IBADAH YANG MURNI DAN YANG TAK BERCACAT

RENUNGAN HARIAN 3321 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen – Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan kita kali ini adalah Ibadah Yang Murni Dan Yang Tak Bercacat.

Sebagai orang percaya bila mendengar kata ibadah maka secara otomatis setiap orang akan berpikir bahwa kalu ibadah berarti pergi ke gereja, pergi ke persekutuan doa, pergi ke berbagai kebaktian kebangunan rohani, dan berbagai bentuk ibadah lainnya, dimana ada pujian penyembahan dan semuanya itu terkonsep atau tersusun dalam bentuk sebuah liturgi.

Kalau pandangan kita orang percaya tentang ibadah hanya sesempit itu, maka konsep dan kualitas hidup kekristenan kita tidaklah berbeda dengan agama-agama pada umumnya. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus mengerti dengan benar apa itu ibadah yang murni dan yang tak bercacat dihadapan Tuhan.

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat dihadapan Tuhan adalah, ketika setiap orang percaya mau menggunakan seluruh potensi hidupnya untuk kepentingan Tuhan, dan semua yang dilakukannya bisa dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang yang ada disekitarnya maka itulah ibadah yang murni.

Bila kita bisa memahami akan hal ini dengan benar maka apabila mendengar kata ibadah, kita tidak lagi secara otomatis terkurung dalam pemikiran tentang pergi ke gereja, atau ke berbagai persekutuan doa saja, tetapi pikiran kita akan tertuju kepada keberadaan hidup kita sendiri sebagai orang percaya, dan kita akan betanya pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita perbuat untuk kepentingan Tuhan dari potensi hidup yang Tuhan berikan kepada kita, supaya orang lain bisa melihat Allah nyata hidup didalam kita, dan kita hidup didalam Dia.

Berkaitan dengan ini semua, firman Tuhan mengingatkan kita didalam Yakobus 1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Jadi inilah yang Tuhan mau, orang percaya harus hidup berdampak kepada orang lain supaya mereka juga bisa merasakan akan kasih Allah lewat peragaan hidup kita setiap hari.

Mengerti akan kebenaran ini akan membuat kita semakin menyadari bahwa dimanapun kita bisa mengembangkan diri, menggunakan potensi hidup yang Tuhan berikan kepada kita hanya untuk kepentingan Tuhan, dan ditujukan serta dapat dirasakan bagi sesama manusia, maka itulah tempat ibadah yang sesungguhnya.

Ibadah Yang Murni Dan Yang Tak Bercacat

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen | Ibadah Yang Murni Dan Yang Tak Bercacat | renunganhariini.com

Pemahaman ini akan membuat kita semakin menyadari bahwa rumah ibadah yang sesungguhnya adalah keluarga kita, toko yang kita pakai untuk berdagang, kantor tempat kita bekerja, pabrik, tempat usaha, sekolah, kampus, dan lain sebagainya, dan di tempat-tempat seperti inilah, hidup kita harus berdampak bagi orang lain, sehingga orang-orang yang ada disekitar kita mereka boleh merasakan kasih Allah yang terpancar dari setiap gerak hidup kita, mulai dari sikap, perkataan, serta perbuatan kita, itu harus dirasakan orang lain, sehingga Bapa di Sorga akan dipermuliakan didalam hidup kita.

Jadi mulai saat ini jangan pernah lagi merasa bahwa beribadah kepada Tuhan itu hanya kalau pergi ke gereja, persekutuan doa, KKR, atau yang lainnya, yang semuanya dilakukan dan tersusun rapi dalam sebuah konsep liturgi.

Pertanyaannya sekarang, bila demikan apakah gereja bukan rumah ibadah? Gereja tetaplah rumah ibadah para pendeta serta full timer yang melayani dilingkungan gereja, sebab di gerejalah para rohaniawan ini akan menggunakan potensi kehidupan untuk beribadah kepada Tuhan yang ditujukan bagi jemaat Tuhan.

Jadi gereja lebih disebut sebagai “ruang pertemuan” ketimbang rumah ibadah, sebab kita tidak boleh menyamakan sebuah liturgi atau upacara agama dengan ibadah.

Kalau Firman Tuhan katakan di dalam Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kata “ibadah” pada ayat ini dalam teks aslinya adalah kata “episunagoge” yang lebih tepatnya diterjemahkan “pertemuan bersama, khususnya pertemuan orang-orang percaya atau orang kristen”.

Mengerti kebenaran ini seharusnya membuat kita tidak terbelenggu lagi dengan pemikiran bahwa ibadah berarti hanya didalam gereja, yang semuanya itu dilakukan dalam bentuk penyelenggaraan liturgi.

Orang percaya harus mulai menyadari saat ini bahwa ibadah adalah segenap hidup kita, yang dijalankan hanya untuk kepentingan Tuhan. Itu artinya kita hidup sebagai orang percaya apapun yang kita lakukan dalam mengembangkan potensi diri kita untuk kepentingan Tuhan, semuanya itu bagian dari melakukan kehendak Tuhan.

Jangan lupa untuk membaca juga : Merindukan Tuhan Lebih Dari Apapun

Jadi sekarang kita semakin mengerti apa itu ibadah yang murni dan yang tak bercacat dihadapan Allah. Kiranya kebenaran ini membuka mata hati dan pikiran kita, supaya kita semakin mengembangkan potensi diri kita hanya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags:

Related For IBADAH YANG MURNI DAN YANG TAK BERCACAT