BERHARGA DI MATA ALLAH

RENUNGAN HARIAN 5847 Kali Dibaca

Renungan Harian KristenBerharga Di mata Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah, berharga di mata Allah.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, mungkin selama ini kita tidak pernah memikirkan sama sekali dan bahkan tidak pernah kita mempertanyakan hal ini dalam hati kita yaitu, “mengapa manusia begitu berharga di mata Allah, dan mengapa Allah begitu mengasihi manusia?”.

Bahkan firman Tuhan mencatat di dalam Mazmur 116 :15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Artinya, berharganya manusia dimata Tuhan bukan saja saat manusia itu masih hidup di dunia ini, tetapi kematian manusiapun begitu berharga di mata Tuhan.

Untuk menjawab pertanyaan tadi, kenapa manusia begitu berharga dimata Allah, dan mengapa Allah begitu mengasihi manusia?.

Bisa saja kita menemukan atau mengemukakan begitu banyak alasan untuk menjawab pertanyaan ini, namun satu hal yang menjadi pokok utama, dan itu menjadi jawaban yang tepat atas pertanyaan ini adalah, karena roh manusia adalah roh yang berasal dari Allah dan ditempatkan di dalam diri setiap manusia, dan itulah yang membuat manusia menjadi berharga di mata Allah.

Baca Juga Renungan :

Menjadi Manusia Allah

Jadi roh yang ada pada manusia atau roh manusia itu adalah roh yang berasal dari Allah, dan itu terjadi saat Allah menghembuskan nafas hidup kepada manusia saat pertama kali manusia diciptakan.

Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kejadian inilah merupakan kejadian dimana manusia pertama kali lahir dari Allah, artinya manusia menjadi mahkluk yang hidup. Dan inilah alasan kenapa kita disebut sebagai anak-anak Allah. Jadi karena kita ini adalah anak-anak Allah, maka Allah Bapa di sorga begitu mengasihi kita.

Berharga Di Mata Allah

Renungan Harian Kristen | Berharga Di Mata Allah | renunganhariini.com

Mengerti akan kebenaran ini seharusnya membuat kita menyadari bahwa sesungguhnya sebagai ciptaan Allah, kita sama sekali tidak berhak atas hidup kita. sebab kita ini hanya ciptaan yang harus tunduk sepenuhnya kepada sang pencipta hidup kita yaitu Allah. Jadi dalam hal ini Allah-lah yang berhak sepenuhnya atas kehidupan kita.

Proses penciptaan ini yang harus setiap saat kita ingat dan kita sadari. Maksudnya supaya kita tidak pernah lupa kalau kita ini hanyalah debu tanah yang tidak berarti apa-apa, tetapi menjadi berarti ketika Allah menghembuskan nafas hidup dalam diri kita, dan saat nafas itu dihembuskan oleh Allah maka kita beroleh roh yang berasal dari Allah.

Kalau kita menyadari akan hal ini, maka kita tidak akan mungkin bisa hidup sebagai orang yang sombong. Tetapi pada kenyataannya selama ini dari cara hidup kita menunjukan bahwa kita seakan-akan berhak dan berkuasa atas hidup kita sendiri, atas hidup yang kita miliki ini, dan itu salah satu bukti bahwa kita masih sombong.

Sebagai orang percaya kita harus tetap sadar bahwa kehidupan yang kita jalani di dunia ini tidak akan lebih dari seratus tahun, artinya saat ini kita hanya menjalankan sebuah kehidupan yang sangat singkat, dan pada akhirnya kita akan diperhadapkan dengan apa yang dinamakan kematian, lalu saat waktu itu tiba kita akan kembali menjadi debu tanah.

Firman Tuhan mencatat di dalam, Pengkhotbah 12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Kalau kita hanya kembali menjadi debu tanah tanpa ada konsekuensi apa-apa, bisa saja kita hidup saat ini sesuka hati kita, mau sombong, mau seenaknya hidup menikmati berbagai kesenangan dunia ini dengan segala hawa nafsunya, itu bukan masalah, karena tidak ada konsekuensi yang akan kita hadapi.

Akan tetapi kita harus ingat bahwa tubuh yang berasal dari debu ini memang kembali kepada tanah. Namun roh kita, yaitu roh manusia yang berasal dari pada Allah akan kembali kepada Allah, dan disitulah kita akan mempertanggung jawabkan semua yang sudah kita lakukan di dunia ini dihadapan Allah.

Jadi saat ini yang kita perlu persoalkan adalah, roh kita yang akan kembali kepada Allah, harus didapatkan dalam keadaan sempurna. Kenapa demikian?.

Karena saat Allah menempatkan roh itu kedalam tubuh kita, roh itu dalam keadaan sempurna, artinya tak bercacat tak bercela. Itulah sebabnya roh yang ditempatkan Allah di dalam manusia itu harus kembali kepada Allah dalam keadaan sempurna.

Disinilah letak persoalannya, kenapa sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Allah kita harus menjaga seluruh gerak hidup kita supaya didapatkan tidak bercacat dan tidak bercelah dihadapan Allah.

Bagi setiap orang yang menjaga hidupnya sesuai dengan kehendak Allah, maka setelah rohnya kembali kepada Allah, ia akan tinggal bersama-sama dengan Allah didalam kerejaanNya, akan tetapi bagi orang-orang yang tidak menjaga hidupnya sesuai dengan kehendak Allah dimana rohnya dibiarkan tercemari dengan berbagai keinginan dan hawa nafsu dunia, serta segala hal yang tidak berkenan dihadapan Allah, maka roh itu akan terbuang dari hadapan Allah untuk selama-lamanya. Dan inilah sebuah peristiwa yang sangat mengerihkan.

Baca Juga Renungan :

Jangan Tukar Keselamatanmu Dengan Kebinasaan

Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam, Yakobus 4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

Allah mengingini roh manusia dengan cemburu, karena Allah tidak ingin ada manusia ciptaannya yang binasa, sebab roh manusia itu adalah roh yang berasal dari Allah.

Jadi sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa kalau kita masih hidup saat ini, ada tanggungjawab yang harus kita jaga yaitu, menjaga kepercayaan Allah atas roh kita yang berasal dari Allah, supaya roh ini tetap terjaga sempurna. Itulah kenapa kita harus sempurna sama seperti Allah.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Disebut sempurna sama seperti Bapa di sorga, karena kita adalah anak-anakNya. Dan sebagai anak kita harus menuruti semua aturan dan perintah Bapa.

Sekarang memang kita masih hidup di dunia ini, tetapi kita harus menyadari bahwa kita bukan berasal dari dunia ini. Kita berasal dari Allah Bapa di sorga, karena roh kita berasal dari Allah. Jadi bila saatnya tiba kita akan kembali kepada Allah.

Persoalannya sekarang kita tidak kembali begitu saja lalu secara otomatis bisa masuk dan tinggal di dalam kerajaan Allah Bapa di sorga, akan tetapi saat kita kembali kepada Allah, kita harus bertanggungjawab di hadapan Allah atas semua yang sudah kita lakukan selama di dunia ini.

Firman Tuhan katakan di dalam, I Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Itulah kenapa sebagai orang percaya, sebagai anak-anak Allah, kita harus hidup sungguh-sungguh takut akan Allah, taat kepada perintah Allah, tunduk dalam pengaturan Allah, selama kita hidup di dunia ini.

Baca Juga Renungan :

Mengabdi Kepada Allah

Ini semua merupakan jawaban mengapa orang percaya harus didapatkan berkenan dihadapan Allah. Sebab roh kita adalah roh yang berasal dari Allah, dan roh itulah yang membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Itulah alasan mengapa sebagai manusia kita begitu berharga dimata Allah.

Kiranya kebenaran ini membuat kita terus berjuang untuk menjaga kekudusan hidup, selama kita menumpang di dunia ini, supaya saat kita kembali kepada Allah Bapa di sorga kita didapatkan sempurna sama seperti Bapa yang adalah sempurna.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For BERHARGA DI MATA ALLAH