BELAJAR MEMILIKI KELEMBUTAN HATI YESUS

RENUNGAN HARIAN 2208 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Belajar Memiliki Kelembutan Hati Yesus. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah; Belajar Memiliki Kelembutan Hati Yesus.

Saudaraku, hidup sebagai orang percaya 70 – 90 tahun selama masa hidup kita di dunia ini, kita dituntut untuk berbuah. Sebab orang percaya itu harus berbuah. Lalu apa buah yang dikehendaki oleh Allah dalam hidup kita?.

Buah yang dikehendaki oleh Allah dari hidup kita, bukan semata-mata kita bisa membawa orang lain ke gereja. Tetapi buah yang dikehendaki oleh Allah adalah, dalam seluruh gerak hidup ini, kepribadian kita harus bisa memancarkan pribadi Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian kita juga bisa menggiring orang lain memiliki karakter atau pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Kalau kita bisa memiliki karakter Kristus dalam hidup ini, maka kita dengan berani bisa berkata kepada orang lain, ikutilah teladanku. Kita tidak akan malu untuk berkata, ikutilah teladanku, karena kepribadian yang nampak dari hidup kita adalah pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Orang percaya yang benar-benar mengerti akan kebenaran ini akan sangat beruntung, sebab dipemandangan matanya, dunia menjadi tidak menarik lagi. Artinya saat kita bisa mengenakan pribadi Kristus dalam hidup kita, maka kita tidak akan tertarik lagi dengan segala kesenangan dunia.

Persoalannya adalah, untuk bisa mengenakan pribadi Kristus dalam hidup kita, semuanya ini harus lewat proses yang panjang. Sebab hal ini tidak bisa instant. Disinilah setiap kita harus memiliki tekat, harus memiliki kemauan keras untuk berubah. Kita harus melepaskan karakter kita yang lama, dan kita belajar mengenakan karakter Kristus, atau pribadi Kristus.

Kalau kita bisa mengenakan karakter Kristus dalam kehidupan kita, maka kita tidak lagi menjadi orang yang selalu penuh dengan ambisi yang sia-sia, sarat dengan keinginan hati yang sia-sia, bahkan kita tidak akan menjadi orang yang ngotot untuk mencari hormat.

Artinya kalau kita dihina, dibenci, dicaci, dimaki, atau dengan kata lain kita dimanusiakan atau tidak dimanusiakan, kita tidak akan membalas itu semua, dan kita akan tetap memiliki sikap hati yang lemah lembut, sikap hati yang mau mengampuni.

Salah satu sikap atau pribadi Tuhan Yesus yang sangat luar biasa adalah, Ia tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Ini adalah sikap atau karakter yang sangat agung, yang sangat luhur, yang juga harus dimiliki oleh kita sebagai orang percaya, kalau kita mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan sikap manusia pada umumnya, dimana manusia pada umumnya akan selalu membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebab manusia pada umumnya akan memiliki prinsip, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.

Belajar Memiliki Kelembutan Hati Yesus

Renungan Harian Kristen : Belajar Memiliki Kelembutan Hati Yesus | Renunganhariini.com

Artinya setiap perbuatan yang dilakukan orang lain yang mencelakakan seseorang, akan dibalas dengan cara yang sama. Itu sudah menjadi prinsip hidup manusia dunia pada umumnya.

Kalau kita melihat kisah saat Tuhan Yesus hendak ditangkap di taman Getsemani, dimana salah seorang yang menyertai Tuhan Yesus, saat itu menghunus pedang dan memotong telinga salah seorang hamba Imam Besar yang hendak menangkap Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus menyuruh untuk orang yang menyertai Dia saat itu, untuk kembali memasukan pedang itu kembali ke dalam sarungnya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?

Ini artinya Tuhan Yesus bisa saja meminta pasukan malaikat dari Sorga untuk membalas orang-orang yang berbuat jahat kepada-Nya saat itu. Tetapi Tuhan Yesus tidak melakukan itu. Tuhan Yesus memilih untuk taat menuruti kehendak Allah Bapa di Sorga, sekalipun Ia diperlakukan dengan tidak adil. Ini menunjukan sebuah pribadi yang sangat agung dan luar biasa.

Kalau kita melihat rekam jejak dari orang-orang yang hidup dizaman perjanjian lama, maka kita juga akan temukan nama-nama orang-orang yang juga memiliki kepribadian yang sangat luar biasa, misalnya saja; Yusuf, Musa, Daud.

Yusuf saat itu diperlakukan dengan tidak adil oleh saudar-saudaranya, sebab mereka berencana hendak membunuh dia. Tetapi pada akhirnya Yusuf bisa selamat, dan di jual oleh orang Midian ke Mesir.

Saat Yusuf berada di Mesir, ia masih harus menghadapi masalah lain, karena ia memiliki sikap yang manis serta parasnya yang elok, membuat istri potifar jatuh hati kepadanya. Yusuf yang tidak mau berdosa kepada Allah, menolak ajakan istri potifar untuk tidur dengan dia. Pada akhirnya Yusuf dituduh hendak berbuat yang tidak baik terhadap istri potifar. Yusuf akhirnya ditangkap dan dimasukan ke penjara.

Dari kisah ini, Yususf bisa saja menyimpan dendam terhadap saudara-saudaranya, tetapi ia tidak membalas apa yang sudah dibuat oleh saudara-saudaranya terhadap dirinya. Bahkan dalam (Kejadian 45) kalau kita baca, Yusuf menolong saudara-saudaranya. Yususf tetap memiliki kasih yang luar biasa. Dan Tuhan tetap menyertai Yusuf.

Musa, seperti yang firman Tuhan katakan, tidak ada orang yang memiliki hati yang  lembut seperti hatinya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Bilangan  12 :3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

Karena kelembutan hatinya itulah, musa juga tidak pernah membalas kejahatan orang lain terhadap dirinya. Misalnya saja, apa yang diperbuat Miryam terhadapnya, tetapi Musa tidak membalas kejahatan Miryam, dan ia tetap hidup takut akan Tuhan.

Kisah lainnya adalah Daud. Kalau kita melihat kisah hidupnya, Daud memiliki kesempatan untuk membalas apa yang sudah Saul perbuat kepadanya, tetapi Daud tidak melakukan itu. Daud tetap memilih hidup takut akan Tuhan. Kita bisa membaca kisahnya dalam (I Samuel 24:1 – 13).

Inilah kehebatan orang-orang yang bisa menjadi kekasih Tuhan, mereka lebih memilih hidup takut Tuhan, dari pada membalas kejahatan dengan kejahatan.

Dalam hidup ini saat kita diperhadapkan dengan sebuah keadaan dimana orang berbuat jahat kepada kita, mungkin kita tidak membalas saat itu, tetapi seringkali di kedalaman hati kita masih ada dendam yang tersimpan. Dan hal ini tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Orang bisa saja tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berdusta, tetapi seringkali masih menyimpan kepahitan terhadap orang lain. Jadi begitu sulitnya mengenakan pribadi Kristus. Itulah kenapa saya katakan, untuk bisa mengenakan pribadi Kristus, perlu proses panjang.

Setiap orang percaya harus berjuang supaya bisa memiliki kelembutan hati yang sama seperti kelembutan hati Tuhan Yesus. Ini adalah pribadi yang berkenan dihadapan Allah Bapa di Sorga.

Kita harus belajar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi juga tidak mengharapkan orang lain menjadi celaka. Seringkali ada orang yang berkata, saya tidak akan membalas, tetapi lihat nanti suatu saat pasti dia akan celaka. Ini sama saja dengan mengharapkan dendam kita terbalas. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Kita harus bisa melihat, bahwa tidak mencaci maki orang lain, tidak mengutuki orang lain, itu adalah berkat. Dan ini pergumulan hidup yang panjang. Sebab dalam menjalani hidup ini kita pasti akan menemui hal-hal seperti itu.

Oleh sebab itu kita harus bisa mengenakan pribadi Kristus, dalam hidup kita. Disinilah kita belajar untuk mengenakan pakaian Tuhan Yesus yaitu pribadinya, dan pakaian Tuhan Yesus itu, harus menjadi pakaian yang permanen dalam hidup kita.

Kalau kita mau, Tuhan akan menggarap kita dan mengajar kita bagaimana memiliki hati seperti Tuhan Yesus. Dalam segala hal kita harus menjadikan Tuhan sebagai pembela hidup kita. Supaya kita bisa memiliki kelembutan hati yang sama seperti Tuhan Yesus.

Dalam proses belajar, seringkali kita bisa gagal. Misalnya saja, seringkali kita masih sulit untuk memaafkan orang lain. Tetapi kita harus mau untuk terus belajar. Sebab memaafkan orang lain itu sama dengan melakukan kehendak Allah.

Belajar untuk tidak mengingat lagi semua persoalan yang sudah lewat, walaupun itu sangat menyakitkan. Belajar untuk tidak menyimpan amarah, dendam, kepahitan. Dan kita harus terus merasa miskin dihadapan Allah, artinya Allah satu-satunya kekuatan kita, kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Kita harus terus belajar sampai kita mampu benar-benar mengenakan pribadi Kristus dalam hidup kita.

Mengenakan pribadi Kristus dengan memiliki kelembutan hati seperti Tuhan Yesus Kristus adalah buah yang dikehendaki oleh Allah Bapa di Sorga,  dan harus dimiliki oleh setiap orang percaya, supaya hidup kita bisa ditemukan berkenan dihadapan Allah Bapa di Sorga.

Kiranya kebenaran ini semakin memacu kita untuk berjuang supaya bisa memiliki kelembutan hati yang sama seperti Tuhan Yesus, lalu kita hidup terus mengenakan pribadi Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Memikirkan Dan Merindukan Kerajaan Sorga

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

 

tags: ,

Related For BELAJAR MEMILIKI KELEMBUTAN HATI YESUS