BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP YANG DIPERCAYAKAN ALLAH

RENUNGAN HARIAN 2251 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianBertanggung Jawab Atas Hidup Yang Dipercayakan Allah. Syalom saudaraku Yang Tuhan Yesus kasihi. Renungan hari ini adalah, Bertanggung Jawab Atas Hidup Yang Dipercayakan Allah.

Saudaraku, mari kita membuka hati dan pikiran kita, lalu kita berpikir secara jernih dan secara benar, untuk menjawab akan pertanyaan ini; “Masih berhakkah kita atas hidup yang kita miliki saat ini?”.

Kenapa saya katakan kita harus berpikir secara jernih dan secara benar untuk menjawab pertanyaan ini?. Karena pada kenyataannya cara hidup kita sebagai orang percaya masih menunjukan seolah-olah kita berhak atas hidup kita, seolah-olah kita masih memiliki hidup kita.

Kalau kita masih menjadi bagian dari orang percaya yang memiliki pemikiran seperti ini, maka itu menunjukan bahwa kita tidak sungguh-sungguh belajar firman Tuhan dengan benar. Saya katakan ini sebab firman Tuhan katakan di dalam;

I Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kebenaran ini seharusnya membuat kita menyadari bahwa bukan kita lagi yang menjadi pemilik hidup ini, tetapi kepemilikan hidup ini telah sepenuhnya menjadi milik Allah, sebab kepemilikkan hidup kita sudah dibayar lunas. Jadi kita sama sekali sudah tidak berhak lagi atas hidup kita, sebab itu hidup kita ini bukan milik kita lagi, tetapi milik Allah.

Bertanggung Jawab Atas Hidup Yang Dipercayakan Allah

Renungan Harian Kristen | Bertanggung Jawab Atas Hidup Yang Dipercayakan Allah | renunganhariini.com

Sampai disini, saya ingin mengajak kita semua untuk berpikir dengan benar bahwa, pernahkah kita memiliki hidup?. Kalau mau dijawab dengan jujur, kita sama sekali tidak pernah memiliki hidup, sebab kita ini hanya dipercayakan hidup oleh Allah.

Kenapa demikian?. Mari kita sadari bahwa sebagai manusia, kita ada didunia ini karena diciptakan oleh Allah. Jadi sejak manusia diciptakan oleh Allah, itu berarti hidup kita sebagai manusiapun sepenuhnya milik Allah, sebab kita tidak ada dengan sendirinya, tetapi kita ada karena Allah yang menciptakan. Dibentuk dari debu tanah, lalu kemudian Allah menghembuskan nafas hidup milik-Nya kedalam hidung manusia ciptaannya, maka jadilah kita sebagai mahkluk hidup, yaitu manusia ciptaan Allah.

Jadi pahami dulu bahwa sejak pertama manusia diciptakan, hidup manusia itu adalah miliki Allah, bukan milik dirinya sendiri. Yang terjadi kemudian adalah manusia pada akhirnya memberontak kepada Allah, sehingga jatuhlah manusia ke dalam dosa.

Kejatuhan manusia ke dalam dosa inilah, yang akhirnya membuat manusia menjadi milik kuasa kegelapan yaitu iblis. Sebab saat manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia terbuang dari hadapan Allah, bahkan firman Tuhan katakan bahwa manusia telah kehilangan kemuliaan Allah.

Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Jadi bila kita urut rentetan peristiwanya, maka kita akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kita itu tidak pernah memiliki hidup kita sendiri, karena sesungguh sejak semula kita adalah milik Allah, lalu kemudian jatuh dalam dosa dan menjadi milik iblis.

Baca Juga Renungan :

Anak Allah Dan Anak Iblis

Dalam kepemilikan iblis inilah manusia hidup menurut keinginannya sendiri, hidup menurut hawa nafsu dunia, dan selalu berusaha untuk memuaskan dirinya dengan berbagai kesenangan dunia yang iblis tawarkan. Inilah yang membuat manusia lupa diri, dan tidak pernah berpikir lagi bahwa sebenarnya iblis sedang menggiringnya ke dalam kebinasaan.

Kenapa demikian?, sebab iblis tahu kalau sudah tiba waktunya penghakiman, maka ia akan menerima hukuman, yaitu terbuang kedalam api neraka sampai selama-lamanya, itulah kenapa iblis berusaha supaya manusiapun bisa binasa di dalam api neraka.

Kita harus bersyukur, sebab oleh kasih karunia Allah, manusia mendapat anugerah yang luar biasa, dimana hidup manusia kembali ditebus lewat korban Kristus diatas kayu salib. Sebab jika tidak ada penebusan maka manusia hanya menunggu waktu untuk dibuang ke neraka bersama-sama dengan iblis. Namun Allah yang penuh dengan belas kasihan tidak ingin melihat ciptaannya binasa di dalam kekekalan, oleh sebab itu lewat korban Kristus Allah menyatakan kasih setiaNya.

Sayangnya manusia sudah terlanjur lama di didik oleh gaya hidup dunia, sehingga cara hidup manusia menunjukan bahwa ia berhak atas hidup yang dimilikinya. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Saudaraku, Penebusan itulah yang menjadikan manusia kembali menjadi milik Allah. Jadi sejak semula sesungguhnya kita tidak pernah memiliki hidup. Berawal dari milik Allah, kemudian menjadi milik iblis karena jatuh dalam dosa, sekarangpun kembali menjadi milik Allah lewat penebusan oleh kematian Kristus diatas kayu salib.

Jadi hidup kita ini adalah hidup yang dipercayakan oleh Allah. Oleh sebab itu kalau kita hidup saat ini, maka kita harus hidup sesuai kehendak Allah, dan bukan hidup mengikuti keinginan hati kita sendiri, karena hidup kita ini bukan milik kita.

Mengerti akan hal ini, seharusnya sebagai orang percaya kita harus benar-benar bertanggung atas hidup yang dipercayakan Allah kepada kita. Jadi kalau kita hidup saat ini, itu artinya kita sedang menjalankan sebuah roda kehidupan yang sesungguhnya milik Allah. Ibarat sebuah pemerintahan, kita ini adalah pemerintah daerah yang diberi tanggung jawab untuk mengurus roda pemerintahan di daerah, namun selalu memberi pertanggungjawaban kepada pemerintah pusat.

Hal ini sama dengan kehidupan kita sebagai orang percaya, dimana kita hanya diberikan kepercayaan oleh Allah untuk mengelola hidup ini sesuai dengan kehendak Allah, jadi kita tidak boleh merasa memiliki hidup ini.

Orang-orang yang masih merasa memiliki hidupnya sendiri, yang mau menjalankan roda kehidupannya sesuai dengan keinginan diri sendiri, itu artinya ia tidak mengakui Allah sebagai pemilik hidupnya, dan kalau bukan Allah yang menjadi pemilik hidupnya, maka iblis-lah yang menjadi pemilik hidupnya, dan itu juga artinya perjalanan hidupnya sedang menuju api kekal.

Saudaraku, jika demikian, masihkah kita mau hidup menuruti keinginan hati kita sendiri?. Kalau kita masih melakukan itu, berarti kita telah mencuri hidup yang menjadi kepunyaan Allah.

Sadarlah mulai saat juga, dan kembalilah kepada Allah. Serahkanlah seluruh hidupmu kepadaNya, sebab hidupmu adalah sepenuhnya milik Allah. Ingat, Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan, itulah yang firman Tuhan katakan;

Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Baca Juga Renungan :

Menabur Sekarang Menuai Di Kekekalan

Jadi apapun yang kita perbuat saat ini, semuanya itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, dan tidak ada seorangpun yang akan bisa menghindar dari penghakiman Allah.

II Korintus 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Itulah kenapa kita harus sadar saat ini, bahwa hidup yang kita miliki saat ini adalah hidup yang dipercayakan Allah kepada kita, supaya kita hidup sesuai dengan kehendakNya, dan orang-orang yang hidup sesuai dengan kehendak Allah, akan tinggal bersama-sama dengan Allah di dalam kekekalan dalam kemuliaanNya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Berjuang Untuk Berkenan

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP YANG DIPERCAYAKAN ALLAH