhan, sama dengan kita telah menipu Tuhan dan itu juga sama dengan kita tidak menghormati Tuhan.

Itulah kenapa saya katakan berulang kali, hidup kekristenan itu tidak mudah. Tetapi kita harus berjuang untuk benar-benar hidup berkenan di hadapan Tuhan. Tujuannya adalah supaya kita bisa mencapai standar kehidupan seperti yang Tuhan kehendaki yaitu sempurna seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna.

Seringkali kita nyanyikan pujian “Kau yang terindah di dalam hidup ini” tetapi pada kenyataannya masih ada keindahan dunia lainnya yang memikat kita. Bahkan kita sering lebih suka menikmati keindahan dunia itu. Dan itulah yang membuat tanpa sadar sesungguhnya kita telah menduakan Tuhan, dan itu juga artinya kita telah melukai hati Tuhan.

Jadi kalau kita sungguh-sungguh ingin hidup memuliakan Tuhan, maka seluruh hidup kita harus dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Dengan kata lain hati kita sudah tidak terikat lagi dengan keindahan dan kesenangan dunia apapun yang ada saat ini. Kesenangan kita satu-satunya hanya Tuhan saja.

Kedengarannya memang cara hidup seperti ini begitu ekstrim, tetapi sesungguhnya itulah standar hidup kekristenan yang benar. Bukan saja ekstrim, tetapi kita harus sangat ekstrim kalau kita mau pada akhirnya dikenal oleh Tuhan. Dan cara hidup seperti itulah yang membuat kita bisa memiliki persekutuan yang indah dan benar dengan Tuhan selama kita masih hidup di dunia ini. Dan Tuhan pun bisa menikmati hidup kita yang hanya menyukakan dan menyenangkan hati-Nya.

Saudaraku, kalau untuk perkara dunia yang fana dan sama sekali tidak memiliki nilai kekekalan kita berani membayar harga, mengapa untuk masa depan kehidupan kita di kekekalan kita tidak berani untuk membayar harga.

Ingat saudaraku, apa yang iblis tawarkan saat ini yaitu semua kenikmatan dunia yang bisa kita nikmati, dan itu semua bisa memuaskan hasrat hati dan hawa nafsu keinginan daging kita hanya untuk sementara saat ini. Namun jangan lupa, hal itu sama dengan kita berhutang kepada iblis, dan harganya tetap harus kita bayar di balik kematian yaitu ikut terbuang bersama dengan iblis ke dalam kegelapan abadi di dalam api neraka.

Jadi kalau kita pinjam itilah dunia saat ini seperti orang yang sedang makan di retaurant, maka istilahnya makan duluan bayar belakangan. Nikmati kelezatan makanannya terlebih dahulu, tetapi selesai makan kita akan disodorkan harga yang harus di bayar.

Akan berbeda dengan cara kita mengikut Tuhan, dimana kita harus membayar harganya terlebih dahulu, ikut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, hidup sama seperti Kristus hidup, dan tidak lagi mengingini dunia dengan segala kesenangannya. Tetapi dibalik kematian nanti, kita akan menikmati semua harga yang sudah kita bayar saat kita masih hidup di dunia. Apa yang sudah kita bayar akan kita nikmati, dan yang dapat kita nikmati itu bukan sementara tetapi kekal, yaitu diterima menjadi anak-anak Allah, hidup penuh kemuliaan Allah dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Inilah sesungguhnya hidup kekristenan yang benar.

Jadi saat ini kita harus benar-benar bisa menghayati hidup kekristenan yang benar itu seperti apa, yaitu hidup hanya untuk melakukan semua kehendak Allah, hidup hanya untuk kepentingan Kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin.

Baca Juga : Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Hidup

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com    

tags: ,

Related For MENGHAYATI HIDUP KEKRISTENAN YANG BENAR