ANAK SIAPA ?

RENUNGAN HARIAN 1046 Kali Dibaca

Renungan hari ini 18 Januari 2014 adalah “ANAK SIAPA”. Sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa terlebih dahulu.

Doa: Bapa didalam nama Tuhan Yesus Kristus, saat kami membaca renungan ini ya Tuhan, buatlah kami semakin mengerti akan kebenaranMu, supaya kebenaranMu tetap tinggal didalam kami dan menuntun kami senantiasa untuk hidup seturut kehendakMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Haleluya, Amin.

Biasanya sebagai orang percaya atau orang kristen akan merasa bangga kalau mereka disebut sebagai anak-anak Allah, tetapi disaat yang sama seringkali ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang tidak pernah menyadari kalau sebenarnya cara hidupnya selama ini tidak menunjukan kalau mereka adalah anak-anak Allah.

Bila sebagai orang percaya kita boleh disebut anak-anak Allah, kita juga harus menyadari bahwa kalau kita boleh menjadi anak Allah itu bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semuanya itu karena kasih Allah kepada semua manusia yang mau percaya kepadaNya didalam Tuhan Yesus Kristus.

Firman Tuhan katakan didalam 1 Yohanes 3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Kebenaran ini menunjukan bahwa kita seharusnya berbeda dengan dunia ini, jadi kita juga tidak boleh bersahabat dengan dunia ini. Ingat sudah sering Firman Tuhan ingatkan kita bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yakobus 4:4).  Karena kita tidak boleh bersahabat dengan dunia maka dunia tidak mengenal kita, dan itulah kenapa kita harus berbeda dengan dunia ini (Roma 12:2).

Sekarang yang menjadi persoalannya karena kita masih hidup didunia ini, maka ada begitu banyak orang percaya, orang kristen atau yang disebut sebagai anak-anak Allah memberi diri untuk bersahabat dengan dunia ini, yaitu dengan cara menikmati segala sesuatu yang dunia tawarkan dan inilah yang disebut kesenangan dunia. Bila keadaan hidup kita saat ini demikian adanya artinya sebagai anak-anak Allah kita masih memilih untuk bersahabat dengan dunia ini, maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita masih pantas disebut sebagai anak-anak Allah ? sebab anak-anak Allah itu tidak bersahabat dengan dunia ini.

Firman Tuhan katakan dalam 1 Yohanes 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Kebenaran Firman Tuhan ini juga memberi sebuah peringatan kepada kita bahwa keberadaan kita sebagai anak-anak Allah masih belum nyata, karena keadaan itu baru nyata kelak atau nanti setelah kita berada dibalik kematian. Seperti yang Firman Tuhan katakan tadi “sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak” jadi sekarang kita belum tahu pasti apakah nanti dibalik kematian setelah kita berhadapan dengan Allah Bapa di Sorga, kita diakaui sebagai anakNya atau tidak, karena untuk bisa mendapat pengakuan sebagai anak-anak Allah dari Bapa di Sorga maka kita harus menjadi sama seperti Kristus, dan sama seperti Kristus disini adalah sebagaimana Kristus hidup begitu juga kita harus hidup.

Setiap kita sebagai orang percaya atau orang kristen boleh mendapatkan predikat sebagai anak-anak Allah, atau mendapatkan sebuatan sebagai anak-anak Allah, itu karena kita iman percaya kita kepada Allah didalam Kristus, sehingga kita memiliki pengharapan didalam Kristus bahwa nanti, atau kelak setelah kita berada di dunia yang akan datang maka kita akan menjadi sama seperti Kristus, samanya dimana ?, yaitu mendapat pengakuan dari Bapa di Sorga bahwa bahwa kita dikenal oleh Allah sebagai anak-anakNya.

Persoalannya sekarang adalah orang yang menaruh pengharapan itu kepada Kristus harus hidup sama seperti Kristus, yaitu menyucikan dirinya. Itulah yang dikatakan dalam 1 Yohanes 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Disinilah letak persoalannya, karena tidak ada pilihan lain, artinya tidak ada pilihan yang membolehkan kita hidup sama seperti dunia, bersahabat dengan dunia, tetapi nanti tetap bisa diakui sebagai anak-anak Allah. Sebaliknya hanya satu pilihan yaitu harus hidup sama seperti Kristus hidup, dan kalau kita melihat cara hidup Kristus sesuai dengan apa yang Firman Tuhan tuliskan, maka kita akan menemukan tidak ada sedikitpun cara hidup Kristus itu yang sama dengan dunia ini.

Itulah sebabnya Firman Tuhan katakan dalam Matius 8:20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Firman ini memberi gambaran kepada kita sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Allah, bahwa untuk menjadi sama seperti Yesus, setiap orang percaya harus berani untuk tidak lagi mengingini apapun yang ada didunia ini. Karena dikatakan, “tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” artinya Kristus sama sekali tidak pernah berpikir sesuatu yang bisa membuatnya memiliki kenyamanan hidup selama Ia berada didunia ini, bahkan Firman Tuhan katakan dalam Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Jadi setiap orang percayapun harus memiliki prinsip hidup seperti ini, karena bila kurang dari ini maka tidak akan pernah menjadi sama seperti Kristus.

Sekarang seharusnya sebagai orang percaya atau orang Kristen, kita semakin mengerti bahwa ternyata ada hal yang lebih penting untuk diperjuangkan yaitu supaya bisa diakui sebagai anak-anak Allah, daripada memperjuangkan sesuatu hal yang hanya merupakan kesenanagan dunia yang sifatnya hanya sementara. Sebab perjuangan untuk menjadi sama seperti Kristus itu bukan sesuatu yang mudah, karena setiap orang percaya harus berjuang untuk melepaskan dirinya dari segala keterikatan dengan dunia ini.

Contoh sederhana saja, seorang wanita atau seorang ibu rumah tangga yang sudah terikat dengan kesenangan berbagai tontonan televisi, seperti sinetron, film, dll, ia akan lebih memilih berjam-jam ada didepan televisi untuk menonton acara kesenangannya dan selalu berusaha untuk tidak kehilangan jam tayang tersebut.

Pertanyaannya sekarang disaat seperti ini apakah ia masih ingat kepada Tuhan ?. Sebab seringkali fakta membuktikan saat ia menikmati tontonan tersebut, maka ia akan mengikat hatinya dengan tontonan itu, sehingga seringkali ia juga akan ikut larut dalam situasi yang sedang terjadi pada totonan tersebut, bahkan tak jarang bila yang ditontonnya adalah sebuah sinetron maka terkadang tanpa terasa air matanya bisa ikut mengalir bila melihat sebuah adegan yang menyedihkan. Hal yang sama juga terjadi pada kaum pria yang selama ini begitu terikat dengan berbagai tontonan seperti sepakbola, balap motor, balap mobil, tinju, dll. Dan hal ini tidak bisa kita pungkiri, sebab hal ini merupakan realitas hidup yang sedang terjadi saat ini. Coba kita mulai jujur memeriksa diri kita pribadi lepas pribadi, apakah kita juga seperti itu, atau tidak.

Ironisnya, untuk membangun persekutuan dengan Tuhan waktu yang disediakan seringkali tidaklah lebih dari lima menit, bahkan kalau berdoa lima belas menit saja terasa seperti sudah berjam-jam. Inilah sebenarnya penyesatan terselubung yang dunia tawarkan tetapi tidak pernah disadari oleh setiap orang percaya, dan akibatnya suatu saat nanti bila berjumpa dengan Tuhan barulah ia akan terkejut kalau ternyata Tuhan katakan tidak pernah mengenalnya sebagai bagian dari anak-anak Allah, dan saat seperti itulah baru setiap orang percaya akan menyadari bahwa ternyata selama hidup didunia ini predikat sebagai anak-anak Allah hanyalah sebuatan saja, tetapi cara hidupnya adalah cara hidup anak-anak iblis. Jadi pertanyaannya sekarang kita ini anak siapa ?. Apakah benar anak-anak Allah atau anak iblis ?.

Ingat pesan ini:

  1. Bila kita mengakui bahwa kita adalah anak-anak Allah maka mulai saat ini, hiduplah sama seperti Kristus hidup dalam kesucian diri.
  2. Bila kita tidak hidup sama seperti Kristus maka secara otomatis kita adalah anak-anak iblis.

Jika engkau diberkati dengan kebenaran ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For ANAK SIAPA ?