BERJUANG HIDUP DALAM KEKUDUSAN

RENUNGAN HARIAN 2173 Kali Dibaca

Pernakah kita berpikir sejenak saja untuk apa Allah menciptakan manusia ?, atau secara pribadi kita bertanya “untuk apa Allah menciptakanku ?”. Seandainya tidak ada manusia maka tidak akan pernah ada pertemuan antara Tuhan dengan manusia, tidak akan pernah ada sebuah hubungan yang eksklusif antara manusia dengan sang pencipta yaitu Allah yang kita kenal didalam Yesus Kristus.

Allah menciptakan manusia supaya manusia bisa dijadikan rekan sekerja Allah, bahkan sejak pertama Allah menciptakan manusia, Allah memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada manusia supaya manusia bisa mengelola bumi ini, manusia diberikan amanat agung untuk berkuasa atas bumi yang diciptakan oleh Allah.

Inilah yang firman Tuhan katakan didalam Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Jika kita mau menyadari akan hal ini lalu sejenak saja kita mau merenung siapakah diri kita ini?, sesungguhnya kalau kita mau sadar benar maka kita akan menjadi manusia yang gentar dihadapan Allah, karena ternyata kita ini hanyalah debu tanah yang dibentuk oleh Allah, lalu kemudian Allah berkenan menaruh Roh-Nya didalam kita lewat hembusan nafasNya sehingga kita menjadi manusia seperti saat ini.

Firman Tuhan katakan bahwa kita diciptakan segambar serupa dengan Allah, seperti yang firman Tuhan katakan didalam Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Menerima kepercayaan yang begitu mulia dari Allah, seharusnya manusia menghargai akan kepercayaan yang Allah berikan, tetapi pada kenyataannya manusia lebih memiliki memberontak kepada Allah, yang pada akhirnya membuat manusia jatuh kedalam dosa.

berjuang hidup dalam kekudusan
Setelah jatuh kedalam dosapun, manusia malah bersembunyi dari Allah dan tidak pernah berniat untuk mencari Allah untuk memohon pengampunan, dan sebaliknya Allah-lah yang berinisiatif untuk mencari manusia, ini yang dikatakaan dalam, Kejadian 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

Keadaan inilah yang membuat manusia terbuang dari hadapan Allah bahkan kehilangan kemuliaan Allah, dan sesungguhnya oleh karena dosa manusia seharusnya binasa didalam api kekal, tetapi oleh karena belaskasihanNya Allah kembali menganugerahkan kepada manusia kasih karunia, dengan memberikan anak-Nya yang tunggal menjadi penebus dosa, supaya manusia bisa diperdamaikan dengan Allah.

Kalau kita menyadari akan semuanya ini, maka yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, sebagai orang percaya dengan apa kita bisa membalas akan cinta kasihNya ?. Bahkan kalau harus jujur sampai kita matipun kita tidak akan pernah bisa membalas akan kebaikan Tuhan.

Orang percaya yang mau menyadari akan hal ini maka ia akan berjuang untuk menghargai kasih karunia yang Tuhan berikan dengan cuma-cuma itu, yaitu dengan cara mengejar kekudusan, karena tanpa kekudusan maka kita tidak akan pernah melihat Tuhan. Itulah yang firman Tuhan katakan didalam Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Kalau hal ini sampai terjadi dalam kehidupan orang percaya, itu sama dengan kita telah menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan, dan dampaknya adalah selamanya kita akan terbuang dari hadapan Tuhan. Saat manusia pertama terbuang dari hadapan Tuhan, Allah masih memberi jalan perdamain untuk memperdamaikan manusia dengan diriNya, namun demikian sampai saat ini masih banyak orang percaya yang tidak menghargai anugerahNya yang sudah Ia berikan.

Hal ini bisa kita lihat dari realitas kehidupan ini dimana ada begitu banyak orang percaya yang lebih memilih untuk menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya, dan itu artinya mereka telah memilih untuk menjadi musuh Allah. Tetapi orang-orang yang mau menghargai anugerah Tuhan, akan memilih untuk menjadi sekutunya Tuhan, dan orang-orang seperti ini akan rela untuk membayar harga yang mahal demi mengejar kekudusan Allah, supaya pada akhirnya mereka akan diterima dalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Itulah sebabnya kenapa sebagai orang percaya kita harus, Memiliki Hati Yang Gentar

Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita semua sebagai orang percaya yang mau memilih berjuang untuk hidup dalam kekudusan Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For BERJUANG HIDUP DALAM KEKUDUSAN