APA YANG DITAKUTKAN MANUSIA

RENUNGAN HARIAN 1521 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianApa Yang Ditakutkan Manusia. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan hari ini adalah, apa yang ditakutkan manusia?.

Saudaraku, kalau pertanyaan ini ditanyakan pada orang lain yang kita jumpai, misalkan kepada sahabat, kepada orang yang mungkin kita jumpai dalam perjalanan yang sama, kepada orang-orang yang dekat dengan kita seperti kerabat maupun keluarga, lalu kita tanyakan kepada mereka “apa yang ditakutkan manusia pada umumnya?” maka dapat dipastikan kita akan mendapat satu jawaban yang sama yaitu pada umumnya manusia akan takut kepada apa yang dinamakan “kematian”.

Kalaupun ada jawaban yang berbeda, seperti takut pada binatang buas, takut pada ketinggian, takut naik pesawat, memang kelihatannya jawabannya berbeda, namun sebenarnya dibalik jawaban itu memiliki unsur kesamaan yaitu takut mati.

Suatu saat seorang sahabat dekat saya bercerita, saat ia dalam perjalanan dari Ambon ke Jakarta, tentu dengan menggunakan pesawat. Dalam perjalanan itu tiba-tiba saja cuaca tidak terlalu baik, apalagi waktu itu bertepatan dengan musim hujan jadi angin cukup kencang dan banyak sekali awan tebal disepanjang perjalanan.

Dalam perjalanan itu tiba-tiba saja pesawat yang mereka tumpangi itu mengalami goncangan disepanjang perjalanan, dan yang terjadi adalah semua penumpang pesawat itu mulai panik, dan berteriak, dan rata-rata mulai berdoa menurut kepercayaan masing-masing.

Saat kejadian itu, sahabat saya kemudian menutup mata, seolah-olah ia tidur nyenyak. Lalu ada dua orang teman yang lain yang bersama-sama dengan sahabat saya ini mulai bertanya satu dengan yang lainnya sambil terheran-heran “kok bisa ya, pesawat dalam keadaan seperti ini, dia tidurnya enak banget” begitulah isi perbincangan kedua orang temannya tersebut.

Lalu ketika tiba di Jakarta, mereka membahas peristiwa yang terjadi dalam perjalanan tadi, kemudian salah seorang rekan seperjalanan teman saya ini berkata “waah . . kamu hebat” celetuknya kepada sahabat saya ini.

Lalu sahabat saya ini bertanya lagi kepada temannya itu “hebat apanya . . ?”, maka rekannya itu kemudian menjawab “tadi dalam perjalanan itu, kita semua dalam keadaan takut, jangan-jangan pesawat itu akan jatuh dan kita semua mati, tapi kamu malahan tidur dengan nyenyak” katanya.

Sahabat saya ini kemudian menceritakan yang sesungguhnya kepada ke dua rekannya itu, katanya “kalian salah, saya sebenarnya bukan tidur, justru saya itu dalam keadaan ketakutan, dan dalam hati saya berkata, ini hari kematianku, dan akhirnya saya menutup mata lalu berdoa dengan tiada kata amin, sampai kita tiba di jakarta ini”.

Mendengar pengakuan sahabat saya tersebut akhirnya kedua rekannya malah menertawakan sahabat saya ini, dan merasa mereka itu telah tertipu dalam kejadian tadi di pesawat.

Saat mereka menceritakan hal itu kepada saya, kemudian saya katakan “lihat, itulah sifat manusia, hanya mau datang kepada Tuhan kalau sedang menghadapi persoalan, tantangan, bahkan ancaman bahaya, karena takut pada apa yang dinamakan kematian. Dan bila hidup itu terasa nyaman tanpa ada persoalan, maka Tuhan di lupakan”.

Mendengar penjelasan saya, mereka lalu menjawab “iya benar bung, kita ini seringkali berdoa kalau sedang memerlukan pertolongan Tuhan”.

Saudaraku, sebagai orang percaya seharusnya kita tidak perlu takut kepada kematian, justru hari kematian itu harus kita jadikan sebagai hari yang kita nantikan dengan penuh kerinduan, karena dihari itulah kita akan berjumpa dengan Tuhan secara nyata.

Apa Yang Ditakutkan Manusia

Renungan Harian Kristen : Apa Yang Ditakutkan Manusia

Oleh sebab itu, selama kita masih bernafas, kita harus mengarahkan seluruh hidup kita ini hanya untuk hidup menuruti apa yang menjadi perintah Allah dan melakukan kehendakNya, supaya bila hari kematian itu tiba, maka kita tahu pasti bahwa kita akan diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga, dan itulah kenapa Paulus maksudkan dalam;

Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Orang percaya harus memiliki prinsip hidup seperti ini, supaya apapun yang terjadi, bahkan harus menghadapi kematian sekalipun, tidak perlu ada yang ditakutkan. Pertanyaannya, kenapa begitu banyak orang takut kepada kematian?.

Banyak orang takut kepada kematian, karena mereka takut kehilangan kenikmatan hidup dalam kesenangan dunia, takut kehilangan harta, kekayaan, pangkat, jabatan, kehormatan, bahkan orang-orang yang mereka kasihi. Dan untuk semuanya itu Paulus menggambarkannya dengan ungkapan ini;

Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Saudaraku, satu hal yang tidak pernah disadari oleh manusia pada umumnya adalah, hari kematian itu pasti dan tidak dapat ditunda, kalau itu sudah merupakan waktunya Tuhan. Jadi saat ini sebagai orang percaya seharusnya kita mulai mengatur seluruh gerak hidup kita untuk mempersiapkan hari kematian kita yang akan tiba suatu saat nanti.

Orang percaya harus mempersiapkan ini, dengan merubah cara hidup kita yang salah selama ini hanya merupakan kesia-siaan dan mulai hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Tujuannya hanya satu, yaitu bila hari kematian itu datang menghampiri kita, maka itulah hari yang paling membahagiakan dalam kehidupan kita, karena kita tahu kita akan masuk kedalam kehidupan kekal dan tinggal bersama-sama dengan Tuhan Yesus di sorga, dan menikmati keindahan KerajaanNya yang dipenuhi dengan kemuliaan Allah.

Periksalah hidupmu mulai saat ini saudaraku, dan jika yang engkau temukan adalah rasa takut menghadapi kematian, maka hal itu terjadi karena ada yang belum engkau bereskan dihadapan Tuhan, engkau merasa takut menghadapi kematian karena engkau masih nyaman hidup dalam keadaan berdosa.

Kalau ini yang terjadi maka, tinggalkan semua itu dan kembalilah kepada Tuhan, sebab tidak ada kesengan apapun yang dapat melebihi kesenangan dimana kita bisa berjumpa dengan Tuhan, muka dengan muka, dan kita akan hidup bersama dengan Tuhan dalam kemuliaanNya.

Orang-orang yang tidak mau hidup dalam kebenaran Allah mulai saat ini, maka bila waktu yang tidak dapat ditolak itu tiba, yaitu kematian, maka orang-orang ini hanya bisa menyesali kobodohan mereka selama hidup didunia, saat sudah berada dalam api kekal di neraka, karena nama orang-orang seperti ini tidak tertulis dalam kitab kehidupan di sorga. Firman Tuhan katakan;

Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Akan berbeda dengan orang-orang yang merindukan hari kematiannya, maka ia akan mempersiapkan diri sebagai mempelainya Allah, sebagai perawan suci yang hidupnya tidak bercacat tidak bercela, sehingga nama mereka akan tercatat dalam kitab kehidupan di sorga, dan bila waktu itu tiba, maka orang-orang seperti ini akan menjadi orang-orang yang paling berbahagia, karena mereka akan ikut mengambil bagian dalam perjamuan kawin Anak Domba Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

Wahyu 19 :9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Saudaraku, mulailah arahkan hidupmu saat ini, hanya untuk menanti-nantikan Tuhan saja, dan tinggalkan semua kesenangan dunia dan lakukanlah apa yang menjadi kehendakNya, supaya kita bisa menjadi anak-anak Tuhan yang berkenan kepadaNya. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Harga Yang Harus Dibayar Untuk Kehidupan Kekal

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For APA YANG DITAKUTKAN MANUSIA