HIDUP SEBAGAI AHLI WARIS YANG AKAN MENERIMA JANJI ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1814 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianHidup Sebagai Ahli Waris Yang Akan Menerima Janji Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan hari ini adalah, hidup sebagai ahli waris yang akan menerima janji Allah.

Saudaraku, saat ini sebagai orang percaya kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan hidup kita dengan benar sebagai ahli waris yang akan menerima janji-janji Allah, karena kita adalah anak-anakNya. Seperti yang firman Tuhan katakan didalam;

Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Kenapa saya katakan diatas bahwa kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan hidup kita dengan benar?, sebab kita baru bisa menjadi ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah yaitu, jika kita menderita bersama-sama dengan Dia. Itulah yang firman Tuhan katakan.

Ini artinya, kalau selama ini kita tidak pernah mau untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, atau dengan kata lain kita tidak pernah mau untuk ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, maka kita tidak termasuk sebagai ahli waris, yaitu orang-orang yang akan menerima janji-janji Allah.

Hal inilah yang tidak pernah disadari oleh banyak orang percaya atau anak-anak Tuhan, sebab selama ini mereka berpikir kalau sudah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, itu berarti sudah menjadi anak Allah, sudah menjadi ahli waris, yang akan menerima janji-janji Allah. Ini merupakan pola pikir yang salah, sebab firman Tuhan katakan kita harus menderita bersama-sama dengan Dia.

Oleh sebab itu kita harus serius untuk memperkarakan hal yang satu ini, jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi bagian dari orang-orang yang akan menerima janji-janji Allah. Jadi bila kita tidak mau untuk ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, maka jangan pernah bermimpi kita akan menjadi ahli waris.

Salah satu bagian dari janji-janji Allah itu adalah, orang-orang yang selama hidup di dunia ini menyediakan dirinya untuk ikut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, maka mereka akan mewarisi Langit Baru dan Bumi Baru.

Melepaskan diri dari segala ikatan dunia

Orang percaya yang mau ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, maka ia harus melepaskaan dirinya dari segala ikatan dunia ini, apapun bentuknya. Dan salah satu ikatan dengan dunia yang sangat sulit untuk dilepaskan oleh banyak anak-anak Tuhan adalah, percintaan dengan dunia.

Hidup Sebagai Ahli Waris Yang Akan Menerima Janji Allah

Renungan Harian Kristen : Hidup Sebagai Ahli Waris Yang Akan Menerima Janji Allah

Jadi jika kita tidak sungguh-sungguh mau berjuang untuk melepaskan diri dari hal yang satu ini, maka percintaan dengan dunia tersebut bisa menjadi dosa permanen yang akan selalu membelenggu setiap kita.

Beban yang merintangi hidup orang percaya

Setiap orang percaya harus bisa melihat bahwa beban yang merintangi perjalanan hidupnya untuk menjadi seorang ahli waris yang berhak menerima janji Allah adalah dosa karena percintaan dengan dunia. Firman Tuhan katakan di dalam;

Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa ada begitu banyak orang percaya yang begitu sulit untuk melepaskan diri dari keterikatan dengan percintaan dunia?. Karena tanpa disadari, ikatan dengan dunia itu sudah dimulai sejak masa kecil, dimana sejak kecil orang tua telah mendidik anak-anaknya untuk bisa meraih kesuksesan menurut pandangan dunia, dan sukses menurut pandangan dunia inilah yang dianggap merupakan kehidupan yang wajar pada umumnya.

Persoalannya kemudian adalah, apabila orang percaya selama ini menjalankan kehidupan kerohaniannya hanya sebagai rutinitas saja, karena dari kecil sudah menjadi kristen, dan tidak sungguh-sungguh mau belajar akan kebenaran firman Tuhan dengan benar, maka ia tidak akan pernah mengerti apa yang menjadi kehendak Allah. Padahal seperti yang firman Tuhan katakan diatas kita harus menanggalkan semua yang menjadi beban dan dosa yang selalu merintangi kita.

Beban dan dosa yang selalu merintangi kita itu, selama ini kita tidak pernah menyadarinya karena kita selalu memandangnya sebagai sebuah kehidupan yang wajar, namun yang sesungguhnya keadaan ini akan menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Artinya kalau kita tidak melepaskan diri dari semua keterikatan dengan kehidupan yang dianggap wajar oleh dunia, maka hal itu justru dapat mendatangkan kebinasaan bagi kehidupan kita di kekekalan, sebab firman Tuhan sudah mengingatkan kita di dalam;

Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Mari kita sadari semua ini, dan mulailah berpikir bahwa sebagai orang percaya kita sedang berada dalam perlombaan yang diwajibkan, dengan satu tujuan yaitu diakhir hidup ini, kita bisa keluar sebagai pemenang dalam perlombaan tersebut, yang pada akhirnya akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, dan salah satunya dari janji itu adalah mewarisi langit baru dan bumi baru.

Orang-orang yang mau berjuang untuk hal yang satu ini akan selalu berpikir tidak ada bagian hidupnya yang harus dipertahankan untuk memuaskan dirinya dalam bentuk kesenangan dunia apapun.

Sebaliknya orang-orang seperti ini akan selalu memberi diri untuk hidup sepenuhnya dalam kedaulatan Allah, dan orang-orang seperti ini akan selalu berpikir tidak ada sumber kebahagiaan yang lain selalin hidup melakukan semua kehendak Allah. Dan inilah ciri dari orang-orang yang benar-benar merasa miskin dihadapan Allah, itu yang firman Tuhan maksudkan di dalam;

Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Jadi fokus hidup orang percaya seperti ini sudah tidak lagi tertuju kepada apa yang dimilikinya, dalam hal ini; harta, kekayaan, pangkat jabatan, bahkan kehormatan dimata manusia pada umumnya, sudah bukan lagi sesuatu yang berharga, sebab cara hidup dan pola pikir dari orang-orang yang mau melepaskan diri dari semua ikatan dengan dunia hanya satu yaitu, harta kekayaannya itu bukan di dunia ini, akan tetapi di sorga.

Itulah kenapa kita harus mulai belajar untuk memindahkan hati dan pikiran kita ke sorga, jadi sudah tidak lagi memikirkan dunia ini dengan segala kesenangannya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Saudaraku, mulailah berpikir saat ini bahwa walaupun secara fisik kita masih hidup di dunia ini, akan tetapi hati kita saat ini sudah kita pindahkan didalam Kerajaan sorga, dan prinsip hidup seperti inilah yang akan membuat kita tidak akan jatuh cinta lagi dengan dunia ini.

Sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa saat ini kita harus mengarahkan seluruh gerak hidup kita, dimana kita akan hidup sebagai ahli waris yang akan menerima janji Allah. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Hidup Kekal Hanya Ada Di Dalam Yesus

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For HIDUP SEBAGAI AHLI WARIS YANG AKAN MENERIMA JANJI ALLAH