KARENA IMAN

RENUNGAN HARIAN 1157 Kali Dibaca

Renungan hari ini 26 Desember 2013 adalah “KARENA IMAN”. Baikalah sebelum membaca renungan ini, terlebih dahulu mari kita berdoa.

Doa: Tuhan ajar kami mengerti akan kebenaranMu saat ini lebih dari apa yang dapat kami mengerti, dan biarlah oleh kuasa Roh Kudus-Mu kami dipenuhi dengan hikmat marifat untuk mengerti akan kebenaran FirmanMu. Didalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Haleluya, Amin.

Firman Tuhan dalam, Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kita sudah mengerti bahwa setelah manusia pertama jatuh dalam dosa maka sifat dosa itu terus menempel pada semua manusia yang masih hidup di dunia ini, dan dosa itulah yang akan melahirkan maut, seperti yang sudah di singkapkan dalam renungan kemarin bahwa “upah dosa adalah maut”.

Semua manusia seharusnya bersyukur kepada Allah, karena Allah Bapa yang penuh dengan belas kasihan tidak ingin melihat manusia ciptaanNya menjadi binasa oleh karena pelanggaran satu orang yang membuahkan dosa, maka Ia memberikan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, untuk menjadi korban penghapus dosa bagi semua manusia yang mau percaya kepada-Nya. Yesus Kristus itu adalah Firman yang menjadi manusia, Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Oleh sebab itu barang siapa percaya kepada Yesus Kristus, maka ini adalah merupakan tindakan iman yang membuat setiap orang yang percaya tersebut dibenarkan, seperti yang Firman Tuhan katakan diatas (Roma 5:1) “kita yang dibenarkan karena iman” dan hidup dalam damai sejahtera Allah, artinya oleh percaya kepada Yesus Kristus, setiap orang yang percaya diperdamaikan kembali dengan Allah, supaya bisa kembali hidup dalam damai sejahtera Allah.

Dibenarkan karena iman artinya setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus menjadi benar atau berkenan dihadapan Allah Bapa di Sorga dan akan masuk dalam keselamatan kekal. Pertanyaannya sekarang adalah “apakah hanya cukup dengan percaya saja maka setiap orang bisa dibenarkan “secara permanen” atau dengan kata lain secara otomatis akan menerima keselamatan ?. Tentu tidak, karena iman itu harus disertai dengan tindakan atau perbuatan, jadi percaya itu harus dikerjakan, dan bukan sifatnya statis atau diam. Firman Tuhan katakan dalam Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Kebenaran ini menjadi jelas bahwa, tidak cukup seseorang hanya bisa berkata ia percaya kepada Yesus Kristus tetapi percayanya itu tidak disertai dengan tindakan atau perbuatan, karena percaya berarti mengakui atau yakin akan sebuah kebenaran. Dalam hal ini setiap orang yang mau dibenarkan dihadapan Allah maka ia harus percaya kepada Yesus Kristus, bukan hanya sekedar percaya saja tetapi percayanya itu harus disertai dengan tindakan atau perbuatan sama seperti yang Yesus Kristus lakukan. Jadi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, didalamnya termasuk semua orang yang mengakui bahwa ia kristen “pengikut Kristus”, tidak boleh memiliki sikap hidup atau tindakan serta perbuatan yang tidak sama dengan apa yang Tuhan Yesus lakukan, karena bila cara hidupnya berbeda dari apa yang Tuhan Yesus lakukan maka itu sama dengan ia tidak percaya kepada Tuhan Yesus, dan orang seperti ini tidak bisa dibenarkan.

Dalam perjalanan hidup didunia Abraham tidak saja beriman kepada Allah, tetapi imannya kepada Allah ia sertai dengan perbuatan barulah kemudian Allah memperhitungkan tindakan iman abraham sebagai kebenaran. Yakobus 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Jadi kalau seseorang hanya bisa berkata ia memiliki iman tanpa disertai dengan perbuatan maka pada dasarnya iman tersebut mati atau tidak memiliki dampak apa-apa. Firman Tuhan menyebutnya sebagai iman yang kosong.

Yakobus 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Menjadi jelas sekarang bahwa setiap orang yang mau menerima keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus atau setiap orang yang mau dibenarkan dihadapan Allah Bapa di Sorga, tidak cukup dengan berkata bahwa ia percaya kepada Yesus Kristus, tetapi ia harus menunjukan percayanya itu dengan perbuatan.

Jadi setiap manusia akan dibenarkan dihadapan Allah pada akhirnya karena iman, tetapi bukan iman yang mati, bukan juga iman yang kosong, melaikan iman yang  disertai dengan perbuatan, dan perbuatan itu juga harus selaras dengan perbuatan-perbuatan yang sudah ditunjukan oleh Tuhan Yesus Kristus dalam bentuk ketaatanNya kepada Bapa di Sorga, bahkan taat sampai mati di atas kayu salib.

Dari cara hidup Tuhan Yesus Kristus kita bisa melihat bahwa iman yang sempurna itu disertai perbuatan, hal ini dibuktikan dengan perbuatan Tuhan Yesus yang sama sekali tidak pernah menuruti apa yang menjadi keinginanNya sebagai manusia, tetapi semua yang Tuhan Yesus lakukan dengan penuh ketaatan adalah merupakan kehendak Bapa-Nya di Sorga, artinya bagi Kristus hidupNya hanya untuk melakukan kehendak Bapa-Nya di Sorga. Hal ini bisa kita lihat dalam kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”, jadi, yang Tuhan Yesus mau semua yang ia lakukan adalah kehendak Allah Bapa di Sorga. Sejalan dengan ini Firman Tuhan juga katakan dalam Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Kebenaran ini memberi sebuah gambaran bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus bahwa tidak ada pilihan lain jika ingin dibenarkan dihadapan Allah selain memiliki iman yang teguh disertai dengan perbuatan yang sama seperti Kristus barulah seseorang bisa berkenan dihadapan Allah Bapa di Sorga dan dibenarkan. Jadi iman itu berarti penurutan akan kehendak Allah.

Ingat pesan ini:

  1. Orang yang memiliki iman tetapi tidak mengerjakan iman tersebut maka iman itu mati atau tidak memiliki dampak untuk kehidupannya dalam kekekalan.
  2. Orang yang memiliki iman harus hidup sama seperti Kristus hidup, yaitu melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga, dan bila tidak sama seperti Kristus maka ia tidak akan menjadi sempurna dan tidak dapat dibenarkan dihadapan Bapa di Sorga.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For KARENA IMAN