KEHIDUPAN YANG MENYUKAKAN HATI BAPA DI SORGA

RENUNGAN HARIAN 1918 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian KristenKehidupan Yang Menyukakan Hati Bapa Di Sorga. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita hari ini adalah, Kehidupan Yang Menyukakan Hati Bapa Di Dorga.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, Kita harus menyadari mulai sekarang, bahwa kehidupan yang kita jalani di dunia ini hanyalah sementara, kehidupan yang akan berakhir dimasa tujuh puluh tahun sampai sembilan puluh tahun.

Itu merupakan relita hidup yang tidak dapat dihindari. Bahkan ada juga yang tidak mencapai standar ini, artinya ada yang belum tujuh puluh tahun sudah harus menghadap Allah Bapa di Sorga. Dan kalaupun ada yang mencapai delapan puluh tahun atau sembilan puluh tahun maka firaman Tuhan katakan bahwa kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan. Itu juga artinya kenikmatan hidup di dunia ini hanyalah sementara.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Kehidupan Yang Menyukakan Hati Bapa Di Sorga

Renungan Harian Kristen | Kehidupan Yang Menyukakan Hati Bapa Di Sorga | renunganhariini.com

Artinya kehidupan di dunia ini sangat singkat, dan setelah itu kita akan diperhadapkan pada sebuah kenyataan bahwa dibalik kematian itulah kita akan menghadapi apa yang dinamakan kehidupan kekal.

Baca Juga Renungan :

Mempersiapkan Diri Untuk Kehidupan Kekal

Didalam kehidupan kekal nanti, hanya ada dua kemungkinan hidup yang akan kita hadapi dan itulah yang akan kita jalani nantinya dalam kehidupan yang tak berujung itu, yaitu apakah kita akan dilayakkan menjalankan hidup di kehidupan kekal itu dalam Kerajaan Bapa di Sorga, atau di dalam api kekal.

Hal ini tidak dapat di hindari oleh siapapun. Itulah kenapa cara hidup kita selama masih di dunia saat ini akan sangat menentukan kehidupan kita didalam kekekalan.

Setiap orang percaya harus menyadari akan hal ini, dan harus mulai mempersoalkannya dengan serius sejak saat ini, sebab jika kita tidak mempersoalkannya dengan serius, maka nantinya kita akan terkejut menghadapi kenyataan yang sesungguhnya.

Menyadari akan realita kehidupan kekal inilah yang membuat Paulus terus berusaha untuk berkenan dihadapan Allah Bapa di Sorga. Hal itu yang Paulus maksudkan, seperti apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus 5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Jadi tidak ada kerinduan yang lain dalam hati Paulus, selain keinginannya untuk menetap pada Tuhan. Menetap pada Tuhan artinya ingin tinggal bersama-sama dengan Tuhan di dalam KerajaanNya. Itulah yang menjadi alasan utama kanapa Paulus katakan “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya”.

Orang yang mau berkenan kepada Tuhan sudah harus berjuang mulai sekarang, untuk menjaga seluruh gerak hidupnya tetap sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Orang-orang seperti ini akan selalu berusaha untuk hidup menyukakan dan menyenangkan hati Bapa di sorga.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan cara hidupmu saat ini saudaraku?. Apakah kehidupanmu sudah menyukakan hati Bapa atau sebaliknya engkau selalu melukai hatiNya, engkau selalu mengecewakanNya?.

Saudaraku, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, akan tetapi untuk menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di Sorga bukanlah sesuatu yang mustahil, sebab kalau kita mau, maka Allah akan memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap menjaga hidup ini berkenan dihadapanNya. Dan itulah yang harus menjadi gol dari kehidupan setiap orang percaya. Itulah yang harus menjadi satu-satunya tujuan hidup kita sebagai orang percaya, yaitu sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Keadaan inilah yang harus kita perjuangkan. Sebab bila tidak, maka kita tidak akan mungkin bisa menetap bersama-sama dengan Tuhan dalam KerajaanNya, dan itu artinya kita akan tinggal dalam api kekal untuk selama-lamanya, dan kehidupan inilah yang selalu saya katakan sangat tragis dan sangat mengerikan.

Kita harus menyadari satu hal ini, bahwa orang-orang yang hidup didalam Kerajaan Tuhan Yesus Kristus di Sorga nanti, tidak boleh ada seorangpun yang melakukan tindakan yang melukai hati Bapa. Sebab tindakan melukai hati Bapa adalah bentuk kecemaran hidup, atau ketidakkudusan hidup, itulah kenapa firman Tuhan katakan didalam;

I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Baca Juga Renungan :

Hidup Kudus

Jadi selama kita masih hidup di dunia saat ini, kita sudah harus memaksa diri kita untuk tetap hidup didalam kekudusan Allah, dan hidup didalam kekudusan Allah inilah merupakan cara hidup kita yang menyukakan hati Allah Bapa di Sorga, cara hidup kita yang menyenangkan hatiNya.

Cara hidup seperti ini juga, yang membuat kita bisa menikmati hidup seakan-akan kita sedang hidup di dalam Kerajaan Sorga, walaupun saat ini kita masih ada di dunia. Artinya seluruh tindakan hidup kita, harus sesuai dengan kehendak Allah Bapa di Sorga.

Dan itulah kenapa Tuhan Yesus mengajarkan kepada setiap kita sebagai orang percaya didalam Doa Bapa kami, supaya kita berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga saya garisbawahi kalimat di bumi seperti di sorga. Artinya selagi kita masih hidup di bumi ini kita sudah harus menerapkan gaya hidup sebagai warga Kerajaan Sorga yaitu, hidup menyukakan dan menyenangkan hati Bapa di Sorga, jadi tidak boleh ada gaya hidup yang lain.

Mengerti akan kebenaran ini, kiranya kita semakin mengoreksi diri untuk melihat apakah kita sudah hidup menyukakan hati Bapa di Sorga atau kita masih melukai hatinya. Supaya dengan demikian kita tidak terlambat untuk memperbaiki diri agar hidup kita bisa didapatkan berkenan dihadapanNya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Standar Kualitas Hidup

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For KEHIDUPAN YANG MENYUKAKAN HATI BAPA DI SORGA