KASIH KARUNIA DALAM PERJANJIAN LAMA

RENUNGAN HARIAN 2856 Kali Dibaca

Syalom sahabat renunganhariini.com yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, pada postingan sebelumnya kita sudah bahas tentang Menghargai Kasih Karunia Allah.

Saat ini kita akan melihat apa perbedaan antara kasih karunia dalam perjanjian lama dan kasih karunia dalam perjanjian baru, supaya kita bisa mengerti dengan benar dan bisa merespon kasih karunia atau anugerah yang sudah Allah Bapa berikan kepada seluruh manusia dengan sikap hati yang benar.

Dalam perjanjian lama, kalau kita mau meneliti kebenaran firman Tuhan dengan benar maka ada banyak kata kasih karunia dalam hal ini kata (Ibr.Khen) yang berarti kasih karunia, dapat kita temui dalam berbagai kasus atau peristiwa saat itu, dan tentu masing-masing kata (khen) tersebut bisa memiliki pengertian yang berbeda.

Jadi saat membaca kebenaran firman Tuhan, sebagai orang percaya kita tidak boleh membacanya hanya sekedar membaca saja, tetapi kita harus merenung akan kebenaran firman itu dan belajar mengerti setiap kalimat dengan benar bahkan harus bisa belajar melihat pengertian pengunaan kata perkata dalam kebenaran firman Tuhan tersebut, itulah kenapa firman Tuhan katakan “kita harus merenungkan firman itu siang dan malam”.

Tujuannya adalah supaya kita tidak asal memberi pengertian terhadap sebuah ayat firman Tuhan hanya karena melihat sebuah pemakaian kata yang sama, seperti misalnya kata khen yang berarti kasih karunia yang bisa kita temukan dalam ayat-ayat firman Tuhan pada perjanjian lama.

Jadi kita harus melihat dengan sangat teliti konteks pemakaian sebuah kata dalam sebuah kalimat, atau dengan kata lain melihat konteks dimana kata tersebut ditempatkan atau berada, meskipun pada umumnya pengertian kata khen ini yaitu kasih karunia, dalam perjanjian lama itu berarti kemurahan hari atau suatu pemberian khusus yang istimewa.

Misalnya dalam perjanjian lama firman Tuhan katakan didalam, Kejadian 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Kalimat ini memberi pengertian kepada kita secara jelas bahwa hanya Nuh yang mendapat kasih karunia dizamannya.

Pertanyaannya kenapa hanya Nuh . . ?. Ini konteksnya adalah, sebab dimata Tuhan dari sekian banyak manusia yang ada di zaman itu, Nuh dipandang sebagai orang benar yang dapat dipercayai Tuhan untuk membangun bahtera saat itu, karena ia hidup menjauhi kejahatan.

Jadi sekali lagi kita harus bisa melihat sebuah konteks pemakaian sebuah kata kasih karunia didalam berbagai keadaan. Misalnya Bangsa Israel mendapat kasih karunia Tuhan, ini orientasinya adalah Tuhan menunjukan pemeliharaanNya atas kehidupan jasmani bagi bangsa itu dibumi ini dengan segala kebesarannya. Disini kita bisa melihat pada fokus hidup mereka yaitu tanah kanaan sebagai negeri yang berlimpah susu dan madu.

Selain itu bangsa Israel juga mendapat kasih karunia dari Tuhan sebagai bangsa yang dipilih untuk mengenal satu-satunya Allah yang benar, dan ini menjadi sebuah warisan abadi, karena dari bangsa inilah lahir Mesias yaitu Yesus Kristus Tuhan, yang datang sebagai juruselamat dunia.

Inilah yang Tuhan Yesus sendiri katakan bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi, dan perkataan Tuhan Yesus ini bisa kita lihat dalam (Yohanes 4:22).

Sampai disini sebenarnya kita sudah mulai mendapatkan gambaran jelas tentang kata kasih karunia yang di pakai dalam perjanjian lama, dan kita akan terus belajar tentang kasih karunia pada postingan berikutnya tentang perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 4:22.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For KASIH KARUNIA DALAM PERJANJIAN LAMA