BERJUANG MELAWAN KEINGINAN DIRI SENDIRI

RENUNGAN HARIAN 2275 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianBerjuang Melawan Keinginan Diri Sendiri. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini berjudul, Berjuang Melawan Keinginan Diri Sendiri.

Saudaraku, kalau kita belajar kebenaran firman Tuhan dengan teliti maka kita tahu bahwa sejak semula manusia diberikan kehendak bebas oleh Allah. Sebab Allah menciptakan manusia dengan tujuan, supaya manusia berkuasa atas semua yang Allah ciptakan diatas seluruh bumi. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Jadi sejak semula Allah telah memberi kuasa untuk manusia, supaya manusia berkuasa atas apa yang Allah ciptakan di bumi, dan itu merupakan kehendak bebas. Artinya bebas berkuasa atas semua yang Allah ciptakan di bumi. Kalau kita baca di dalam;

Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Saudaraku, disini kita perlu melihat landasan pengertian kebebasan kehendak yang diberikan Allah kepada manusia dengan benar. Kalau kita baca kebenaran firman Tuhan di dalam;

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Artinya dalam kehendak bebas yang diberikan Allah itu, manusia pada akhirnya harus diperhadapkan pada pilihan, atau dengan kata lain manusia harus memilih antara kehidupan dan kematian. Jadi kebebasan kehendak yang Allah berikan itu bukan tanpa pilihan, sebab dalam kebebasan kehendak yang diberikan itu ada pilihan, apakah manusia mau taat kepada Allah, menuruti perintah Allah, atau tidak taat.

Berjuang Melawan Keinginan Diri Sendiri

Renungan Harian Kristen : Berjuang Melawan Keinginan Diri Sendiri | Renunganhariini.com

Jadi dalam pengertian bebas disini, Allah membiarkan manusia menentukan sendiri mana yang akan dipilih, tanpa ada campur tangan atau intervensi dari pihak manapun. Dan didalam pengertian bebas yang benar, Allah juga tidak menghalangi ketika ular yang merupakan gambaran dari iblis mencobai manusia, supaya manusia melanggar apa yang sudah dilarang oleh Allah, seperti yang dikatakan firman Tuhan diatas (Kejadian 2:17).

Apa yang terjadi kemudian adalah, manusia menyalahgunakan kehendak bebas yang diberikan Allah. Hal ini terbukti, dimana manusia lebih memilih untuk mengikuti pemahaman dan pengertian iblis, dari pada menuruti perintah Allah. Kalau kita baca apa yang ditulis di dalam;

Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Dari kebenaran ini, kita bisa melihat bahwa sebelum memakan dari buah pohon yang dilarang oleh Allah itu, sudah ada pertimbangan terlebih dahulu, barulah mereka mengambil keputusan untuk memakan buah itu.

Pertimbangannya antara lain, buah pohon itu baik untuk dimakan, sedap kelihatannya, pohon itu menarik hati karena memberi pengertian, barulah buah pohon itu diambil dan dimakan.

Jadi keputusan untuk memakan buah pohon yang dilarang oleh Allah itu adalah keputusan berdasarkan pertimbangan manusia sendiri. Pertimbangan berdasarkan pilihan yang menyetujui pemahaman dan pengertian yang diberikan oleh iblis dan pada akhirnya melahirkan keinginan di dalam hati.

Sekarang kita bisa mengerti bahwa, walaupun ada nasehat, ada peringatan atau teguran yang diberikan oleh Allah, tetapi keputusan akhir ada pada pilihan manusia sendiri saat itu.

Dan keputusan itulah yang yang tidak dapat dibatalkan sampai saat ini, dan sampai saat ini juga manusia selalu lebih memilih untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan dirinya sendiri, hidup menuruti pikiran dan kehendak diri sendiri.

Padahal landasan keinginan itu lahir dari pemahaman dan pengertian yang salah yang diberikan oleh iblis, tetapi itulah pilihan atas dasar kebebasan kehendak.

Hal inilah yang membuat firman Tuhan katakan bahwa manusia dicobai oleh keinginannya sendiri dan bukan oleh Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yakobus 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Hal ini jugalah yang di katakan oleh Paulus untuk mengingatkan kita, jangan sampai pikiran kita disesatkan dari kesetiaan kita yang sejati kepada Kristus menjadi berubah.

II Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. 11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Itulah kenapa, sebagai orang percaya, kita harus sungguh-sungguh mau berjuang untuk melawan setiap keinginan yang timbul di dalam hati kita, hanya karena terpikat dengan begitu banyak tawaran-tawaran dunia yang terlihat begitu menyenangkan, dan pada akhirnya kita berpikir semua itu dapat memuaskan hawa nafsu kedagingan kita, lalu kita melakukan semua itu tanpa memikirkan masa depan kehidupan kita di kekekalan.

Dari kebenaran diatas kita juga bisa mengerti bahwa sesungguhnya tidak ada satupun rancangan yang Allah buat, menjadi penyebab manusia jatuh dalam dosa dan melakukan kejahatan, sebab bukan Allah yang mengendalikan keinginan manusia, tetapi manusialah yang mengendalikan dirinya sendiri.

Manusialah yang berinisiatif untuk melanggar perintah dan larangan Allah, oleh sebab itu manusia harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Dari kebenaran ini, kita bisa mengerti bahwa kalau kita tidak bisa mengontrol setiap gerak pikiran dan keinginan kita, supaya hidup sesuai dengan pikiran dan keinginan Allah, maka masa depan kehidupan kita dikekekalan nanti akan berakhir tragis, yaitu akan terbuang ke dalam kegelapan abadi.

Kenapa demikian?, karena orang yang tidak hidup mengikuti perintah Allah, keinginan Allah, itu artinya apapun yang dilakukannya adalah kinginan iblis, dan mengikuti keinginan iblis berarti binasa di kekekalan. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Dua Model Penuaian Di Akhir Zaman

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For BERJUANG MELAWAN KEINGINAN DIRI SENDIRI