DUA MODEL PENUAIAN DI AKHIR ZAMAN

RENUNGAN HARIAN 1967 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianDua Model Penuaian Di Akhir Zaman. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah, Dua Model Penuaian Di Akhir Zaman.

Saudaraku, selama ini sebagai orang percaya kita sering mendengar istilah penuaian, dan hal ini dipahami sebagai usaha untuk membawah jiwa-jiwa kepada Tuhan. Tentu ini merupakan sebuah usaha yang berkenan dihadapan Tuhan, karena bila kita mau berusaha untuk terus membawa jiwa kepada Tuhan, maka akan semakin banyak orang yang bisa diselamatkan dari api neraka.

Penuaian yang positif

Usaha untuk terus menuai jiwa-jiwa dan dibahwa kepada Tuhan adalah sebuah bentuk penuaian yang positif, dan hal ini yang harus terus dikerjakan serta menjadi tugas utama gereja, dimana gereja harus terus mengajarkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang murni, injil yang murni, sesuai dengan pengajaran injil Tuhan Yesus Kristus, supaya jemaat Tuhan semakin mengerti apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna, dan semuanya itu tentu merupakan kehendak Tuhan.

Penuaian yang negatif

Dalam proses penuaian diakhir zaman ini, tidak hanya penuaian yang positif, akan tetapi ada juga penuaian yang negatif, dimana iblis atau kuasa kegelapan dengan segala kelicikannya akan terus berusaha untuk menuai semakin banyak jiwa supaya bisa di giring ke dalam kegelapan abadi atau dibawa kedalam api kekal yaitu di neraka, karena api kekal itu telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.

Dan orang-orang yang tidak menyadari akan tipu daya iblis pada akhirnya akan menjadi orang-orang terkutuk yang akan ikut dibuang ke dalam api kekal. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Dua Model Penuaian Di Akhir Zaman

Renungan Harian Kristen : Dua Model Penuaian Di Akhir Zaman | renunganhariini.com

Itulah kenapa selama kita masih hidup di dunia ini, kita harus mengerti injil Tuhan Yesus Kristus dengan benar, supaya kita bisa memiliki kecerdasan roh, yang membuat kita dapat membedakan mana yang Allah kehendaki dan mana yang merupakan siasat iblis atau kuasa kegelapan yang ingin menjerat kita ke dalam kebinasaan kekal.

Cara iblis menyesatkan manusia

Adapun manuver yang dilakukan iblis untuk menyesatkan manusia ialah dengan cara merusak pola pikir atau mindset banyak orang percaya. Pada titik tertentu, mindset yang sudah terbentuk sedemikian rupa, yaitu dengan berbagai pemahaman dan pengertian yang dimiliki oleh iblis, maka orang-orang yang memiliki mindset yang ditanamkan iblis ini akan sulit untuk berubah, atau tidak dapat diubah lagi.

Biasanya untuk tujuan penyesatan ini, maka iblis akan memakai cara yang halus, artinya manusia akan sulit untuk mengetahui kalau itu ternyata merupakan tipu daya iblis. Hal ini yang harus diwaspadai oleh setiap kita sebagai orang percaya, sebab kalau kita tidak peka terhadap cara licik tipu daya iblis, maka kita akan terjebak didalamnya.

Yang perlu di ingat bahwa cara kerja kuasa kegelapan untuk menyeret banyak orang percaya supaya tersesat dan akhirnya akan binasa, tidak hanya di luar lingkungan kegiatan gereja, akan tetapi bisa juga terjadi dalam lingkungan gereja, dalam kegiatan kerohanian.

Salah satu kisah tipu daya iblis yang begitu licin bisa kita lihat di dalam (Kisah Para Rasul 5 : 1 – 11) dimana Ananias dan Safira tidak sadar bahwa perbuatan mereka itu salah dihadapan Tuhan, dan hal ini terjadi dalam suasana kebangunan rohani di Yerusalem saat itu. Kita akan melihat beberapa ayat firman Tuhan berikut ini;

Kisah Para Rasul 5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” 5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

Dari kisah ini bukan hanya Ananias yang kehilangan nyawanya, akan tetapi Safira yang adalah istrinya-pun kehilangan nyawanya saat itu juga.

Kisah Para Rasul 5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” 5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” 5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

Jadi kita harus sadar bahwa melalui berbagai hal, kuasa kegelapan akan terus berusaha untuk mewarnai jiwa orang-orang percaya, dengan menyuntikkan mindset atau pola pikir yang membuat anak-anak Tuhan sulit untuk mengenal kebenaran yang murni, dan tidak lagi hidup takut akan Tuhan. Hal ini tentu bertujuan agar kuasa kegelapan bisa dengan leluasa menuai jiwa-jiwa untuk dibawa kedalam kebinasaan kekal.

Gereja harus waspada terhadap tipu daya iblis

Kalau saat ini iblis sedang bekerja keras untuk menuai jiwa-jiwa supaya dibawa ke dalam kegelapan abadi di neraka, maka gereja harus waspada terhadap tipu daya kuasa kegelapan ini, sebab bila gereja tidak mewaspadai akan hal ini maka, kuasa kegelapan akan dengan bebas menuai jiwa-jiwa untuk masuk ke dalam kebinasaan.

Cara terbaik untuk bisa mengenal cara kerja kuasa kegelapan adalah, gereja harus mengajarkan kebenaran firman yang murni sesuai dengan injil Yesus Kristus, supaya jemaat Tuhan bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Allah.

Sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan sorga itu bukan kebetulan, dan juga orang yang terbuang ke dalam neraka itu bukan suatu kecelakaan. Sebab orang yang ingin diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga, harus melewati sebuah proses hidup yaitu, harus hidup melakukan semua kehendak Allah Bapa baru bisa diterima di dalam Kerajaan-Nya.

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Orang-orang yang bisa melakukan kehendak Allah Bapa adalah orang-orang yang telah merubah cara pendang hidup sesuai dengan injil Kristus, dan orang yang telah merubah cara pandang hidup, maka gaya hidupnya juga ikut berubah. Itulah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

Yohanes 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dilahirkan kembali artinya, harus memiliki kehidupan yang baru, kehidupan yang telah di ubah, sehingga semua cara hidup dan pola pikir yang dipenuhi oleh hasrat dan hawa nafsu dunia tidak nampak lagi dalam kehidupannya yang baru, sebaliknya yang nampak adalah pola pikir dan cara hidup Kristus.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita sadar, bahwa kuasa kegelapan sedang bekerja keras untuk menuai jiwa-jiwa diakhir zaman ini untuk digiring ke dalam kebinasaan kekal. Itulah kenapa kita harus berjuang untuk mengerjakan keselamatan yang sudah Tuhan berikan dengan takut dan gentar. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan : Janganlah Mengumpulkan Harta Di Bumi

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For DUA MODEL PENUAIAN DI AKHIR ZAMAN