JANGAN BERI KESEMPATAN PADA IBLIS

RENUNGAN HARIAN 1899 Kali Dibaca

Jangan Beri Kesempatan Pada iblis, akan menjadi topik renungan kita saat ini. Biasanya didalam menjalani kehidupan ini manusia pada umumnya lebih suka untuk mengikuti apa kata hatinya, apa yang disukainya, apa yang disenanginya akan ia perbuat tanpa mempertimbangan dampak dari setiap perbuatannya. Kebiasaan seperti ini akan menjadi tidak mudah dilepaskan kalau pola pikir seseorang tidak diubah.

Tanpa disadari seringkali kebiasaan untuk melakukan segala sesuatu mengikuti keinginan diri sendiri akan membuka cela kepada iblis atau memberi kesempatan kepada iblis dan itu berarti seluruh hati dan pikirannya akan dikuasai oleh iblis, dan ini akan memberi dampak yang sangat buruk kepada orang tersebut.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan didalam, Efesus 4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Memberi kesempatan dapat diartikan sebagai memberi tempat, artinya kalau sebagai orang percaya kita memberi kesempatan kepada iblis, artinya kita memberi tempat yaitu didalam hati dan pikiran kita untuk dikuasai oleh iblis.

Biasanya seseorang yang ada dalam penguasaan iblis tidak akan pernah menyadari akan hal ini, karena iblis akan mengendalikan pikiran orang tersebut untuk melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan apa yang ia senangi atau ia sukai, sehingga apa yang dilakukannya akan dianggap sebagai hal yang biasa atau hal yang wajar.

Memberi tempat kepada iblis sama dengan memberi landasan untuk iblis berpijak, lalu lewat keinginan daging yang tidak terkontrol, hawa nafsu dunia, kesenangan dunia yang timbul di dalam diri orang tersebut, maka iblis akan menguasai sepenuhnya pikiran orang tersebut, dan pada akhirnya orang tersebut akan menjadi tawanan iblis tanpa ia sadari.

Dalam kenyataan hidup ini kalau kita mau membuka mata hati rohani kita maka kita bisa melihat bahwa ada begitu banyak orang kristen atau orang percaya yang membiarkan diri mereka menjadi tawanan iblis tanpa mereka sadari. Biasanya hal ini akan terlihat ketika seseorang tidak bisa lagi mengontrol kehendak dirinya, artinya sebagai orang percaya ia lebih memilih untuk hidup menuruti kehendak hatinya sendiri dari pada melakukan kehendak Tuhan.

Orang percaya dituntut untuk terus bertumbuh menjadi dewasa didalam Tuhan, dan seseorang yang bertumbuh menjadi dewasa didalam Tuhan akan terus ada dalam pimpinan Roh Kudus sehingga bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Orang yang terus memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus artinya ia memberi dirinya untuk menjadi tawanan Roh.

Sebaliknya orang percaya yang tidak memberi diri untuk bertumbuh menjadi dewasa didalam Tuhan akan lebih cenderung mengikuti apa yang menjadi kehendak dirinya sendiri, dan pada titik ini maka ia telah membiarkan dirinya menjadi tawanan iblis, biasanya di tingkat ini iblis akan menyuntik pikiran dengan keinginan daging yang semakin kuat dalam pikiran orang tersebut dan juga melakukan penyesatan kebenaran.

Untuk terlepas dari jeratan iblis maka orang yang tertawan oleh iblis harus bertindak sendiri dengan menanggalkan manusia lama yang menuruti keinginan daging dan segala kejahatan, dan mengenakan manusia baru yaitu dengan penuh kesadaran sendiri mau memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.

Firman Tuhan katakan didalam I Petrus 2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Ini adalah cara satu-satunya bila setiap anak-anak Tuhan mau terlepas dari jeratan iblis. Perlu diingat bahwa ada dalam penguasaan iblis tidak semata-mata terlihat dari perilaku kehidupan orang tersebut menjadi bejat, tetapi lebih kepada tidak mampunya seseorang untuk keluar dari keterikatannya yaitu hidup menuruti hawa nafsu dunia.

Biarlah kebenaran ini semakin membuat kita menyadari bahwa bila kita tidak membiarkan diri kita hidup dalam pimpinan Roh Kudus, atau memberi diri kita menjadi tawanan Roh, maka akan mudah kita jatuh kedalam tangan iblis dan menjadi tawanan iblis, oleh sebab itu berusahalah untuk terus hidup dalam kebenaran Tuhan dan biarlah kita mau rela memberi diri kita untuk terus dipimpin oleh Roh Kudus.

Ingat firman Tuhan katakan dalam, I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Jadi jangan pernah memberi kesempatan kepada iblis dalam keadaan apapun juga.

Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita semua untuk memberi diri hidup dalam pimpinan Roh Kudus setiap saat.Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For JANGAN BERI KESEMPATAN PADA IBLIS