ANAK ALLAH DAN ANAK IBLIS

RENUNGAN HARIAN 1262 Kali Dibaca

Renungan hari ini 19 Januari 2014 adalah “Anak Allah Dan Anak Iblis”. Sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa.

Doa: Tuhan Yesus kami mau membaca kebenaran FirmanMu, berikanlah kepekaan bagi kami untuk mengerti akan FirmanMu, supaya kami boleh hidup sesuai FirmanMu. Tolong kami Tuhan sebab kami mau hidup sebagai anak-anakMu yang berkenan dihadapanMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa haleluya, Amin.

Pada renungan sebelumnya kita diperhadapkan pada satu pertanyaan yang belum terjawab yaitu kita ini anak siapa ?. Ada orang percaya atau orang kristen yang bisa langsung menjawab “saya anak Tuhan”. Jawaban ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya juga jawaban ini benar, karena setiap jawaban harus disertai tindakan nyata.

Kalau kita mengakui bahwa kita adalah Anak Tuhan, itu berarti seperti yang sudah saya kemukakan kemarin bahwa cara hidup kita harus sama seperti Kristus, dan hidup sama seperti Kristus itu rambu-rambunya sudah sangat jelas antara lain;

  1. Rela menderita (Matius 16:21, Markus 8:31, Lukas 9:22, Lukas 17:25)
  2. Tidak lagi hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri (Filipi 2: 3)
  3. Tidak lagi mengingini apapun yang dunia tawarkan (Matius 4: 8 – 9)
  4. Hidup dalam ketaatan kepada Allah Bapa di Sorga (Filipi 2:8)
  5. Hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa di Sorga (Yohanes 4:34)
  6. Terus membangun persekutuan dengan Bapa di Sorga (Matius 26:36-44)

Tentu ini hanyalah sebagian gambaran dari cara hidup Kristus yang harus diikuti oleh setiap orang percaya atau orang kristen yang menyebut dirinya adalah anak-anak Allah, dan lebih dari itu semua, apapun yang sudah Allah tetapkan sebagai aturan dan perintahNya, maka setiap orang percaya harus hidup didalamnya. Artinya setiap orang yang percaya kepada Allah harus tetap tinggal didalam kebenaranNya artinya tidak lagi hidup didalam dosa dan tidak berbuat dosa lagi, sebab bila tidak tinggal didalam kebenaranNya artinya orang yang masih mau hidup didalam dosa, atau masih mau berbuat dosa, maka orang tersebut bukanlah anak Allah tetapi anak iblis.

Firman Tuhan katakan dalam 1 Yohanes 3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. Tetap berada didalam Dia maksudnya didalam Kristus, artinya tetap tinggal dan hidup dalam kebenaran Kristus serta tidak lagi berbuat dosa, sama seperti Kristus yang hidup hanya melakukan kehendak BapaNya di Sorga, dan itulah kebenaran. Oleh sebab itu setiap orang percaya juga harus tetap hidup dalam kebenaran.

Selanjutnya Firman Tuhan katakan barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis. Kebenaran ini harusnya membuat kita semakin sadar untuk bisa mengoreksi diri setiap saat dalam seluruh gerak hidup kita, supaya apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita lakukan, apapun yang kita katakan, apapun yang kita pikirkan, semuanya itu haruslah sesuai dengan kebenaran Tuhan.

Firman Tuhan katakan dalam Matius 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Sekarang kita semakin mengerti bahwa untuk menjadi anak-anak Allah itu ada standarnya atau ada aturannya, jadi seseorang tidak bisa dengan mudahnya mengkleim atau mengatakan bahwa ia adalah anak-anak Allah. Sebab yang mau menjadi anak-anak Allah harus hidup sesuai aturan Allah. Perbedaannya sudah jelas yaitu anak-anak Allah selalu berbuat kebenaran dan sebaliknya segala sesuatu yang diperbuat tidak benar menandakan bahwa orang tersebut tidak berasal dari Allah.

Firman Tuhan katakan didalam 1 Yohanes 3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. 3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Kebenaran ini membuat kita bisa menyadari keadaan diri kita sekarang apakah benar kita sudah pantas menjadi anak-anak Allah atau masih menjadi anak iblis. Dan pernyataan ini cukup keras untuk menegur kita, menasehati kita, atau mengingatkan kita, supaya kita semakin waspada dan terus berjaga-jaga dalam sepanjang langkah kehidupan yang kita jalani ini, kita harus mulai mengontrol dengan cermat apapun yang kita perbuat sebab semuanya itu akan berdampak pada kehidupan kita dikekekalan nanti.

Sesungguhnya ini adalah persoalan serius yang harus kita perkarakan dengan sungguh-sungguh dalam setiap hari-hari hidup kita. Olehnya saat ini kita harus mulai terbiasa dengan mengontrol semua gerak hidup kita, apakah sudah sesuai dengan yang Bapa di Sorga kehendaki atau belum. Itulah sebabnya selalu saya katakan berulang-ulang bahwa untuk menjadi sama seperti Kristus itu membutuhkan perjuangan, dengan kata lain hidup sebagai anak-anak Allah itu tidaklah mudah, sudah sering saya katakan bahwa kita harus masuk dalam perlombaan yang diwajibkan.

Hidup sebagai anak-anak Allah tidak lagi memikirkan kehidupan yang berorientasi hanya tertuju kepada berkat-berkat Tuhan dan mujizat Tuhan semata-mata. Setiap orang percaya yang mau menjadi anak-anak Allah, harus terus memeriksa diri setiap detik, setiap menit, setiap jam, artinya setiap saat kita harus mencurigai perbuatan kita apakah sudah menyenangkan Bapa di Sorga atau belum, apakah Bapa di Sorga menikmati hidup kita atau tidak.

Hidup sebagai anak-anak Allah harus dimulai dari perubahan pikiran yang tidak lagi sama dengan dunia ini, tindakan serta perbuatan yang tidak lagi sama dengan anak-anak dunia, perkataan yang tidak lagi melukai orang lain, karena apabila cara hidup kita masih sama seperti dunia, baik dalam pola pikir, tindakan dan perbuatan serta perkataan, maka sesungguhnya kita melukai hati Tuhan, dan itu menandakan bahwa kita bukanlah anak Allah tetapi sebaliknya anak iblis.

Itulah sebabnya yang perlu kita lakukan saat ini adalah terus berjuang untuk tetap hidup dalam kebenaran Kristus, dan berani untuk tidak lagi menikmati dunia ini, tetapi yang kita nikmati adalah bagaimana dari hari ke hari kita mau terus membangun persekutuan yang lebih intim dengan Bapa di Sorga, belajar mengerti isi hatiNya, mau terus bertanya kepadaNya apa yang Ia mau dengan hidup kita, supaya seluruh gerak hidup kita bisa dinikmati oleh Bapa di Sorga, dengan satu tujuan pada akhirnya kita menjadi sempurna sama seperti Dia yang adalah sempurna.

Firman Tuhan katakan dalam Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Inilah tujuan hidup orang percaya yang sesungguhnya. Ingat perjuangan untuk mencapai standar hidup menjadi anak-anak Allah ini berat, hal ini juga memberi gambaran bagi setiap kita bahwa keselamatan itu tidak otomatis tetapi harus diperjuangkan, Ingat Firman Tuhan katakan dalam 1 Yohanes 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Sekarang kita boleh mengaku sebagai anak-anak Allah, tetapi itu adalah pengakuan secara sepihak hanya berdasarkan predikat kita sebagai orang percaya atau orang kristen, namun ingat Firman Tuhan katakan: tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak, kalau mau dibahasakan dalam kalimat yang lebih sederhana mungkin akan berbunyi seperti ini, “kita belum tahu apakah nanti diakui sebagai anak-anak Allah atau tidak”. ini yang harus menjadi peringatan penting bagi kita untuk terus bejuang dan tetap mengenakan cara hidup Kristus selama kita masih berada didunia ini, karena cara hidup Kristuslah yang benar dihadapan Bapa di Sorga.

Mari ambillah keputusan saat ini juga untuk meninggalkan cara hidup dunia dan mulai pikirkan semua hal yang hanya menyukakan hati Bapa di Sorga. Firman Tuhan katakan dalam Filipi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Ingat pesan ini:

  1. Hidup sebagai anak Allah berarti tidak berbuat dosa lagi.
  2. Orang yang masih hidup dalam dosa sudah membuktikan bahwa ia adalah anak iblis atau berasal dari iblis.
  3. Teruslah berjuang untuk mengenakan cara hidup Kristus, selama kita hidup didunia ini, supaya kelak nanti kita diakui sebagai anak-anak Allah.

Jika engkau diberkati dengan kebenaran ini, maka berikanlah link renungan kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For ANAK ALLAH DAN ANAK IBLIS