KEHIDUPAN SESUAI STANDAR ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1667 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian Kristen Kehidupan Sesuai Standar Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah kehidupan sesuai standar Allah.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, bila kita bercermin pada kehidupan manusia umat perjanjian lama, maka kita akan menemukan ternyata masih ada orang-orang yang memiliki gerak hidup yang dipandang baik dihadapan Allah.

Jadi saat manusia jatuh ke dalam dosa, tidak serta merta hidup manusia menjadi rusak total, atau tidak dapat lagi diperbaiki. Karena setelah manusia pertama jatuh ke dalam dosa, pada generasi berikutnya masih ada orang-orang yang memiliki pola hidup yang baik. Namun tentu tata laksana kehidupan yang mereka jalani belum sepenuhnya sesuai dengan tata laksana hidup yang Allah kehendaki.

Kenapa dikatakan setalah manusia pertama jatuh kedalam dosa, tidak serta merta hidup manusia menjadi rusak total?. Kalau kita perhatikan hidup manusia umat perjanjian lama, maka ada kisah Henokh yang hidup bergaul dengan Allah sampai pada akhirnya ia diangkat oleh Allah. Kemudian ada Ayub yang dimata Allah ia hidup sebagai orang yang saleh, lalu kita bisa lihat lagi Abraham yang menjadi sahabat Allah, dan tentu masih banyak yang lainnya.

Kehidupan Sesuai Standar Allah

Renungan Harian Kristen | Kehidupan Sesuai Standar Allah | renunganhariini.com

Memang bila ditinjau dari kehidupan sesuai standar Allah, dalam hal ini adalah standar kesucian Allah, maka kehidupan manusia di zaman itu jauh dari standar kesucian yang Allah kehendaki. Itulah kenapa standar hidup umat perjanjian lama, sesaleh apapun tidak dapat mencapai standar hidup orang percaya umat perjanjian baru yang harus sempurna seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Kehidupan sesuai standar Allah adalah kehidupan yang diperagakan oleh Tuhan Yesus Kristus, dan inilah kehidupan yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya saat ini. Artinya kalau pada akhirnya orang percaya tidak hidup sesuai dengan standar hidup seperti Tuhan Yesus maka ia gagal mencapai standar hidup yang Allah kehendaki.

Gagal mencapai standar hidup yang Allah kehendaki sama dengan kita gagal menjadi anak-anak Allah. Itu juga artinya kita akan kehilangan warisan kekal yang disediakan oleh Allah Bapa di Sorga kepada Anak-anakNya.

Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Saudaraku perhatikan kalimat yang saya garisbawahi diatas yaitu “jika kita menderita bersama-sama dengan Dia”. Jadi perjuangan kita untuk mencapai standar hidup yang Allah kehendaki harus sama dengan hidup yag sudah Kristus jalani, meskipun penderitaan yang akan kita alami berbeda dengan yang Kristus alami, tetapi semuanya harus menggambarkan ada ketaatan yang tidak bersyarat kepada Allah Bapa di sorga.

Sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa hidup kita itu harus diwarnai dengan ketaatan yang tidak bersyarat, dititik inilah kita bisa hidup sebagai anak-anak Allah yang bisa menyenangkan hari Bapa di Sorga.

Ketaatan yang tidak bersyarat ini, bila kita tekun mau melakukannya sampai pada akhirnya, maka kita akan mencapi tujuan hidup sesuai dengan standar Allah yaitu sempurna sama seperti Bapa di Sorga.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Jadi kita tidak mempunyai pilihan lain bila kita ingin pada akhirnya bisa menerima warisan kekal bersama dengan Kristus, maka kita harus menjalankan tata laksana kehidupan yang Allah kehendaki dalam ketaatan penuh tanpa syarat apapun. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Mengejar Hidup Dalam Kekudusan Allah

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For KEHIDUPAN SESUAI STANDAR ALLAH