DAMPAK DARI KEINGINAN HATI

RENUNGAN HARIAN 1883 Kali Dibaca

Renungan Harian – Kamis, 29 Januari 2015. Dampak Dari Keinginan Hati.

Syalom saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Dalam setiap gerak hidup ini, dari detik ke detik yang berlalu, menit ke menit, jam ke jam, pernahkan kita memikirkan apa dampak dari keinginan hati kita, sebelum kita melakukan sesuatu hal dan apapun itu bentuknya yang akan kita lakukan mengikuti kata hati kita atau mengikuti apa yang kita mau.

Kenapa saya tanyakan, “pernahkah kita memikirkan apa dampak dari keinginan hati kita?”. Sebab setiap tindakan yang kita lakukan dalam hidup ini pasti memberi dampak, sekecil apapun itu dampaknya.

Sederhananya seperti ini, bila kita merasa lapar akhirnya dari dalam hati kita memiliki keinginan untuk makan, dan tentu karena keinginan itu secara otomatis kita akan mencari makanan untuk dimakan, dan keinginan itu timbul karena adanya dorongan dari rasa lapar. Selesai makan kita akan merasakan dampaknya secara nyata yaitu merasa kenyang, tentu ini adalah sebuah dampak yang baik untuk kesehatan tubuh.

Persoalannya sekarang kalau apa yang kita lakukan itu ternyata berdampak buruk bagi kehidupan kita, bahkan dampak dari perbuatan itu tidak dapat diubah dengan cara apapun, maka disinilah sebagai orang percaya kita harus menjadi orang yang berhikmat, apakah perbuatan kita itu berdampak baik atu buruk.

Satu kisah menarik yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita orang percaya adalah kisahnya Esau, yang menukarkan hak kesulungannya hanya dengan semangkok kacang merah.

Kisah ini ditulis didalam, Kejadian 25:29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. 25:30 Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 25:31 Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.” 25:32 Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” 25:33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. 25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa dorongan keinginan hati bisa membuat kita melakukan apa saja yang kita mau, sekalipun apa yang kita lakukan itu ternyata akan berdampak buruk bagi kehidupan kita.

Ilustrasi : Renungan Harian - Dampak Dari Keinginan Hati | renunganhariini.com

Ilustrasi : Renungan Harian – Dampak Dari Keinginan Hati | renunganhariini.com

Kenapa kita mau lakukan itu?, karena yang kita inginkan adalah memuaskan hasrat hati kita tanpa memikirkan didepan apa dampak dari keinginan hati kita bila kita melakukannya.

Itulah yang dilakukan Esau, dimana hanya karena ingin mencicipi semangkok kacang merah, ia rela menjual hak kesulungannya yang begitu berharga, karena hak kesulungan itu tidak dapat dinilai dengan apapun. Firman Tuhan katakan bahwa Esau memandang ringan hak kesulungannya.

Hal ini tentu terbalik dengan cara berpikirnya Yakub, dimana Yakub tentu memandang betapa berharganya hak kesulungan yang dimiliki oleh Esau, sehingga saat Esau menginginkan kacang merah yang dimasak olehnya, Yakub bertindak dengan penuh hikmat, ia meminta Esau untuk menjual dulu hak kesulungannya kepada dia, dan hak kesulungan itu dibayar oleh Yakub hanya dengan semangkok kacang merah.

Cara hidup seperti Esau inilah yang banyak terjadi saat ini dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Seringkali kita lebih suka bertindak mengikuti apa yang menjadi keinginan hati kita, tanpa memikirkan dampak dari perbuatan kita yang mengikuti keinginan hati tersebut.

Banyak orang percaya saat ini seakan tidak lagi perduli dengan kasih karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan cuma-cuma. Kita lebih suka datang kepada dunia dan mengikuti keinginan hati kita untuk menikmati akan kesengan dunia ini, tanpa sedikitpun memikirkan dampaknya kepada kita jika waktu hidup didunia ini telah berakhir.

Itulah yang sering saya katakan, apapun yang akan kita lakukan pikirkanlah bahwa setiap perbuatan kita itu memiliki dampak kekal atau tidak, dan kalau tidak memiliki dampak kekal, jangan pernah melakukan hal itu.

Firman Tuhan ingatkan kita didalam, Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Itulah kenapa sudah seringkali saya ingatkan dalam renungan demi renungan, kita harus menyadari dampak dari keinginan hati kita, karena jangan sampai tidak ada lagi kesempatan untuk kita memperbaiki kesalahan selama kita hidup, bahkan yang juga sering saya katakan sekalipun kita mencucurkan air mata darah, tidak akan sanggup mengubah keputusan Bapa di sorga, bila kita sudah berada dihadapan pengadilan-Nya.

Jadilah anak-anak Tuhan yang selalu mau hidup hanya untuk mempertahankan kasih karunia yang sudah Tuhan berikan, dan orang percaya seperti inilah menjadi gambaran dari orang percaya yang Mau Menderita Bersama Kristus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For DAMPAK DARI KEINGINAN HATI