KEINGINAN MELAHIRKAN KEKECEWAAN

RENUNGAN HARIAN 2878 Kali Dibaca

Syalom sahabat renunganhariini.com yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Renungan saat ini kita akan membahas tentang tema yang berbeda atau yang diluar tema berseri yang sedang kita bahas tentang kasih karunia, dan pembahasan tentang kelanjutan tema kasih karunia akan tetap kita bahas pada renungan-renungan yang akan datang.

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, didalam kehidupan ini kita sering sekali mendengar orang menyebutkan satu kata ini yaitu “kecewa”. Kecewa artinya; kecil hati, tidak puas karena keinginannya atau harapannya tidak terkabul.

Setiap manusia pasti pernah mengalami apa yang disebut kecewa, dan kekecewaan itu terjadi dalam setiap kehidupan manusia dimana landasannya adalah akibat dari keinginan orang tersebut atau harapan orang tersebut tidak terkabul, atau tidak terpenuhi.

Mari, coba kita sama-sama koreksi diri dan menginat kembali persoalan apa saja yang pernah membuat kita akhirnya kecewa. Lalu kalau sudah, coba ingat lagi muatan keinginan apa yang menjadi landasan dari kekecewaan yang kita alami, karena kekecewaan itu tidak pernah lahir atau tidak akan pernah ada kalau kita tidak punya keinginan apa-apa.

Kecewa itu bisa terjadi pada orang tua yang kecewa terhadap anak-anaknya, atau sebaliknya anak-anak yang kecewa karena keinginannya tidak dituruti orang tua, kecewa dalam menjalin hubungan perteman, kecewa dalam pekerjaan, kecewa dalam bisnis, dan berbagai faktor lainnya yang menjadi alasan seseorang bisa kecewa, tetapi sekali lagi hal itu terjadi karena apa yang diharapkan atau yang diinginkan tidak tercapai.

Itulah kenapa dalam beberapa renungan sebelumnya sering saya katakan, sebagai orang percaya kita harus bisa mematikan setiap keinginan hati kita, artinya jangan lagi memiliki keinginan apa-apa yang tidak memberi dampak pada kehidupan kekal, tetapi kalau masih ada keinginan seharusnya hanya satu yaitu keinginan untuk tetap hidup berkenan dihadapan Tuhan dan hidup melakukan kehendakNya.

Kisah seorang mudah dan kaya yang akhirnya harus kecewa karena keinginannya untuk mengikut Yesus tidak tercapai hanya karena ia tidak ingin atau tidak rela untuk menjual apa yang ia miliki dan membagikannya kepada orang miskin.

Kisah ini ditulis didalam Markus 10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Firman Tuhan katakan “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya”, ini artinya keinginan setiap orang untuk mengikut Yesus akan disambut dengan penuh belas kasih Tuhan, persoalannya untuk mengikut Tuhan itu persyaratannya ada yaitu harus bisa melepaskan diri dari ikatan harta kekayaan, atau hawa nafsu, atau dari berbagai keinginan dunia.

Orang yang hatinya masih terikat dengan, harta, kekayaan, hawa nafsu dan berbagai keinginan dunia dengan segala kesenangannya, atau dengan apa yang ia miliki, akan sulit untuk mengikut Tuhan, sebab kalau mau mengikut Tuhan kita tidak bisa lagi mengikuti keinginan kita, tetapi kita harus menuruti keinginan Tuhan.

Itulah kenapa Tuhan Yesus katakan “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Jadi sebagai orang percaya kita tidak dapat mengkleim bahwa kita sudah mengikut Yesus, sebab untuk mengikut Yesus seseorang sudah tidak boleh lagi terikat dengan segala sesuatu yang dimilikinya.

Terkadang kita sendiri yang mengakui bahwa kita ini pengikut Kristus, persoalannya Tuhan Yesus sudah mengakui atau belum bahwa, kita adalah pengkutNya, kita adalah muridNya. Sebab orang yang mau mengikut Yesus harus dimuridkan supaya bisa sepikiran dengan Tuhan Yesus, dan proses dimuridkan yang pertama yaitu harus berani mengambil keputusan untuk tidak terikat dengan apa yang kita miliki.

Melepaskan diri dari apa yang kita miliki saat ini didunia, apa yang kita sukai, apa yang menyenangkan, bahkan termasuk keterikatan dengan harta kekayaan, itu bukan berarti hidup kita akan menjadi sia-sia, karena firman Tuhan katakan kita akan beroleh harta di sorga.

Jadi mengambil keputusan untuk mengikut Yesus itu memiliki landasan keinginan yaitu kita akan didapatkan sebagai anak-anakNya yang berkenan, dan dilayakkan hidup didalam kerajaan Bapa disorga.

Sekarang kalau kita ditanya “punya keinginan gak untuk masuk sorga . .?” sebagai orang percaya kita akan menjawab “punya”. Kalau punya keinginan itu, berarti harus mau melapaskan keinginan yang lain yaitu keinginan akan harta kekayaan dunia yang hanya bersifat sementara.

Kalau kita tidak berani untuk melepaskan semua keterikatan kita dengan kesenangan dunia, maka pada akhirnya kita akan kecewa seperti orang mudah yang kaya tersebut. Tetapi yang lebih tragis lagi adalah kekecewaan dan penyesalan yang akan dihadapai setiap orang pecaya jika pada waktunya Tuhan akan berkata Ia tidak mengenal kita sebagai anak-anakNya.

Itulah yang dikatakan dalam Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Jangan lupa baca juga, Pemahaman Tentang Kasih Karunia Allah

Kiranya kebenaran ini membuat kita bisa tegas mengambil keputusan untuk melepaskan diri dari keinginan dan kesenangan dunia apapun yang bisa membuat kita menjadi kecewa pada akhirnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For KEINGINAN MELAHIRKAN KEKECEWAAN