AKU INGIN

RENUNGAN HARIAN 2116 Kali Dibaca

Renungan harian hari ini 3 Januari 2014 adalah “Aku Ingin”. Baiklah sebelum membaca renungan ini mari terlebih dahulu kita berdoa.

Doa: Tuhan Yesus, saat kami membaca renungan ini biarlah kuasaMu memberi kami mengerti akan FirmanMu, supaya kami tidak lagi hidup seperti apa yang kami mau tetapi seperti apa yang Engkau mau, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya, Amin.

Di zaman akhir sekarang ini begitu banyak kecendrungan manusia untuk memiliki gaya hidup yang maunya suka-suka sendiri. Ketika seseorang merasa bahwa ia memiliki ekonomi hidup yang baik, tubuh sehat, kuat, dan bisa menikmati segala yang diinginkannya, artinya semua yang ia inginkan bisa didapatkan dengan mudah, dan semuanya berjalan mulus tanpa ada gangguan atau ancaman apapun, maka orang seperti ini sulit untuk bersikap rendah hati dihadapan Tuhan, tidak lagi merasa membutuhkan Tuhan, karena ia berpikir dengan apa yang ia miliki maka ia bisa memuaskan dirinya dengan berbagai keinginan.

Biasanya sikap hati manusia seperti ini hanya bermuara kepada “aku ingin, aku mau” dan biasanya orang seperti ini akan selalu merasa bahwa hidupnya miliknya sendiri, jadi ia tidak akan pernah mau diatur oleh siapapun bahkan oleh Allah sendiri, hal ini karena ia tidak lagi menyadari sebuah kenyataan bahwa ia adalah makhluk ciptaan yang diciptakan oleh Allah.

Sikap manusia seperti ini adalah sebuah sikap yang memberontak terhadap Allah, dan sikap seperti ini juga sama seperti Lusifer yang memberontak kepada Allah, padahal ia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan oleh Allah hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak sang penciptanya.

Kalau kita baca dalam kebenaran Firman Tuhan Yesaya 14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Dari kebenaran ini kita bisa menangkap sebuah keinginan dari Lusifer untuk menyamai Allah Yang Mahatinggi, dan dengan sikap hati seperti ini berarti ia menolak untuk mengakui bahwa sesungguhnya Allah yang berkuasa atas dirinya sebab ia hanyalah makhluk ciptaan. Sikap seperti ini juga menunjukan sebuah pemberontakan terhadap Allah serta ia tidak ingin lagi untuk ada dalam pemerintahan Allah, inilah yang menjadi penyebab mengapa ia dilemparkan ke bumi oleh Allah.

Cara hidup seperti Lusifer ini bila dimiliki oleh orang percaya atau orang kristen maka suatu saat ketika ia tertumbuk pada suatu keadaan yang sulit barulah ia akan menyadari betapa rentannya kehidupannya tanpa Tuhan, namun bila semua gerak hidupnya berjalan tanpa ada rintangan apapun maka ia akan tetap hidup dalam kesombongan atau tinggi hati. Orang percaya atau orang kristen yang memiliki cara hidup seperti ini maka dapat dipastikan ia akan terbuang dari hadapan Allah.

Oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa kita ini adalah makhluk ciptaan yang harus hidup dalam penurutan akan kehendak Allah, hidup sepenuhnya dalam kedaulatan Allah dan bahwa kita tidak berhak lagi atas hidup kita, bila kita mengakui bahwa kita percaya kepada Allah, sebab kita sudah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, jadi kita tidak berhak atas hidup kita tetapi sebaliknya Allah berhak sepenuhnya atas hidup kita.

Bila ada orang yang merasa bahwa ia mampu berbuat apa saja sesuai dengan apa yang ia kehendaki, maka sebelum terlambat ia harus menyadarinya, karena kalaupun ia merasa kuat dan bisa berbuat apa saja yang ia mau, waktunya tidak akan lama, sebab umur manusia saat ini hanya tujuh puluh sampai delapan puluh tahun, seperti yang dikatakan dalam Mazmur  90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Jadi sebagai orang percaya atau orang kristen sebelum terlambat kita harus benar-benar menyadari bahwa kita tidak dapat hidup lepas dari Tuhan, sebab diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Oleh sebab itu jangan ada lagi didalam hidup kita sebagai orang percaya, prinsip hidup yang selalu penuh dengan sikap hati “aku ingin, aku mau”, karena sikap hati seperti ini adalah gambaran dari sikap hati orang yang sombong.

Firman Tuhan ingatkan kita didalam Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Jadi setiap kita sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Allah, harus meninggalkan sikap hidup seperti ini dan selalu memiliki kerendahan hati dihadapan Tuhan serta setiap saat dalam seluruh gerak hidup ini, kita tidak akan lagi berkata aku ingin atau aku mau, tetapi yang akan kita katakan “jika Tuhan menghendakinya” sebab dengan sikap seperti ini adalah sebuah bentuk kesadaran bahwa kita ini adalah makhluk ciptaan Tuhan yang selalu memerlukan Tuhan dalam seluruh aspek hidup ini.

Ingat pesan ini:

  1. Sehebat apapun hidup manusia didunia ini tanpa pemeliharaan Tuhan pasti suatu saat ia akan binasa.
  2. Ingat waktu hidup di dunia ini hanya tujuh puluh samapi delapan puluh tahun, dan waktu itu sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan di kekekalan yang tanpa batas, jadi jangan pernah memiliki cara hidup seperti Lusifer yang memberontak kepada Allah, bila kita tidak ingin binasa.
  3. Hiduplah takut akan Tuhan, sebab takut akan Tuhan akan menuntun setiap kita kepada keselamatan kekal.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For AKU INGIN