BERKENAN DI HADAPAN ALLAH BAPA

renungan hari ini

Renunganhariini.com – Renungan Harian: Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Saat ini sejujurnya kita lebih mengarahkan fokus hidup kita untuk mengejar apa yang menjadi keinginan dan kesenangan diri yang sementara, sehingga kita tidak pernah menyadari bahwa ada hal yang lebih penting yang harus kita kejar, yang harus kita utamakan lebih dari apa pun.

Menjadi orang percaya yang benar, menjadi orang kristen yang sejati, sesungguhnya fokus hidup kita sudah bukan lagi dunia ini dengan segala kesenangannya. Sebab yang harus kita perkarakan, yang harus kita kejar adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah Bapa di surga. Ini harus menjadi persoalan serius yang harus kita perkarakan, sebab hal ini bernilai kekal.

Perjuangan kita sebagai orang percaya tidak boleh lagi ditujukan kepada perkara-perkara yang sementara dan sia-sia. Sebab kalau kita hanya mengejar perkara-perkara yang sifatnya hanya sementara maka hidup kita sebagai orang percaya pun menjadi sia-sia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan dalam;

Kolose 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Mengapa kita harus memikirkan perkara yang di atas dan bukan yang di bumi?, sebab semua yang ada di bumi ini sifatnya hanya sementara, sementara perkara yang di atas, yaitu Kerajaan Allah, itu bernilai kekal.

Itulah kenapa saat Tuhan Yesus ada di dunia ini, Ia sama sekali tidak pernah memikirkan perkara-perkara dunia ini. Bahkan saat dunia ini ditawarkan oleh iblis kepada Tuhan Yesus, Ia sama sekali tidak tertarik dengan tawaran itu. Padahal yang ditawarkan itu kelihatan dan bisa dinikmati, tetapi Tuhan Yesus menolaknya dengan tegas.

renungan hari ini
renunganhariini.com : Berkenan Di Hadapan Allah Bapa

Menolak apa yang ditawarkan oleh iblis adalah bentuk ketaatan Tuhan Yesus secara penuh kepada Allah Bapa di surga. Dan ketaatan seperti itulah yang juga harus nyata di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Hidup penuh ketaatan itulah yang membuat Allah Bapa begitu mengasihi Tuhan Yesus, sehingga Bapa pun berkata seperti yang ditulis di dalam;

Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Sesungguhnya pengakuan seperti inilah yang harus kita kejar, yang harus kita utamakan, supaya pada saatnya kita pun bisa diakui oleh Allah Bapa di surga sebagai anak yang dikasihi oleh Bapa.

Tentu perjuangannya tidak mudah, karena untuk menjadi anak yang dikasihi oleh Allah Bapa, menjadi anak yang berkenan kepada Bapa di surga maka kita harus membayar harga yang mahal, dan harganya adalah tidak boleh lagi mencintai dunia ini dengan segala kesenangannya, tidak boleh mengasihi dunia ini dengan apa yang ada di dalamnya. Dan itulah cara hidup yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita.

Saudaraku, jangan sia-siakan lagi kesempatan hidup kita saat ini hanya untuk kenikmatan dunia, tetapi berjuanglah, kejarlah apa yang akan membawa kita supaya bisa diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di surga. Dan bila saat itu tiba, kiranya kita bisa mendengar Bapa berkata; Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin mengerti dan semakin menyadari tujuan hidup kekristenan kita yang sesungguhnya. Sebab tujuan hidup kekristenan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita ditemukan menjadi anak-anak Allah yang berkenan di hadapan Allah Bapa di Surga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan : Menjadi Anak Allah Tidak Otomatis

Dengar Renungan Audio : Hatimu Untuk Siapa

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *