HATIMU UNTUK SIAPA

RENUNGAN HARIAN 3198 Kali Dibaca

Doa : Allah Bapa yang Maha Kudus, buat kami semakin mengerti akan kebenaranMu, dan biarlah setiap saat dari waktu ke waktu, kami mau terus tambatkan hati kami hanya kepadaMu dan hidup terus didalam kebenaranMu. Biarlah saat ini Tuhan oleh kuasa FirmanMu kami boleh menyadari dan mengerti akan kebenaran FirmanMu yang murni, didalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya. Amin.

Firman Tuhan : Matius 6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Membaca kebenaran ini seharusnya sebagai orang percaya, sebagai anak-anak Tuhan, kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa ada larangan Tuhan, ada peringatan Tuhan supaya anak-anak Tuhan tidak lagi memikirkan perkara-perkara dunia, karena dengan mengatakan “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; artinya ini merupakan sebuah perintah dan juga peringatan keras, sebab dengan bersusah paya mengumpulkan harta dibumi akhirnya harta tersebutpun akan hilang, dan tidak abadi.

Sebagai gambaran firman Tuhan katakan; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya, ini sebuah kebenaran yang sangat luar biasa, sebab kalau kita mau memikirkan kebenaran ini dengan hati nurani yang jujur, kita akan mengerti bahwa saat kita berjerih lelah berusaha mengejar apa yang menjadi keinginan hati, yaitu mengumpulkan sebanyak mungkin harta kekayaan, pada akhirnya semua itu sia-sia.

Lalu kalau kita merenung lagi, untuk mengejar semuanya itu yang akhirnya menjadi sia-sia, sudah berapa banyak waktu kita yang terbuang, bahkan dengan mengejar apa yang kita inginkan membuat hati kita tertambat kepada segala sesuatu yang menjadi keinginan hati, sehingga kita samasekali tidak pernah menyadari bahwa kita sudah terlanjur memberikan hati kita kepada dunia ini, dan orang yang menambatkan hatinya kepada perkara-perkara dunia, tidak akan mungkin bisa memberikan hatinya kepada Tuhan. Itulah kenapa Tuhan ingatkan jangan kumpulkan harta dibumi.

hatimu milik siapa

Lalu pada Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Ini artinya yang Tuhan mau selama kita masih hidup didunia ini berjuanglah untuk mengumpulkan harta yang kekal. Kumpulkanlah bagimu harta di sorga, artinya dengan kata lain kalau engkau biarkan hatimu terikat dengan dunia pasti hidupmu akan binasa, namun jikalau sepanjang hari-hari hidup ini engkau terus mengikat hatimu kepada Tuhan, memberikan hatimu kepada Tuhan, itu berarti engkau sedang bekerja mengumpulkan harta kekal, sebab orang yang memberikan hatinya kepada Tuhan, akan terus diingat oleh Tuhan, dan pada akhirnya akan tinggal dalam kekekalan bersama-sama dengan Tuhan.

Itulah kenapa Firman Tuhan katakan dalam Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Dengan kata lain kita tahu benar dunia bukan menjadi tujuan hidup kita, sebab dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginnya. Itulah yang dikatan didalam, I Yohanes 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Sebagian orang yang tidak dapat menerima kebenaran ini mungkin akan berkata, bukankah kita ini masih hidup di dunia, jadi kalau selama ini kita bekerja mengumpulkan harta merupakan hal yang wajar kalau kita menikmati hasil jerih lelah selama kita bekerja.

Prinsip hidup seperti ini kalau masih ada dalam pikiran orang yang mengaku percaya kepada Allah didalam Yesus Kristus, sesungguhnya ia adalah orang yang tidak percaya. Pengakuan percayanya hanya berdasarkan pengakuan secara agama, karena orang yang mengaku percaya kepada Yesus harus hidup sesuai Firman Kristus.

Ingat dalam Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Artinya seseorang tidak mungkin menjadi sempurna sama seperti Kristus kalau hatinya masih terikat dengan harta dunia. Padahal orang-orang yang bisa beroleh harta di sorga hanyalah orang-orang yang mau hidup sama seperti Kristus hidup.

Kristus menjalani sebuah cara hidup yang sempurna yaitu hanya mau melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga, itulah kenapa setiap orang percaya harus hidup sama seperti Kristus hidup, supaya mencapai target kesempurnaan sama seperti Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan dalam Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Jadi mari renungkan kebenaran ini dengan sungguh-sungguh, lalu tanyakan kepada dirimu, apakah selama ini engkau sudah memberikan hatimu kepada Yesus, atau engkau masih membiarkan hatimu terikat dengan dunia ini.

Ingat, keinginan hati yang melekat kepada perkara-perkara dunia akan semakin membuat kita menjauh dari Tuhan, tetapi saat kita memberikan hati ini sepenuhnya menjadi milik Tuhan, kita tahu bahwa kita sedang bekerja mengumpulkan harta di sorga.

Mari tanamkan beberapa hal ini didalam hati dan pikiranmu mulai saat ini:

  1. Orang yang hatinya terikat dengan dunia, tidak akan mungkin bisa terikat dengan Tuhan.
  2. Keinginan dunia hanya akan memimpin kita kepada kebinasaan kekal.
  3. Orang yang selalu hatinya terikat dengan Tuhan, akan tetap tinggal didalam naungan kasih Tuhan, karena Tuhan sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan orang yang hidup melakukan kehendak-Nya.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita menyadari bahwa sesungguhnya hati kita hanya menjadi milik Tuhan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini, maka berbagilah dengan orang-orang yang engkau kasih dengan cara memberikan link renungan ini kepada mereka. Renunganhariini.com. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For HATIMU UNTUK SIAPA