BELAJAR MENGERTI APA YANG TUHAN KEHENDAKI

RENUNGAN HARIAN 2085 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Belajar Mengerti Apa Yang Tuhan Kehendaki. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Belajar Mengerti Apa Yang Tuhan Kehendaki.

Saudaraku, kita harus menyadari bahwa sebuah pelayanan yang tidak mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus, memiliki potensi penyesatan yang berbahaya bagi orang percaya.

Pelayanan yang hanya tertuju kepada penyelesaian pemenuhan kebutuhan jasmani dan persoalan ekonomi seperti persoalan makan,minum, pakai, masalah pekerjaan, usaha, bisnis, terhindar dari kebangkrutan, yang selalu berorientasi kepada kenikmatan hidup di dunia, semuanya itu hanya membuat orang percaya salah dalam memahami kebenaran firman Tuhan yang murni. Dan ini dapat dikatakan sebagai penyesatan.

Selama ini ada begitu banyak orang percaya yang tidak menyadari bahwa mereka telah terlanjur menerima pengajaran yang salah dan dapat menyesatkan mereka. Hal itu terjadi, karena pengajaran tersebut dibungkus sedemikian rupa dengan kemasan rohani yang terkesan bahwa pengajaran seperti itulah yang Tuhan kehendaki.

Saudaraku, seorang hamba Tuhan atau para rohaniawan yang mengajarkan hal tersebut, mereka juga tidak menyadari bahwa dengan pengajaran yang demikian, itu artinya mereka telah menjadikan diri mereka sebagai agen kuasa kegelapan untuk menyesatkan banyak orang, dalam hal ini orang percaya.

Sebagai orang percaya kita harus cerdas dalam menangkap sebuah kebenaran. Bila kita mau melihat kepada kebenaran yang murni seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, maka tidak ada sedikitpun pengajaran Tuhan Yesus yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan jasmani.

Apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, semuanya memiliki landasan nilai kekal. Pengajaran Tuhan Yesus hanya memiliki satu tujuan yaitu, setiap orang yang percaya kepada-Nya harus berjuang untuk menjaga kesucian dan kekudusan hidup, supaya bisa mencapai titik kesempurnaan, sama seperti yang firman Tuhan katakan yaitu sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Prinsip pengajaran Tuhan Yesus hanyalah melakukan kehendak Allah Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya dan tidak ada yang lain. Itulah kenapa Tuhan Yesus katakan di dalam;

Yohanes  4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Prinsip ini memberikan sebuah petunjuk, betapa Tuhan Yesus yang saat itu hidup sebagai manusia biasa, Ia begitu taat dan tunduk sepenuhnya dalam kedaulatan Allah Bapa di Sorga, dan hanya mau melakukan segala sesuatu yang merupakan kehendak Allah Bapa di sorga, dan tidak ada yang lain yang boleh dilakukan kalau itu bukan kehendak Allah Bapa di Sorga.

Oleh sebab itu setiap hamba Tuhan yang mengajarkan kebenaran firman Tuhan, harus menyadari akan hal ini. Sebab hamba Tuhan itu adalah orang yang menghamba kepada Tuhan, dan melakukan segala sesuatu harus sesuai dengan keinginan Tuhan, sesuai dengan selera Tuhan, dan apa yang diluar keinginan Tuhan itu berarti salah. Dan yang di luar keinginan Tuhan, itu adalah keinginan iblis.

Belajar Mengerti Apa Yang Tuhan Kehendaki

Renungan Harian : Belajar Mengerti Apa Yang Tuhan Kehendaki | Renunganhariini.com

Itulah kenapa saya katakan bahwa banyak hamba Tuhan atau rohaniawan yang tidak menyadari kalau dirinya seringkali dimanfaatkan sebagai agen kuasa kegelapan, saat ia mengajarkan sebuah kebenaran yang tidak sesuai kehendak Tuhan. Sebab orang yang tidak mengajarkan kebenaran kepada umat Tuhan dengan benar seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, maka sebenarnya ia bukan hamba Tuhan. Itulah yang dimaksudkan dengan pengajar-pengajar palsu, yang mengajarkan Yesus yang lain, mengajarkan injil yang lain. Firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus  11 :4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Saudaraku, bagaimana mungkin sebuah pengajaran yang hanya berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan jasmani bisa dibenarkan. Sebab orang yang selalu mengarahkan pikirannya hanya tertuju kepada perkara-perkara jasmani membuktikan bahwa orang-orang seperti ini hanya ingin menikmati kenyamanan hidup di dunia, yang pada akhirnya akan membuat mereka terikat dalam persahabatan dan percintaan dengan dunia. Padahal kita tahu firman Tuhan katakan;

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Itulah kenapa saya katakan diatas bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan Allah dan kehendak Allah, itu salah. Sebab di luar kinginan Allah itu berarti keinginan iblis.

Itulah sebabnya, setiap hamba Tuhan, pengajar, atau rohaniawan, harus sadar bahwa apabila yang diajarkan adalah pengajaran yang salah atau yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka hal itu sama dengan ia telah menjadikan dirinya sama dengan seorang nabi palsu.

Dan Nabi palsu ini sudah ada sejak zaman perjanjian lama. Misalnya di zaman nabi Yeremia, itu banyak sekali nabi palsu. Nabi Yeremia yang mengajarkan kebenaran yang benar malahan seringkali di tolak atau tidak di dengar. Sebab banyak orang-orang di zaman itu lebih suka membuka telinga mereka untuk mendengar apa yang disampaikan oleh nabi-nabi palsu.

Hal itu sama seperti hari ini, ada begitu banyak orang percaya yang membuka telinga mereka dan lebih suka mendengarkan pengajaran yang hanya menyenangkan dan memuaskan telinga mereka saja, tetapi tidak memiliki dampak kekekalan.

Hamba-hamba Tuhan yang saat ini mengajarkan pengajaran yang murni seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus malah tidak mendapat simpati, atau tersingkir. Karena banyak orang lebih suka menerima pengajaran tentang kenyamanan hidup di dunia saat ini, padahal itulah yang menyesatkan. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa betapa rusaknya dunia saat ini.

Dewasa ini banyak pengajaran yang diajarkan, dengan memberi kesan kuat bahwa keselamatan itu mudah, dan yang sulit itu pemenuhan kebutuhan jasmani. Tidak sedikit nabi palsu yang mengajarkan bahwa menjadi anak Tuhan itu gampang, karena setelah mati pasti selamat, pasti masuk Sorga, sebab sudah ditebus oleh darah Yesus.

Ini adalah sebuah penyesatan saudaraku. Keselamatan itu harus diperjuangkan, harus dikerjakan, dan itu sama dengan menghargai pengorbanan Kristus. Kalau kita tidak menjaga hidup tetap tinggal dalam kesucian dan kekudusan Allah, maka hal itu sama dengan kita tidak menghargai pengorbanan Kristus.

Setiap orang percaya harus sadar bahwa yang sulit itu bukan bagaimana menyelesaikan persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi bagaimana menjadi anak Allah yang baik, yang selalu mau hidup hanya untuk melakukan kehendak Tuhan. Itulah kenapa Tuhan Yesus berkata cari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kita harus tetap ingat bahwa saat berada dibalik kematian nanti, setiap manusia harus menghadap takhta pengadilan Allah, dan seperti yang seringkali saya katakan, tidak ada seorangpun yang bisa menghindarinya. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Orang yang selalu mengarahkan fokus hidupnya hanya kepada perkara-perkara makan, minum, pakai, kawin dan mengawinkan, kekayaan, kemewahan, pangkat, jabatan, kehormatan, dan harga diri, maka mereka akan terjebak dalam percintaan dengan dunia. Dan hal ini sangat menyeramkan, karena mereka tidak mau menyadari tentang realitas kekekalan. Itulah yang akan membuat banyak orang pada akhirnya akan gagal dan tidak diterima di dalam Kerajaan Sorga.

Saudaraku, ingat selalu akan hal ini, banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih. Dan yang terpilih itu adalah orang-orang yang rela tidak menikmati dunia saat ini dengan segala kesenangannya, tetapi mereka menundanya sampai masuk Kerajaan Sorga, barulah mereka menikmatinya dalam kekayaan kemuliaan Allah.

Salah satu contoh keselamatan yang gagal adalah istri Lot, dimana ia tidak rela meninggalkan apa yang ia miliki di dunia ini, dan pada saat akan diselamatkan Tuhan, ia tidak mau mendengar perintah Tuhan, sebab ia masih menoleh kebelakang.

Oleh sebab itu, kalau kita tidak mau menjadi orang yang gagal, maka kita harus selalu ingat bahwa tanggung jawab kita adalah mengerjakan keselamatan, dengan cara hidup benar dihadapan Tuhan.

Itulah kenapa Rasul Paulus sendiri gentar, jangan-jangan setelah ia selesai memberitakan injil Kristus bagi orang lain, ia sendiri ditolak oleh Tuhan. Itulah yang dikatakan di dalam;

I Korintus  9 :27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa pada saat menghadap takhta pengadilan Allah nanti, ada banyak orang yang akan di tolak oleh Tuhan?. Baik itu orang percaya, para pelayan Tuhan yang sudah melayani sebagai majelis gereja, WL, singer, atau pendeta sekalipun, dimana pada saat itu Tuhan akan berterus terang dan berkata “Aku tidak pernah mengenal engkau.”

Hal ini karena saat masih hidup di dunia, Tuhan tidak pernah menemukan diri-Nya di dalam orang-orang tersebut, atau dengan kata lain, Tuhan bisa berkata “dari perbuatanmu, tidak ku temukan diri-Ku.” Padahal mereka adalah orang-orang percaya, bahkan telah mengambil bagian dalam melayani pekerjaan Tuhan.

Oleh sebab itu kita tidak boleh menjadi orang kristen yang hanya fanatik dan ekstrim saja, tetapi harus menjadi orang kristen yang sangat fanatik dan sangat ekstrim. Menjadi orang percaya yang tidak lagi memiliki keinginan apapun, selain hanya hidup untuk melakukan semua kehendak Allah Bapa di Sorga. Inilah pribadi yang dikehendaki oleh Allah, yang nantinya akan diakui oleh Allah sebagai anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Menyembah Tuhan Dengan Benar

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com  

tags: , ,

Related For BELAJAR MENGERTI APA YANG TUHAN KEHENDAKI