BERHARAP LEBIH

RENUNGAN HARIAN 2684 Kali Dibaca

Renungan hari ini, 1 Desember 2013 adalah, Berharap Lebih. Orang percaya pada umumnya selalu berharap terjadi mujizat dalam hidupnya sesuai dengan apa yang ia pikirkan atau apa yang ia inginkan, bila pola berpikir seperti ini yang menjadi landasan hidup setiap orang percaya atau setiap orang kristen maka sesungguhnya mereka belum sungguh-sunguh percaya kepada Tuhan, dan hal ini sangat bertolak belakang dengan kebenaran Firman Tuhan.

Dalam, I Timotius 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Kebenaran Firman ini sebenarnya sudah memberikan suatu peringatan bagi semua orang percaya atau orang kristen pada umumnya untuk belajar mencukupi diri dengan apa yang ada, karena seharusnya fokus hidup kita sebagai orang percaya bukan semata-mata hanya tertuju pada makanan dan pakaian atau segala kesenangan dunia lainnya. Kalau fokus hidup orang percaya hanya tertambat pada perkara jasmani, maka ia akan semakin dalam tenggelam dalam keinginan dunia yang menguasai pikirannya.

Hati yang ditambatkan hanya kepada perkara-perkara jasmani dan kesenangan dunia akan membuat seseorang tidak memiliki kerinduan kepada Tuhan, kalaupun ia merindukan Tuhan atau membutuhkan Tuhan hal itu semata-mata karena ia mau supaya Tuhan melakukan mujizat sesuai dengan apa yang ia inginkan atau pikirkan. Seseorang akan selalu berharap lebih dari apa yang ia bisa nikmati setiap hari, padahal Firman Tuhan sudah memperingatkan bahwa asal ada makanan dan pakaian cukuplah.

Kenapa Firman Tuhan mengajarkan kita dengan cara seperti itu . . ?. Kalau kita baca ayat selanjutnya maka ditulis didalam,  I Timotius 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Ini adalah sebuah peringatan serius dari Tuhan kepada semua orang percaya untuk tidak menambatkan hatinya kepada kekayaan, karena bila ingin kaya maka akan terjatuh kedalam berbagai pencobaan yang bisa membuat setiap orang percaya atau orang kristen yang memiliki keinginan seperti ini menjadi binasa.

Pertanyaannya lalu kenapa masih banyak orang percaya yang selalu berharap lebih . . ?. Orang yang berharap lebih dari apa yang bisa ia nikmati saat ini, persoalannya hanya satu yaitu ia telah tertipu oleh dunia. Orang seperti ini tanpa disadarinya telah masuk ke dalam perangkap iblis yang pada akhirnya akan menyeretnya kedalam kebinasaan.

Setiap orang percaya harus memiliki landasan hidup yang benar yaitu berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan, dan bukan sebaliknya berharap Tuhan melakukan mujizat sesuai dengan apa yang diinginkannya. Orang yang berharap Tuhan melakukan mujizat sesuai dengan apa yang diinginkannya sebenarnya ia sedang memanfaatkan Tuhan hanya untuk kesenangan dirinya.

Kalau mau jujur dan berpikir dengan jernih, manusia itu hidup semuanya penuh dengan mujizat setiap harinya, karena masih bisa menghirup nafas hidup itu bagian dari mujizat yang Tuhan lakukan, persoalannya manusia pada umumnya selalu mengukur mujizat itu dengan pikirannya, yaitu kalau sembuh dari kanker stadium empat itu mujizat, kalau usahanya berhasil itu mujizat, kalau diberikan Tuhan mobil baru, atau rumah baru sesuai dengan apa yang dipikirkannya itu mujizat. Ini adalah pola pikir yang konyol, karena sesungguhnya landasan berpikir orang percaya atau orang kristen haruslah mengucap syukur didalam segala keadaan.

Kalau setiap orang percaya bisa mengucap syukur dalam segala keadaan, maka ia tidak gampang tertipu oleh dunia dan segala keinginannya. Setiap orang percaya harus hidup sesuai standar Firman Tuhan, kalau masih mau menjadi anak-anak Tuhan. Bila seseorang tidak mau lagi hidup sesuai standar Firman Tuhan maka sesungguhnya ia tidak mau Tuhan bekuasa atas hidupnya, kalau Tuhan sudah tidak berkuasa atas hidupnya berarti iblislah yang berkuasa atas hidupnya, dan akhir hidupnya pasti binasa.

Firman Tuhan katakan dalam, Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ini berarti Tuhan dan kerajaanNya harus diutamakan atau harus menjadi prioritas utama dalam hidup orang percaya. Orang yang selalu mengutamakan Tuhan, tidak pernah ditinggalkan Tuhan sebab pasti Tuhan pelihara sempurna. Dan kesempurnaan hidup yang sesungguhnya adalah ketika setiap orang percaya mau hidup sesuai Firman Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan, maka pengharapannya yang lebih itu hanya bermuara pada akhir zaman, dimana bila waktu Tuhan tiba ia bisa dikenal sebagai anak Tuhan yang hidup takut akan Tuhan.

Ingat pesan ini:

  1. Apapun adanya hidupmu saat ini tetaplah mengucap syukur dalam segala hal.
  2. Jangan berharap lebih dari apa yang Tuhan pikirkan bagi hidupmu.
  3. Prioritas utama dalam hidup setiap orang percaya haruslan Tuhan dan kerajaan-Nya.
  4. Hiduplah takut akan Tuhan dan terus lakukanlah kehendak Tuhan.

Bila engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , ,

Related For BERHARAP LEBIH