BERJUANG UNTUK HIDUP BERKENAN

RENUNGAN HARIAN 783 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianBerjuang Untuk Hidup Berkenan. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah; Berjuang Untuk Hidup Berkenan.

Saudaraku, kalau ada perjuangan dalam hidup ini yang dipandang sebagai hal yang paling penting atau hal yang terpenting, maka kita harus memandang bahwa berjuang untuk hidup berkenan di hadapan Allah Bapa di sorga adalah hal yang paling penting atau yang terpenting melebihi persoalan hidup apapun dalam hidup kita saat ini.

Saya katakan demikian, karena seringkali tanpa sadar kita selalu menganggap bahwa hal berkenan dihadapan Allah Bapa di sorga masih bisa di tunda. Itulah yang membuat seringkali kita mengesampingkan persoalan ini, dan mengutamakan persoalan yang lain, yang sesungguhnya tidak memiliki nilai atau dampak kekekalan.

Sejatinya, sebagai orang percaya yang mengerti akan kebenaran firman Tuhan, dimana kita tahu dibalik kematian nanti kita akan menghadap takhta pengadilan Allah, maka kita harus memandang bahwa hal berkenan dihadapan Bapa di sorga ini adalah hal yang sangat penting dan sangat mendesak. Saya harus katakan demikian karena, kita tidak pernah tahu masih berapa lama lagi waktu hidup kita di dunia ini.

Persoalannya adalah, seringkali kita memandang persoalan ekonomi, makan, minum, dan pakai, sebagai persoalan yang paling penting dan mendesak. Hal itulah yang membuat  kita tidak serius memperkarakan persoalan hidup yang berkenan dihadapan Allah Bapa ini. Padahal hal berkenan dihadapan Bapa di sorga ini menyangkut masa depan kehidupan kita di kekekalan nanti.

Kita tidak boleh memiliki cara berpikir yang salah, dimana kita seringkaali menganggap bahwa Allah itu baik, penuh kasih, dan sabar, jadi untuk persoalan berkenan ini bisa ditunda dulu sebab Allah pasti mengerti dan akan memberikan toleransi terhadap hal ini.

Pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang menyesatkan, sebab Allah tidak akan menunda waktu-Nya hanya untuk mengikuti pemikiran kita yang tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh Allah.

Kita juga tidak boleh memiliki prinsip, yang penting kita tidak menjadi orang jahat, yang penting kita rajin ke gereja setiap hari minggu, maka hal itu sudah cukup membuat kita menjadi orang kristen yang baik. Sebab dalam hal ini kita harus menyadari bahwa menjadi orang percaya itu panggilannya atau tuntutannya, bukan sekedar menjadi orang baik menurut standar orang-orang dunia pada umumnya. Panggilan kita sebagai orang percaya adalah, harus sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna. Ini adalah standar perkenanan kita di hadapan Allah Bapa di sorga.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Persoalannya sekarang adalah, kalau kita menunda untuk memperkarakan apakah kita sudah layak dan berkenan di hadapan Allah Bapa di sorga atau belum, maka yang akan terjadi kemudian adalah, lama kelamaan kita akan menganggap hal perkenanan kita dihadapan Bapa di sorga ini sebagai hal biasa. Dan itulah yang menyesatkaan kita, sebab pada akhirnya akan berujung pada suatu keadaan dimana kita tidak mampu lagi untuk bertobat dan kembali kepada Allah.

Kenapa demikian?. Karena kuasa kegelapan akan terus menggiring kita untuk lebih memperhatikan perkara-perkara fana, yang sama sekali tidak memiliki nilai atau dampak pada kehidupan kita di kekekalan nanti.

Karena mata hati kita sudah terlanjur dibutakan oleh perkara-perkara dunia tersebut, maka kita akan berpikir bahwa masalah ekonomi, makan, minum dan pakai merupakan hal penting buat kehidupan kita setiap hari, dan itu harus terpenuhi.

Ingat saudaraku, kita tidak boleh tertipu dengan persoalan-persoalan seperti itu. Sebab kalau hanya persoalan ekonomi, makan, minum, dan pakai, semuanya itu bagian dari tanggung jawab kita. Artinya asal kita mau bekerja keras, maka semuanya itu akan tercukupi. Sebab sesungguhnya seperti firman Tuhan katakan dalam;

I Timotius  6 :8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Ini artinya, tidak ada hal lain yang lebih utama dari persoalan perkenanan kita di hadapan Bapa di sorga, dan hal itulah yang harus kita perkarakan dengan serius.

Berjuang Untuk Hidup Berkenan

Renungan Harian : Berjuang Untuk Hidup Berkenan | Renunganhariini.com

Persoalannya adalah kita sudah terlanjur membiasakan diri dengan tidak merasa cukup, sebab yang kita inginkan adalah berkecukupan atau berkelebihan. Keinginan inilah yang menjerat kita sehingga kita tidak pernah puas dan merasa cukup dengan apa yang ada pada kita. Seperti yang firman Tuhan katakan diatas, asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Hal lain yang membuat kita tidak memperkarakan persoalan perkenanan kita dihadapan Bapa yaitu, kita sudah terlanjur menerima pengajaran yang salah, dimana kita telah memiliki prinsip kalau sudah terima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, itu berarti nanti mati pun pasti akan masuk sorga.

Disini yang perlu kita sadari adalah, keselamatan itu sudah diberikan, tetapi persoalan diterima atau ditolak oleh Allah itu, kita belum mengetahuinya. Kenapa?, sebab kita belum menghadap takhta pengadilan Allah. Namun demikian Tuhan Yesus sudah memberikan kunci Kerajaan Allah itu bagi kita supaya kita pasti diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga yaitu dengan cara, hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, selama kita masih hidup di dunia sekarang. Ini kunci untuk masuk Kerajaan Allah.

Oleh sebab itu, saat ini kita harus terus memeriksa diri kita, dan menguji diri kita, apakah kita sudah benar-benar hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga atau belum. Sebab kalau belum, maka kita tidak mungkin berkenan kepada Allah. Sekalipun kita adalah orang percaya. Kalau hidup kita tidak berkenan kepada Allah maka mustahil kita bisa diterima didalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Efesus 5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

Jadi kalau kita tetap di dalam iman, kalau kita tahu Yesus ada di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia, maka kita tidak mungkin hidup di luar perintah Tuhan. Sebab kalau Yesus ada di dalam kita, maka kita harus hidup sama seperti Kristus telah hidup yaitu melakukan kehendak Allah Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Dengan memeriksa cara hidup kita dari hari lepas hari apakah kita sudah melakukan kehendak Allah atau belum, maka sesungguhnya kita sudah bisa merasakan, apakah hidup kita ini sudah layak dihadapan Allah Bapa di sorga atau belum.

Itulah kenapa saya terus paksa saudara, supaya kita semua mau berjuang untuk mempersoalkan masalah perkenanan kita di hadapan Tuhan. Memang benar kita sudah ditebus, tetapi keselamatan harus dikerjakan. Kalau kita tidak serius mengerjakan keselamatan yang sudah Tuhan berikan dengan cuma-cuma, yaitu apabila kita tidak berjuang untuk memerangi karakter dosa yang masih melekat dalam diri kita, maka kita tidak mungkin bisa berkenan di hadapan Allah.

Orang yang menghargai anugerah keselamatan yang sudah Allah berikan, pasti akan berjuang keras untuk mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar.

Untuk hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga itu tidak mudah. Itulah kenapa kita harus membayar harga untuk terus belajar kebenaran firman Tuhan dengan tekun, supaya kita semakin mengerti apa yang Allah kehendaki, yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.

Supaya kita bisa hidup melakukan kehendak Allah dengan sempurna, maka kita harus mengerti dengan benar apa itu lapar dan haus akan kebenaran. Sebab orang yang tidak memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran, maka ia tidak akan memaksa dirinya berjuang, untuk  terus hidup melakukan kehendak Allah.

Sudah sering saya katakan, tidak ada jaminan bahwa seseorang yang sudah terlibat dalam pelayanan di gereja, seperti menjadi majelis gereja, penatua, worship leader, singer, dan lain sebagainya, bahkan pendeta sekalipun, kalau mati lalu pasti diterima dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga.

Kalau ada yang berpikir seperti itu, maka pikirannya telah menyesatkan dia. Sebab standar perkenanan kita dihadapan Allah adalah, melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Dan itulah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita selama Tuhan Yesus masih hidup di dunia ini. Oleh sebab itu berulangkali saya katakan kita harus berjuang, supaya tidak lagi hidup di dalam dosa.

Ingat dosa itu adalah, segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup ini, baik itu sikap, tindakan, perkataan, bahkan pikiran dan perasaan kita, yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan, maka itu adalah dosa.

Kita harus selalu sadar bahwa upah dosa adalah maut. Untuk persoalan perkenanan dihadapan Allah Bapa di sorga ini, Paulus sendiri gentar untuk hal yang satu ini, sebab ia sendiri takut jangan sampai ia juga ditolak oleh Tuhan. Itulah yang Paulus katakan di dalam;

I Korintus  9 :27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Menjadi berkenan dihadapan Bapa itu selalu saya katakan perlu perjuangan, akan tetapi Bapa di sorga tidak membiarkan kita berjuang sendiri. Itulah kenapa Bapa memberikan Roh-Nya yaitu Roh Kudus, sebagai penolong yang setia untuk terus mengingatkan kita, menolong kita dan memberi kekuatan kepada kita supaya kita hidup melakukan kehendak Bapa.

Persoalannya adalah apakah kita mau tunduk dalam pimpinan Roh Kudus atau tidak. Sebab kalau kita tidak memberi diri untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus maka kita tidak mungkin hidup melakukan kehendak Bapa.

Kiranya kebenaran ini semakin menyadarkan kita, betapa pentingnya kita memperkarakan persoalan perkenanan kita dihadapan Allah Bapa di sorga melebihi persoalan hidup apapun. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Bahaya Dunia Akhir Zaman

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

Related For BERJUANG UNTUK HIDUP BERKENAN