BERBAHAGIA – BAGIAN 3

RENUNGAN HARIAN 778 Kali Dibaca

Renungan hari ini 16 Januari 2014 adalah “Berbahagia”. Ini merupakan bagian ke tiga dari seri tentang ucapan berbahagia. Sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa.

Doa: Tuhan kami mohon pengurapanMu atas hidup kami senantiasa, supaya oleh kuasa pengurapanMu kami boleh dipenuhi dengan hikmatMu untuk mengerti akan kebenaranMu dan kami mau hidup sesuai kebenaranMu. Didalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya. Amin.

Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang ucapan “Berbahagia” yang diucapkan Tuhan Yesus. Kalau di bagian yang pertama sudah dijelaskan bahwa dalam ucapan berbahagia itu, kita dituntunt untuk mengalami terobosan dalam pembaharuan pikiran, dan pada bagian kedua kita juga sudah tahu bahwa dalam ucapan berbahagia yang diucapkan Tuhan Yesus itu mengandung ajakan atau panggilan, maka pada bagian yang ke tiga ini kita akan masuk pada kalimat “orang yang miskin dihadapan Allah”.

Pemakaian kata miskin seringkali kita juga temukan dalam ayat-ayat alkitab lainnya, tetapi selama ini kita tidak pernah mau  mempersoalankan bentuk kata dalam bahasa aslinya (Mis:Bahasa Yunani) memakai kata apa yang menunjuk kepada pengertian miskin, karena kalau kita mau belajar sungguh-sungguh dan melihat pemakaian kata per kata dari bahasa aslinya, maka kita akan menemukan ternyata penggunaan kata yang diterjemahkan miskin dalam bahasa indonesia itu berbeda-beda untuk setiap ayat Firman Tuhan, kenapa demikian ?. Karena penempatan kata dalam setiap ayat Firman Tuhan sangat cerdas dan sangat luar biasa, sebab walaupun memiliki pengertian yang sama dalam bahasa indonesia, namun apabila kita mau melihat kepada pemakaian kata didalam bahasa aslinya akan menunjukan sebuah keadaan yang berbeda, misalnya kata miskin yang akan kita bahas dalam ayat ini, pengertian miskinnya berbeda dengan penggunaan kata miskin pada ayat lain. Biasanya penggunaan kata dalam setiap ayat Firman Tuhan akan selalu mengacu pada konteknya apa, dan siapa yang berbicara, itulah sebabnya kita harus belajar kebenaran Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya sekedar mendengar lalu menerima begitu saja.

Setiap manusia pasti menilai kemiskinan itu selalu identik dengan ketidakpunyaan, kesengsaraan dan penderitaan, Sebab dengan kemiskinannya orang itu harus berjuang sekuat tenaga untuk berusaha memenuhi kebutuhan yang kurang, lalu bagaimana dengan kalimat “orang yang miskin dihadapan Allah” dalam ayat ini ?.

“Miskin di hadapan Allah”, dalam ayat ini, didalam Alkitab bahasa asli ditulis dengan kata (πτωχοι τω πνευματι ; ptôkhoi tô pneumatic), artinya bukan berarti sangat miskin secara materi.  Kata (πτωχοι – ptôkhoi), ini merupakan bentuk jamak dari “πτωχος – ptôkhos” yang berarti mereka yang hidup dari meminta sedekah, artinya ini gambaran dari miskin yang tidak berdaya samasekali, jadi pemakaian kata “ptôkhos” dalam ayat ini sangat luar biasa.

Kata “ptôkhos” ini digunakan untuk memberi makna spiritual yang ditujukan kepada setiap orang yang “miskin rohani” atau dengan kata lain “miskin secara roh”, lalu dengan kerendahan hati “meminta sedekah” agar kerajaan Allah ada dalam hati dan kehidupan mereka, ini sebuah pengertian yang memiliki makna yang sangat luar biasa. Itulah sebabnya saya katakan kalau kita mau belajar kebenaran Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh maka kita akan kagum dengan kebenaran Firman yang Tuhan berikan kepada setiap kita sebagai orang percaya.

Dalam bahasa Yunani kata yang diterjemahkan miskin selain kata ptôkhoi ada juga kata Penikhros dan Penes.

Kata Penikhros berarti miskin secara harta, kata ini dipakai atau ditujukan untuk janda miskin yang kisahnya yang ditulis dalam (Lukas 21:2). Kemiskinan ini biasanya disertai dengan sengsara atau penderitaan (sorrow).

Kata Penes menunjuk kepada kata miskin yang digunakan dalam (2Kor 9:9). Penes menunjukan orang yang miskin tetapi masih mampu menghidupi diri sendiri dengan bekerja. Kata penes juga dihubungkan dengan rasa lapar.

Hal ini berbeda dengan kata Ptôkhoi  atau Ptokhos yang digunakan oleh Tuhan Yesus dalam (Matius 5:3) ini, dimana ptokhos, atau dalam pengertian miskin yang Tuhan Yesus maksudkan adalah kemiskinan yang sangat ekstrim, atau miskin yang sudah tidak berdaya apa-apa, tidak mampu sama sekali mencari penghidupan atas dirinya.

Dalam bahasa aslinya digunakan kata (οι πτωχοι τω πνευματι ; hoi ptôkhoi tô pneumatic) bukan berarti sangat miskin secara materi, tetapi kemiskinan secara roh. Jadi yang dimaksud dengan orang yang miskin di hadapan Allah adalah:

  1. (“Miskin dalam roh” οι πτωχοι τω πνευματι ; hoi ptôkhoi tô pneumatic) berarti mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan rohani sendiri, orang-orang yang memerlukan hidup, kuasa, dan kasih karunia yang datang dari Roh Kudus, supaya bisa mewarisi Kerajaan Allah.
  2. Adalah orang yang selalu merasa kurang akan Firman Allah di dalam hidupnya. Sehingga ia harus terus berusaha mencari dan belajar Firman Allah untuk menjadi makanan rohani bagi rohnya selama ia hidup di dunia ini.
  3. Miskin dihadapan Allah juga merupakan sikap hidup dan penyembahan setiap orang percaya secara total kepada Tuhan, yang dengan setia selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.
  4. Miskin dihadapan Allah juga berarti, setiap orang percaya harus selalu memiliki sikap hati yang benar dimana ia akan menyadari bahwa berusaha untuk memenuhi kebutuhan rohnya lebih penting dari setiap usaha yang hanya tertuju pada perkara duniawi, yaitu makan, minum, pakai, dan segala kesenangannya.

Itulah sebabnya saya katakan bahwa kita harus belajar Firman Tuhan dengan benar supaya kita mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam setiap kebenaran FirmanNya. Sebagai contoh  Kata miskin disini hendaknya tidak dimengerti secara lahiriah yaitu miskin harta benda dunia, tetapi lebih kepada miskin secara roh.

Ingat kata miskin dalam (Matius 5:3) ini diucapkan oleh Tuhan Yesus, jadi setiap pemilihan kata yang dipakai olehNya pasti tepat dan pasti sempurna, karena Dia penuh dengan hikmat Allah dalam setiap perkataanNya, walaupun saat itu Tuhan Yesus ada dalam keadaan sebagai manusia biasa.

Ingat pesan ini:

  1. Miskin dihadapan Allah berarti kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, sebab manusia dengan kekuatannya tidak akan mampu berbuat apa-apa.
  2. Manusia dengan kekuatannya sendiri tidak akan mampu mencapai Allah dengan kemampuannya, kecuali hanya oleh karena anugerah.
  3. Orang yang miskin dihadapan Allah adalah orang yang menyadari bahwa ia belum menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For BERBAHAGIA – BAGIAN 3