CIRI ORANG PERCAYA YANG TERHILANG

RENUNGAN HARIAN 1793 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianCiri Orang Percaya Yang Terhilang. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita hari ini adalah, Ciri Orang Percaya Yang Terhilang.

Saudaraku kalau kita membaca kebenaran firman Tuhan tentang anak bungsu yang hilang dalam (Lukas 15:11 – 32), maka ada sebuah gambaran dari keinginan hati yang begitu jelas yang bisa kita lihat yaitu, sebagai seorang anak ia tidak ingin hidupnya didominasi oleh orang tuannya, atau dengan kata lain ia tidak ingin hidup didalam penundukan diri dan hidup didalam kedaulatan orang tuanya.

Karena keinginan hatinya yang begitu keras, tidak mau hidup dalam dominasi oleh pengaturan orang tuanya, maka ia meminta warisan yang ia rasa menjadi haknya dan memilih untuk hidup bebas tanpa pengawasan orang tuanya, lalu menghabiskan hartanya dengan cara hidup yang dipandangnya dapat memberi kebahagiaan bagi dirinya.

Cara hidup dari anak bungsu yang hilang ini, sebenarnya secara tidak langsung banyak sekali terjadi dalam kehidupan orang percaya atau banyak anak-anak Tuhan saat ini, namun mereka tidak pernah menyadarinya. Hal ini terjadi karena konsep berpikir mereka sudah terlanjur salah, dimana mereka berpikir bahwa anak yang terhilang itu sama dengan orang kristen yang tidak ke gereja dan selalu hidup melakukan pelanggaran moral umum, dan itu dipandang sebagai anak Tuhan yang terhilang karena sudah meninggalkan Tuhan.

Sebaliknya orang-orang seperti ini akan merasa bahwa mereka tidak pernah meinggalkan Tuhan, karena setiap hari minggu tetap pergi ke gereja, terlibat dalam berbagai aktifitas kegiatan rohani, tidak melakukan pelanggaran moral umum, sehingga mereka merasa bahwa cara hidup kekristenan yang mereka jalani sudah sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Dengan kata lain, kalau sudah ke gereja, sudah terlibat dalam aktifitas kegiatan rohani, itu artinya sudah bertobat.

Ini merupakan cara berpikir yang keliru, sebab bertobat itu bukan hanya sekedar yang tadinya tidak ke gereja sekarang ke gereja, yang tadinya suka judi sekarang sudah tidak judi lagi, yang tadinya suka mabuk sekarang sudah tidak mabuk lagi, yang tadinya suka melakukan perzinahan sekarang sudah tidak melakukannya lagi, yang tadinya suka melakukan pelanggaran moral umum sekarang sudah tidak melakukan lagi.

Kita harus menyadari dan mengerti dengan benar bahwa pertobatan yang Tuhan inginkan lebih dari itu semua. Artinya setiap kita sebagai orang percaya harus menyadari bahwa disaat kita mengaku percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat hidup kita, maka secara otomatis seluruh wilayah hidup kita sudah harus diserahkan kepada Tuhan sepenuhnya, dan hidup kita sepenuhnya harus berada dalam dominasi Tuhan, atau dengan kata lain hidup kita sudah menjadi milik Tuhan.

Menjadi milik Tuhan artinya kita tidak berhak lagi hidup mengikuti keinginan diri sendiri, tetapi kita harus hidup mengikuti apa yang menjadi keinginan Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kalau hidup kita sudah dibeli, artinya kita telah kehilangan hak untuk menjalankan hidup menuruti kehendak diri sendiri. Sebab hak hidup itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Itu artinya, kalau kita masih tetap hidup di dunia ini, maka seluruh gerak hidup kita harus sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Itulah yang dinamakan hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, dan untuk hormat kemuliaan Tuhan.

Ciri Orang Percaya Yang Terhilang

Renungan Harian Kristen : Ciri Orang Percaya Yang Terhilang | Renunganhariini.com

Jadi sekalipun kita menjalankan hidup sebagai orang percaya yang terlihat begitu rajin ke gereja, banyak terlibat dalam aktifitas kegiatan rohani, ikut pelayanan sebagai WL, Singer, majelis gereja, dan lain sebagainya, tetapi kalau kita masih tetap hidup menuruti semua keinginan diri sendiri, maka sesungguhnya kita masih menjadi anak yang terhilang.

Itulah kenapa pada hari terakhir nanti ada begitu banyak orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, selalu menyebut dan memamnggil nama Tuhan, banyak melakukan berbagai mujizat, tetapi tetap tidak akan dikenal oleh Tuhan. Tuhan akan berkata kepada orang-orang seperti ini “Aku tidak mengenal engkau”.

Matius 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Jadi sekarang kita harus mulai memeriksa diri kita, apakah kita sudah benar-benar hidup dalam kedaulatan Allah sepenuhnya atau masih hidup mengikuti keinginan diri sendiri. Selama kita masih hidup mengikuti keinginan diri sendiri, hal itu sama dengan hidup dalam pemerintahan diri sendiri, dan itu berarti kita masih tergolong sebagai anak yang terhilang.

Kalau dipandang dari sudut hidup keberagamaan, maka kita tetap orang kristen, apalagi masih rajin pergi ke gereja, tetapi dari cara hidup kita setiap hari masih menggambarkan kalau kita tidak bersedia hidup dalam kedaulatan Allah. Tidak bersedia hidup dalam pengawasan dan kontrol Allah.

Adapun ciri dari orang percaya yang masih menjadi anak yang terhilang antara lain, masih hidup dalam penguasaan diri sendiri, merasa memiliki apa yang dimilikinya, menggunakan segenap waktu hidup, uang, tenaga, pikiran, hanya untuk kepuasan diri sendiri sesuai dengan hasrat hati yang penuh dengan hawa nafsu duniawi.

Kita harus menyadari akan hal ini sebelum terlambat. Kita harus memeriksa diri dengan sungguh-sungguh dan temukan apakah kita sudah memberi hidup kita sepenuhnya dalam penguasaan Tuhan atau belum. Jika belum maka kita harus bertobat dan kembali kepada Tuhan sekarang juga sebelum terlambat.

Bertobat artinya, kesediaan kita untuk datang membawa segenap hidup kita ini kepada Allah Bapa di sorga, dan bersedia untuk hidup sepenuhnya dalam penguasaan Allah dan dominasi Allah sepunuhnya.

Kalau kita melihat akhir dari kisah hidup anak bungsu yang hilang, maka kita akan menemukan ada penyesalan yang paling dalam, sehingga sebelum ia kembali kepada bapanya ia sudah berpikir untuk menyampaikan rasa penyesalannya itu dengan sebuah pengakuan bahwa ia telah berdosa, bahkan ia rela kalau bapanya harus menjadikan dia sebagai orang upahan.

Lukas 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Ada sebuah penyesalan yang mendalam bahwa tindakan yang dilakukannya selama ini salah, sehingga ia merasa tidak layak disebut sebagai anak bapanya. Tetapi disini  kita bisa melihat belas kasih hati seorang bapa, seperti yang ditulis didalam;

Lukas 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Disini kita melihat bahwa bapanya tidak melihat akan kesalahannya, sebab yang terpenting adalah ia mau mengakui kesalahannya dengan cara kembali kepada bapanya. Dan keputusan untuk kembali kepada bapanya membuahkan sukacita dan kebahagiaan.

Allah Bapa di sorga saat ini juga sedang menunggu setiap anak-anak-Nya yang terhilang yang mau balik dan datang kepada-Nya, mengakui dan menyesali semua perbuatan dan cara hidup yang salah selama ini, dan percayalah bahwa ia tidak akan mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita, disaat kita mau menyesali semua cara hidup kita yang salah dan mau untuk hidup dalam penurutan akan kehendaknya dan melakukan kehendak-Nya.

Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita dari cara hidup kita yang salah selama ini, dan kita mau mengambil sebuah keputusan hidup yang benar yaitu kembali kepada Allah dan hidup dalam pertobatan seperti yang Allah kehendaki. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga Renungan : Ciri Kehidupan Orang Percaya Yang Benar

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com  

tags: , ,

Related For CIRI ORANG PERCAYA YANG TERHILANG