DUA KEPRIBADIAN

RENUNGAN HARIAN 1191 Kali Dibaca

Renungan hari ini 10 Desember 2013 adalah, Dua Kepribadian. Sebelum renungan ini dibaca, terlebih dahulu mari kita berdoa.

Doa: Bapa yang baik, kami mau membaca renungan ini ya Tuhan, kami mau belajar terus untuk mengerti kebenaran FirmanMu, ajar kami Tuhan akan kebenaranMu, singkapkan kebenaranMu, bagaimana kami mengerti pribadi yang Engkau kehendaki sesungguhnya, supaya hanya ada satu pribadi yang berdiam didalam kehidupan kami, yaitu bagaimana kami melakukan kehendak Bapa, didalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya Amin.

Saat ini semua manusia termasuk orang percaya menjalani hidup ini dengan satu perasaan yang mungkin sama yaitu, setiap orang akan merasa bahwa ia sudah menjalani hidup dengan benar atau sudah pada standar yang normal, tetapi benarkah demikian ?. Karena sesungguhnya setiap orang percaya tidak bisa hidup dengan standar hidup kehidupan manusia pada umumnya, tetapi sebagai orang percaya harus memiliki standar hidup seperti yang Tuhan kehendaki. Saya katakan ini karena ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang dengan mudahnya masih suka untuk meniru standar hidup atau gaya hidup anak-anak dunia pada umumnya.

Kalau kenyataan diatas merupakan standar hidup dari kebanyakan orang pada umumnya, lalu bagaimana dengan standar hidup kita sebagai orang percaya secara pribadi ?. Sebagai orang percaya kita seharusnya mengoreksi diri, dan kita harus mulai berani untuk mencurigai diri kita sendiri, apakah saat ini kita sudah menjalankan hidup dengan tepat atau belum ?. Yang tepat disini tentu yang tepat sesuai standar yang Tuhan mau. Kecurigaan kita terhadap diri sendiri harus dimulai dari apa yang kita ucapkan, apa yang dipikirkan, apa yang diperbuat, apakah semua itu benar sesuai yang Tuhan mau atau tidak ?.

Mengapa kita harus mengoreksi dan mencurigai keadaan diri kita sendiri dalam menjalani hidup ini ?. Karena ketika kita hendak berusaha menjalankan hidup dengan baik dan sempurna menurut standar hidup yang Tuhan kehendaki, disinilah kita akan melihat ternyata ada dua kepribadian yang berbeda didalam diri kita. Hal ini seperti apa yang paulus katakan didalam Roma 7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. 7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. 7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Disini kita harus bisa memahami apa yang Paulus ungkapkan tentang yang baik dan yang tidak baik atau yang jahat. Sebab dalam kebenaran Firman Tuhan yang lain ia katakan bahwa kalau hanya menuruti hukum Taurat maka ia tidak bercacat atau tidak bersalah. Kisah Para Rasul 25:8 Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: “Aku sedikit pun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar.”, contoh lain tentang yang baik dapat kita lihat pada diri orang muda yang kaya yang datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya “Tuhan apa yang harus ku perbuat supaya ku bisa beroleh hidup yang kekal ?”, lalu Tuhan Yesus menyuruh dia untuk melakukan hukum Taurat, dan ia berkata ia sudah melakukannya, dan Tuhan Yesus mengakui itu.

Jadi kalau hanya hidup sesuai standar hukum taurat, masih ada orang-orang yang melakukannya dengan baik, seperti Paulus atau orang muda yang kaya ini. Tetapi baik yang Paulus maksudkan dalam konteks ini bukanlah baik hanya dalam standar hukum Taurat, sebab kalau hanya baik menurut standar hukum Taurat Paulus sudah melakukannya.

Sebagai seorang rasul, atau sebagai seorang anak Tuhan, yang telah belajar kebenaran Tuhan serta memiliki kepekaan akan kehendak Allah, Paulus tentu sudah menemukan standar hidup yang berbeda, dalam hal ini standar ketulusan, kebenaran, serta standar kesucian hidup yang tinggi, namun untuk mencapai standar ini bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini seperti yang Paulus katakan dalam, Roma 7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

Maksudnya begini, seseorang yang mengambil keputusan untuk bertobat dan berubah menjadi baik sesuai dengan standar yang Tuhan kehendaki, dalam hal tertentu ia bisa berubah secara drastis atau secara cepat, misalnya dari seorang yang suka merokok lalu berhenti merokok, dari suka dugem lalu berhenti dugem, dari suka mabuk-mabukan lalu berhenti mabuk, dll, tetapi pada tahap tertentu ketika orang tersebut semakin mengerti kebenaran stadar hidup yang benar menurut standarnya Tuhan, maka dari dalam diri orang tersebut ada pribadinya yang lain yaitu pribadi sebagai manusia lahiriahnya pasti menolak untuk  hidup semakin benar, walaupun manusia batiniahnya kepingin untuk berbuat baik atau kepingin hidup semakin benar sesuai apa yang Tuhan kehendaki.

Sampai dititik ini seringkali orang yang berusaha untuk hidup benar sesuai kehendak Tuhan, akan merasa sepertinya begitu sulit untuk hidup secara benar sesuai dengan apa yang Tuhan mau, padahal yang membuat ia merasa sulit untuk hidup benar itu adalah, kalau tadinya saat pertama kali bertobat ia hanya mengerti kebenaran sangat sedikit, namun dengan berjalannya waktu dari proses kehidupan, pengertian akan kebenaran sesuai standarnya Tuhan itu terus bertambah, dan hal inilah yang membuat seseorang merasa bahawa “kok gak maju-maju ya” atau “kok sulit banget ya berubah lebih baik”.

Kenapa bisa demikian ?. Karena semakin kita mau berusaha untuk hidup benar sesuai standar yang Tuhan mau, maka Tuhan akan membuka mata rohani kita semakin mengerti kebenaran, misalnya begaimana bisa menjadi tulus yang benar-benar tulus. Contohnya, kita menyapa seseorang dengan wajah senyum, tetapi sebenarnya dari dasar hati, senyum yang kita berikan belum benar-benar tulus juga saat kita menyapa orang tersebut, jadi sebenarnya ketulusannya masih seperti basa-basi, kelihatannya tulus tapi sebenarnya masih munafik, kelihatannya jujur tapi sebenarnya tidak benar-benar jujur, kelihatannya rendah hati tapi sebenarnya belum benar-benar rendah hati, dan sebagainya.

Dengan mengerti kebenaran seperti ini maka seringkali kita merasa seperti tidak ada pertumbuhan, seperti tidak ada kemajuan dalam standar hidup yang lebih baik sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, padahal sebenarnya bertumbuh juga, tetapi semakin banyak mengerti kebenaran maka kita akan merasa “kok sulit ya untuk menjadi sempurna”.

Inilah yang sebenarnya menjadi pergumulan berat bagi setiap orang percaya atau anak-anak Tuhan yang mau benar-benar hidup benar sesuai dengan standar Tuhan, karena setiap orang percaya harus terus bertumbuh sampai pada titik kesempurnaan, seperti apa yang Firman Tuhan katakan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

Jadi ini yang Paulus maksudkan, Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi masih tetap meleset atau belum tepat seperti yang Tuhan mau. Itulah sebabnya untuk menjadi benar sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki maka setiap orang percaya harus berani untuk membayar harga dan mau terus berjuang untuk mencapai standar Tuhan yaitu hidup berkenan.

Dari kebenaran ini kita bisa mengerti, bahwa yang mau sungguh-sungguh bertobat dan hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau saja sulit, bagaimana jadinya kalau orang percaya yang hanya berpikir, keselamatan itu kan anugerah, ingat anugerah itu harus diresponi.

Pertanyaannya apakah Paulus tidak menerima anugerah ?. Paulus juga menerima anugerah, tetapi Paulus gentar dan ia berkata dalam, 1 Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Ingat pesan ini:

  1. Jikalau engkau mau untuk berubah, maka Tuhan akan menolongmu, karena mustahil bagi manusia tetapi tidak mustahil bagi Tuhan.
  2. Jika ingin menerima keselamatan didalam Tuhan, maka mulailah untuk membayar harga, walaupun harganya sangat mahal, yaitu segenap hidup harus menjadi milik Tuhan.

Jikalau engkau diberkati dengan renungan ini maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For DUA KEPRIBADIAN