HIDUP YANG NYAMAN

RENUNGAN HARIAN 1081 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – HIDUP YANG NYAMAN. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah; Hidup Yang Nyaman.

Saudaraku, manusia pada umumnya pasti ingin memiliki hidup yang nyaman selama mereka hidup di dunia ini. Oleh sebab itu mereka rela bekerja keras siang dan malam supaya mereka bisa mencapai impiannya untuk tinggal dalam kenyamanan hidup.

Mengejar kenyamanan hidup, tanpa disadari juga banyak terjadi dalam kehidupan orang percaya yang ingin memiliki hidup yang nyaman, sehingga mereka rela berjuang demi untuk memenuhi hidup mereka dengan berbagai fasilitas yang membuat mereka bisa menikmati kenyamanan hidup ini dengan berbagai kesenangan dunia.

Hal ini juga terjadi dalam kehidupan banyak orang percaya, karena mereka merasa bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan yang sudah ditebus, dan memiliki jaminan keselamatan, artinya mereka merasa sudah pasti masuk sorga, sehingga selama hidup di dunia ini mereka akan hidup hanya untuk menikmati berkat-berkat Tuhan.

Ada begitu banyak orang percaya yang memiliki prinsip bahwa mereka sudah percaya kepada Tuhan Yesus, oleh sebab itu sebagai anak-anak Tuhan mereka pasti diberkati dengan berkat-berkat Tuhan yang membuat mereka bisa hidup berkelimpahan.

Saudaraku, saya harus katakan dengan jujur, pandangan hidup yang demikian adalah pandangan hidup yang salah, akibat dari tidak memahami kebenaran firman Tuhan dengan benar, atau sudah terlanjur menerima pengajaran firman Tuhan yang salah selama ini.

Kalau kita mau belajar firman Tuhan dengan tekun, maka kita akan mengerti dengan benar bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia ini, tidak pernah memiliki tujuan, membuat orang yang percaya kepada-Nya bisa menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya dan tinggal dalam kenyamanan hidup dunia.

Orang percaya yang memiliki prinsip hidup yang demikian, maka dapat dipastikan Yesus yang mereka percaya selama ini adalah Yesus yang lain, atau dapat dikatakan Yesus yang ada dalam fantasi mereka saja, dan bukan Yesus yang sesungguhnya.

Kenapa saya katakan Yesus yang diajarkan kepada mereka adalah Yesus yang lain?, sebab Yesus yang sesungguhnya datang ke dunia ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk mengubah manusia yang percaya kepada-Nya supaya menjadi pribadi seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki yaitu menjadi manusia  yang memiliki pribadi seperti rancangan Allah semula.

Saya katakan Yesus yang diajarkan kepada mereka adalah Yesus yang lain bukan tanpa alasan, sebab firman Tuhan juga mengatakan demikian. Firman Tuhan katakan di dalam;

2 Korintus  11:4

11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Jadi kalau kita menerima pengajaran Injil Kristus yang salah, yang tidak sesuai dengan kehendak Allah Bapa di sorga, maka secara otomatis akan membuat kita juga memiliki pemahaman yang salah tentang Injil yang murni seperti yang Tuhan Yesus ajarkan.

Hidup Yang Nyaman

Renungan Harian Kristen : Hidup Yang Nyaman | Renunganhariini.com

Oleh sebab itu pada kesempatan ini saya harus tegaskan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan Injil yang bertujuan supaya orang percaya bisa menikmati kesenangan hidup dunia. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 10:34

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Kita harus mengerti bahwa tujuan utama kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini adalah untuk membawa setiap orang yang percaya kepada-Nya bisa menerima keselamatan kekal, yaitu kembali menjadi manusia seperti yang dirancangkan Allah semula, dan bukan untuk menikmati kenyamanan hidup dunia.

Anugerah keselamatan yang kita terima di dalam Tuhan Yesus Kristus itu, hendak membawa kita kembali menjadi pribadi seperti yang Bapa di sorga kehendaki yaitu, kita harus menjadi pribadi yang sama seperti Tuhan Yesus. Jadi selama masih hidup di dunia ini, kita harus mengikuti jejak hidupnya Tuhan Yesus.

Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa iblis selalu berjuang keras, dan berupaya untuk memberikan kenyamanan hidup kepada manusia di bumi ini, supaya manusia tidak pernah memikirkan lagi masa depan kehidupannya di kekekalan. Dan dengan hidup nyaman di bumi, manusia bisa melupakan Allah. Inilah strategi iblis yang begitu licik untuk menyesatkan manusia.

Cara iblis yang licik ini juga pernah dipakai untuk mencobai Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus tidak pernah tergoda dengan semua tawaran iblis untuk menikmati kenyamanan hidup dunia dengan segala kesenangannya. Hal itu bisa kita lihat saat iblis mencobai terhadap Tuhan Yesus.

Matius 4:8-10

4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Disini kita bisa mengerti sekarang bahwa pencobaan itu pada dasarnya adalah merupakan bujukan iblis yang selalu menjanjikan kenyamanan hidup dunia saat ini. Dan orang yang tergiur untuk menikmati kenyamanan hidup dunia pada dasarnya akan melupakan Tuhan.

Itulah kenapa kalau kita tidak menyadari akan hal ini, dan terus berjuang untuk menikmati kenyamanan hidup dunia, maka kita akan semakin jauh meninggalkan Tuhan. Dan ini adalah keadaan bahaya yang harus kita sadari. Sebab dengan demikian, jiwa kita akan terancam binasa di kekekalan.

Jadi mulai saat ini kita harus menyadari bahwa kenyamanan hidup dunia adalah jerat yang digunakan oleh iblis untuk menjerat manusia pada umumnya, termasuk orang percaya atau anak-anak Tuhan supaya dengan mudah digiring menuju kebinasaan kekal.

Pada akhirnya mungkin saudara akan bertanya; “jika demikian apakah kita tidak boleh hidup berkelimpahan?.” Sesungguhnya bukan tidak boleh kita hidup berkelimpahan, tetapi yang perlu kita sadari adalah, semua yang kita miliki bukan milik kita tetapi miliknya Tuhan, sebab seluruh hidup kita setelah ditebus, dan dibayar dengan harga yang lunas, maka sekarang kita menjadi milik Tuhan. Jadi apa yang kita miliki harus kita pakai hanya untuk memuliakan Tuhan.

Kesadaran ini akan membuat kita tidak tergoda lagi dengan berbagai tawaran kenikmatan hidup dunia, dan kita akan hidup seperti apa yang firman Tuhan katakan yaitu; asal ada makanan dan pakaian cukuplah. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan : Tuhan Yesus Teladan Hidup Orang Percaya

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For HIDUP YANG NYAMAN