BERBAHAGIA – BAGIAN 4

RENUNGAN HARIAN 816 Kali Dibaca

Renungan hari ini 17 Januari 2014 adalah “Berbahagia 4”. Sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa.

Doa: Tuhan Yesus, saat kami mau membaca kebenaran firmanMu, berilah kami mengerti akan FirmanMu, supaya kami boleh hidup sesuai kebenaran firmanMu, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya. Amin.

Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kita sudah membahas ucapan berbahagia ini dalam tiga sesi sebelumnya, dimana pada sesi yang ketiga kita sudah belajar apa yang dimaksud dengan “orang yang miskin dihadapan Allah”. Maka saat ini kita masuk pada sesi yang ke empat untuk membahas kalimat “karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.

Kalau dikatakan “karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mereka yang mana ?. Tentu yang dimaksud dengan mereka disini adalah orang-orang yang hidup takut akan Allah, orang-orang yang tidak lagi menaruh hatinya pada dunia ini dengan segala kesenangannya, tetapi sebaliknya telah memindahkan fokus hidup mereka serta hati mereka hanya tertuju kepada Tuhan dan KerajaanNya, dan mau hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa di Sorga.

Ingat Firman Tuhan katakan dalam Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pertanyaannya sekarang secara pribadi “sudahkah engkau memindahkan fokus hidupmu dan menyerahkan hatimu hanya kepada Tuhan dan hidup hanya untuk melakukan kehendakNya ?”.

Kenapa saya harus mengajukan pertanyaan seperti diatas ?, karena ternyata dari ayat Firman Tuhan diatas (Matius 7:21), memberi sebuah peringatan bagi kita bahwa ternyata untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, tidak cukup hanya dengan menjadi orang kristen yang selalu berseru memanggil nama Tuhan, dengan kata lain untuk masuk kedalam Kerajaan Bapa di Sorga itu ada syaratnya. Syaratnya apa ?. Seperti Firman Tuhan katakan diatas bahwa untuk masuk kedalam Kerajaan Bapa di Sorga, kita harus melakukan kehendak Bapa di Sorga.

Ingat kalau dikatakan “melakukan kehendak Bapa-Ku” ini adalah kalimat yang Tuhan Yesus ucapkan, dimana setiap orang yang percaya kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus akan diberi kuasa untuk menjadi anak-anakNya seperti yang firman Tuhan katakan didalam Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; dengan kata lain setiap orang percaya akan menjadi anak-anak Allah dan Tuhan Yesus akan menjadi yang sulung, dan inilah yang dikatakan didalam Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Menjadi orang percaya berarti menjadi orang pilihan untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus, dan dengan demikian setiap kita sebagai orang percaya tidak lagi mempunyai pilihan lain selain harus bertindak untuk merubah cara hidup kita yang salah selama ini dan mengenakan cara hidup Kristus selama kita menumpang didunia ini. Cara hidup Kristus artinya setiap tindakan, pikiran, perkataan, perbuatan, dan sikap hidup kita harus sama seperti Kristus, karena bila tidak sama seperti Kristus berarti kita tidak bisa menjadi anak-anak Allah yang berkenan, sebab hanya orang-orang yang didapatkan berkenan dihadapan Bapa di Sorga yang nantinya akan diterima didalam Kerajaan Sorga.

Setiap orang percaya atau orang kristen yang menjadi anak-anak Allah yang hidupnya didapatkan berkenan dihadapan Bapa di sorga akan menjadi orang-orang yang akan menerima warisan. Seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Jadi yang dimaksud denganmerekalah yang empunya Kerajaan Sorga” adalah orang-orang yang mau terus menjaga hari-hari hidupnya supaya didapatkan berkenan, orang-orang yang mau ikut menderita bersama dengan Kristus, dan orang-orang seperti inilah yang nantinya akan dipermuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus didalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Kalau kita sudah mendapatkan jawaban dari apa yang dimaksud dengan kata “merekalah yang empunya” artinya orang-orang yang pada akhirnya akan menjadi ahli waris, maka sekarang yang kita mau lihat adalah kalimat “Kerajaan Sorga”.

Mari kita lihat apa yang dimaksud dengan “Kerajaan Sorga” (basileia toon ouranoon). Kerajaan (basileia) menunjuk kepada pemerintahan Allah, sedangkan sorga (ouranoon) menunjuk kepada tempat atau keadaan.

Pertanyaannya Mengapa menggunakan Kerajaan Sorga dan bukan Kerajaan Allah? Menurut beberapa analis, Injil ini ditujukkan kepada orang-orang Yahudi pada waktu itu, dan oleh karena sebutan Allah (Yahwe) bagi mereka sangat sakral maka digunakan kata “sorga” sebagai penggantinya. Namun bukan tidak mungkin penggunaan kata Sorga disini hendak menunjuk kepada “Pemerintahan Tuhan di dunia yang akan datang” di Sorga, heaven (ouranoon). Selain itu kata Sorga itu sendiri bisa menunjuk kepda pemerintahan Allah dalam hati setiap orang percaya, itulah sebabnya dalam doa Bapa kami disebutkan “datanglah KerajaanMu dibumi seperti di Sorga”, ingat tadi saya katakan bahwa Sorga juga menunjuk kepada pemerintahan Allah didalam hati setiap orang percaya, kenapa dalam hati setiap orang pecaya ?. karena bumi ini ada dalam penguasaan iblis, kalau hati kita tidak diberikan untuk hidup dalam pemerintahan Allah maka kita secara otomatis akan masuk dalam pemerintahan iblis, dan masuk dalam pemerintahan iblis itu artinya kita sudah berada didalam hukuman yaitu masuk kedalam kebinasaan kekal.

Dengan pembahasan ini kita bisa mengerti bahwa untuk mencapai kebahagiaan seperti yang Tuhan Yesus ucapkan yaitu “berbahagialah” maka ada proses yang harus kita jalani, jadi berbahagia itu tidak datang secara otomatis, dan proses itu adalah:

  1. Mengambil tindakan untuk berubah supaya bisa mengalami terobosan pembaharuan pikiran, artinya harus memiliki pikiran Kristus.
  2. Harus menjadi orang yang miskin dihadapan Allah yatiu miskin didalam roh, artinya selalu berusaha mengisi roh kita dengan kebenaran firman Tuhan, dengan kata lain harus selalu lapar dan haus akan kebenaranNya
  3. Harus menjadi anak-anak Allah yang didapatkan berkenan dihadapan Bapa di Sorga yaitu melakukan kehendakNya.
  4. Harus memindahkan fokus hidup ini hanya tertuju kepada Tuhan dan kerajaanNya serta hidup dalam pemerintahanNya setiap hari.

Ingat pesan ini :

  1. Jika engkau ingin menjadi orang berbahagia maka mulailah merubah cara hidupmu dan jadilah orang yang selalu merasa miskin dihadapan Allah, artinya harus menyadari bahwa kalau bukan karena anugerah Tuhan hidupmu pasti binasa.
  2. Orang yang akan berbahagia adalah orang yang mau hidup hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For BERBAHAGIA – BAGIAN 4