KASIH KARUNIA DALAM PERJANJIAN BARU

RENUNGAN HARIAN 1283 Kali Dibaca

Syalom sahabat renunganhariini.com yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, sebelumnya kita sudah berbicara tentang Kasih Karunia Dalam Perjanjian Lama.

Pada kalimat terakhir kemarin kita tutup dengan perkataan Tuhan Yesus tentang keselamatan datang dari bangsa Yahudi, dan itulah yang firman Tuhan katakan dalam Yohanes 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Kalimat kebenaran firman Tuhan ini membuat kita bisa mengerti bahwa, dari semua bangsa yang ada di muka bumi ini, bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang memiliki atau mendapat kehormatan yang luar biasa, karena dari bangsa inilah Mesias lahir dan itulah kenapa bangsa ini tidak tergoyahkan sampai saat ini, karena mereka adalah saksi Allah yang benar untuk membuktikan siapa Allah yang benar itu.

Ini semua merupakan bentuk kasih karunia yang ada dalam perjanjian lama, sedangkan kasih karunia yang ada dalam perjanjian baru berorientasi pada keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus, seperti yang di katakan dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kalimat “anakNya yang tunggal” menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus, oleh sebab itu fokus hidup orang percaya yang telah menerima kasih karunia didalam Tuhan Yesus Kristus seharusnya tertuju kepada cara hidup Kristus yaitu hidup hanya melakukan kehendak BapaNya di sorga dengan satu tujuan akhir adalah setiap orang percaya harus menjadi sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna (Matius 5:48).

Inilah yang harus menjadi tujuan hidup setiap orang percaya yang telah menerima kasih karunia Allah didalam Tuhan Yesus, dimana setiap orang percaya harus mengarahkan hidupnya hanya untuk kehidupan langit baru dan bumi baru, jadi tidak lagi diarahkan untuk menikmati dunia saat ini, sebaliknya diarahkan untuk menikmati kanaan sorgawi.

Dari gambaran ini kita dapat membedakan kasih karunia dalam perjanjian lama dan kasih karunia dalam perjanjian baru, sebab kasih karunia dalam perjanjian lama belum ada penebusan lewat darah Tuhan Yesus Kristus.

Itulah kenapa kasih karunia dalam perjanjian lama belum bisa membawa tokoh-tokoh iman pada zaman itu menumukan kembali kemuliaan Allah, dan pola pikir mereka hanya tertuju kepada tanah kanaan yang berlimpah susu dan madu, jadi masih memiliki orintasi pola pikir duniawi, walaupun tidak semuanya karena tokoh iman seperti Abraham saat itu sudah mengarahkan hidupnya hanya untuk langit baru dan bumi baru, ini yang dikatakan firman Tuhan dalam (Ibrani 11:8-15). Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah semua tokoh dalam perjanjian lama belum mengenal kasih karunia didalam Tuhan Yesus Kristus.

Mengerti akan kebenaran ini seharusnya membuat kita tidak boleh lagi mencampur adukan kasih karunia pada bangsa Israel dalam perjanjian lama sebelum zaman anugerah dengan kasih karunia yang orang percaya terima dalam perjanjian baru.

Artinya sebagai orang percaya yang hidup saat ini dan telah menerima kasih karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus sesungguhnya, harus mengarahkan fokus hidupnya bagaimana bisa hidup berkenan sama seperti Kristus dan bukan ditujukan kepada perkara-perkara duniawi.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin sadar untuk terus mengarahkan hidup kita hanya untuk menantikan langit baru dan bumi baru, dan pada postingan berikutnya kita akan terus belajar apakah cukup kasih karunia dan tidak perlu tindakan . . ?.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For KASIH KARUNIA DALAM PERJANJIAN BARU