BERDAMAI DENGAN ALLAH

RENUNGAN HARIAN 2759 Kali Dibaca

Renungan Harian – Senin, 19 Januari 2015. Berdamai Dengan Allah.

Syalom saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Selama ini sebagai orang percaya kita sudah terlanjur memahami bahwa apabila kita sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat itu artinya kita sudah berdamai dengan Allah, dan itu juga artinya kita sudah menjadi anak-anak Tuhan yang berkenan, karena dosa kita sudah diampuni lewat pengorbanan Kristus diatas kayu salib, dan sekarang kita boleh menikmati kasih karunia yang Tuhan berikan.

Seharusnya sebagai orang percaya kita tidak boleh memiliki pikiran yang dangkal seperti itu, sebab menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat itu, barulah langkah awal perdamaian kita dengan Tuhan. Kenapa baru langkah awal?, sebab proses perdamaian itu bukan seperti sebuah titik, tetapi sesungguhnya merupakan sebuah garis panjang atau jalan panjang yang masih harus dijalani.

Firman Tuhan katakan didalam Roma 5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Jaminan keselamatan didalam Yesus Kristus adalah sebuah kepastian, tetapi hidup ini belum berakhir dan kita masih harus menjalankan hidup ini sampai pada waktu yang sudah Tuhan tentukan kepada setiap kita secara pribadi, jadi dalam perjalanan hidup ini masih ada potensi kuat dari kuasa kegelapan yang bisa membuat kita akhirnya kembali berseteru dengan Allah.

Pertanyaannya sekarang kok bisa, kan sudah diperdamaikan?. Benar firman Tuhan katakan kita sudah diperdamaikan dan Allah selalu memegang teguh janjiNya, persoalannya ada pada diri kita, karena dalam hidup ini kita cenderung untuk mejalankan hidup ini sesuai dengan selera kita sendiri yang mengikuti keinginan dunia, padahal kalau sudah berdamai dengan Allah itu artinya kita harus hidup sesuai dengan selera Allah dan bukan selera kita.

Itulah kenapa saya katakan bahwa proses perdamaian itu baru langkah awal. Kita tahu bahwa setelah diperdamaikan, kita menerima janji keselamatan, maka sekarang ini kita masuk didalam perjalanan proses keselamatan itu, yaitu hidup sesuai dengan selera Allah, dan selera Allah itu adalah gaya hidupnya Tuhan Yesus.

Disinilah proses perjuangan bagi orang percaya untuk menjaga keselamatan yang sudah Tuhan berikan dengan cuma-cuma, dimana sebagai orang percaya kita harus tetap mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar.

Gereja dalam hal ini harus beperan penting untuk menuntun setiap jemaat Tuhan, membimbing jemat Tuhan, supaya dapat berdamai dengan Allah secara berkesinambungan, artinya gereja harus menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang murni sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, supaya perubahan karakter dari setiap orang percaya terus dibaharui dari hari ke hari untuk mencapai kesempurnaan yang Allah kehendaki yaitu sempurna sama seperti Allah Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Berdamai Dengan Allah

Ilustrasi : Renungan Harian – Berdamai Dengan Allah

Itulah yang dikatakan firman Tuhan didalam Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Disinilah peran pelayan Tuhan untuk terus menuntun jemaat Tuhan supaya mengerti akan kebenaran firman Tuhan yang murni sangat diperlukan, jadi pelayan Tuhan tidak boleh melayani hanya untuk mencari kesenangan dirinya atau kelompoknya dalam segala aktivitas pelayanan yang dilakukan.

Sebaliknya jemaat Tuhan harus benar-benar memperhatikan setiap nasehat yang disampaikan lewat firman Tuhan dan hidup terus melakukan firman Tuhan itu dari hari ke hari.

Itulah yang dikatakan firman Tuhan didalam, Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Jadi disini jelas bahwa setelah berdamai dengan Allah, maka langkah selanjutnya adalah kita harus masuk didalam proses pemurnian diri, yaitu dengan cara hidup terus menerus setiap hari menjadi pelaku firman Allah, sebab kalau tidak dilakukan itu artinya kita tidak menuruti kehendak Allah.

Orang yang tidak menuruti kehendak Allah sama dengan menjadikan dirinya musuh Allah, dan ini yang terus saya ingatkan supaya kita sadar akan hal ini. Menjadi musuh Allah sama dengan kita menyerahkan diri kita untuk masuk kedalam kebinasaan kekal, karena tidak ada seorangpun yang akan dapat lari dari hukuman Allah di pengadilan terakhir yang akan dihadapi semua manusia.

Hanya orang-orang yang mau melakukan firman Allah, hidup dalam kebenaran Allah, mereka akan menjadi sekutu Allah, yang pada akhirnya bukan saja benar-benar berdamai dengan Allah akan tetapi lebih dari pada itu, orang-orang seperti ini akan dilayakkan oleh Allah masuk kedalam KerajaanNya.

Jangan lupa untuk menyimak juga renungan audio, Bom Waktu Dalam Hidup.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For BERDAMAI DENGAN ALLAH