HARUS TERUS MENGUJI DIRI

RENUNGAN HARIAN 1482 Kali Dibaca

Renungan Harian – Rabu, 4 Februari 2015. Harus Terus Menguji Diri.

Sebagai orang pecaya kita tidak punya pilihan lain selain hidup untuk melakukan kehendak Tuhan. Olehnya kita harus terus menguji diri kita. Untuk melakukan kehendak Tuhan maka kita harus mengerti apa yang Tuhan ingini, dan untuk mengerti apa yang Tuhan ingini, kita harus memiliki kepekaan dan kecerdasan mengerti akan kehendak Allah, jadi untuk memiliki kecerdasan dan kepekaan maka kita harus terus belajar kebenaran firman Tuhan setiap hari, sebab lewat kebenaranlah kita akan disadarkan betapa rentannya kehidupan ini.

Dengan rentannya hidup manusia, maka perlu dipersoalkan keadan hidup kita dengan kerendahan hati dihadapan Tuhan, koreksi diri kita apakah sudah benar-benar melakukan kehendak Tuhan atau belum, kalau ternyata yang kita temukan belum sesuai kehendak Tuhan, maka harus berjuang lagi, lebih keras lagi berusaha supaya bisa melakukan kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Kenapa harus demikian ?. karena suatu saat nanti kita akan hadapi pembuktian secara nyata apakah kita bisa diakui sebagai anak-anak Allah atau tidak. Kalau di akui itu adalah hasil dari perjuangan kita untuk terus melakukan kehendak Tuhan selama masih didunia ini, tetapi jangan sampai kita harus menghadapi kenyataan bahwa kita tidak diakui sebagai anak-anak Allah barulah kita mau menyesal kenapa selama hidup saya tidak berjuang untuk melakukan kehendak Tuhan.

Jadi kita harus terus menguji diri kita apakah kita sudah berkenan atau belum ?. seperti firman Tuhan katakan:

Firman Tuhan katakan didalam, I Korintus 11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Jadi sangat perlu dalam sisa hari-hari hidup ini , kita terus menguji diri kita apakah kita sudah berkenan atau belum.

Status kita sebagai anak-anak Allah yang seringkali disebutkan di gereja atau dimana saja dalam ibadah-ibadah seperti ini, tidak secara otomatis diakui oleh Tuhan, karena harus ada pembuktian dulu, sama seperti pembuktian yang Tuhan Yesus sudah lakukan yaitu: melaksanakan tugas mulia yang diberikan oleh Bapa-Nya dan Tuhan Yesus melakukan itu dengan setia sampai pada akhirnya.

Memang secara hukum, orang yang ditebus oleh darah Tuhan Yesus Kristus itu keluar atau dibebaskan dari kuasa kegelapan.

Setelah keluar dari penjara kuasa kegelapan maka manusia yang telah ditebus tadi menjadi milik Tuhan, dan harus masuk dalam penjara Tuhan, maksudnya mau diatur dan di didik menurut kebenaran Tuhan, dan kebenaran Tuhan itu adalah melakukan kehendak Bapa, sama seperti yang sudah Tuhan Yesus lakukan.

Jadi perjalanan hidup Tuhan Yesus itu menjadi sebuah contoh, sebuah cara, atau sebuah jalan, yang harus kita ikuti kalau kita benar-benar mau diakui sebagai anak Allah.

Bukankah setelah Tuhan Yesus lakukan itu barulah Ia mendapat pengakuan, bahwa inilah anak yang ku kasihi, kepada-Nyalah aku berkenan.

Harus Terus Menguji Diri

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen – Harus Terus Menguji Diri | renunganhariini.com

Firman Tuhan katakan didalam, II Petrus 1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Jadi kalau kita tidak mau masuk penjara Tuhan, tidak mau diatur oleh Tuhan hidup suka-suka sendiri, mak kita kembali masuk dalam penjara setan.

Hidup di dunia ini sangat rentan sekali, dimana kita bisa dengan mudah terseret kedalam kebinasaan bila kita tidak mau hidup melakukan kehendak Tuhan. Jadi bagaimanapun rentannya hidup ini, bila kita benar-benar hidup sesuai kehendaknya dan melakukan kehendaknya, maka kita tidak akan pernah takut kepada apa yang disebut kematian, karena kalaupun kita mati pasti diterima didalam kemah abadi.

Mungkin sebagian diantara kita yang sudah yakin bahwa sudah benar-benar menjadi anak Allah, mulai tidak suka dengan ini, tetapi lihat apa yang firman Tuhan katakan.

Firman Tuhan katakan didalam, Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Di sini kalau kita membaca dengan teliti, dinyatakan bahwa ada perlombaan yang diwajibkan, tetapi kita tidak mau masuk dalam perlombaan ini, seringkali kita lebih suka masuk dalam perlombaan bagaimana kita bisa menjadi manusia yang lebih hebat, yang lebih terpandang dan yang lebih terhormat selama kita berada di dunia ini.

Jadi kalau kita membaca dengan benar maka kita akan menemukan bahwa hidup sebagai anak Allah itu harus benar-benar sesuai dengan apa yang Allah mau, dan bila kita melakukan itu dengan benar, maka disitulah baru nyata kwalitas kita sebagai anak-anak Allah.

Jadi sebagai anak-anak Allah itu, setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, bahkan setiap saat harus mau seluruh hidupnya didominasi oleh Allah. Memang kedengarannya seperti konyol, tetapi itulah konsekkuensi hidup sebagai anak Allah, sebab menjadi anak Allah tidak cukup datang ke kebaktian seperti ini atau pergi ke gereja lalu sudah merasa menjadi anak Allah.

Yang Tuhan kehendaki ialah gerak hidup kita harus seirama dengan irama Tuhan, pola pikir kita harus sejalan dengan pikiran Tuhan, jadi pada dasarnya total seluruh kehidupan kita harus berubah sesuai dengan keinginan Tuhan, dan tidak lagi mengikuti keinginan sendiri.

Firman Tuhan katakan didalam, Matius 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Itulah kenapa selama kita hidup didunia saat ini, kita harus terus menguji diri kita apakah sudah ditemukan oleh Bapa si sorga sebagai anak yang berkenan atau belum, kalau ternyata belum maka kita harus terus berubah supaya menjadi anak yang berkenan jika kita ingin di akui sebagai anak-anak Allah.

Jangan lupa untuk simak juga renungan, Jika Orang Mati Tidak Dibangkitkan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For HARUS TERUS MENGUJI DIRI