KEKUDUSAN ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1046 Kali Dibaca

Renungan harian hari ini 2 February 2014 adalah “Kekudusan Allah”. Baiklah sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa.

Doa: Bapa didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, saat ini kami hendak membaca akan renungan kebenaran FirmanMu, berbicaralah bagi kami supaya oleh kuasa FirmanMu Tuhan kami boleh mengerti akan kehendakMu, kami boleh mengerti bagaimana kami harus menjaga kehidupan kami supaya benar-benar kudus dan berkenan dihadapanMu, Sebab Engkau Allah yang Kudus, Engkau Allah yang Mulia, yang tidak bisa berada dengan segala sesuatu yang tidak kudus, Oleh sebab itu Tuhan urapi kami dan beri kami mengerti, lalu kami  boleh tetap hidup didalam kesucian kekudusanMu. Didalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur, haleluya. Amin.

Sebagai orang percaya pasti kita sudah sering mendengar Firman Tuhan yang berkata “Kuduslah kamu sebab Aku kudus” (I Petrus 1:16). Dan pasti bukan baru satu kali kita mendengarkan kebenaran ini selama kita hidup dalam pengiringan akan Tuhan, atau selama kita hidup sebagai orang percaya, kebenaran ini pasti sudah seringkali kita dengar. Dan ini merupakan perintah kepada semua orang percaya, atau kepada semua anak-anak Tuhan, bahwa kita harus benar-benar hidup dalam kekudusan.

Mari kita lihat satu kisah didalam kebenaran Firman Tuhan, yang akan memberikan sebuah gambaran kehidupan kekudusan dihadapan Allah. Kisah ini ditulis dalam Keluaran 3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” 3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Dari kisah yang singkat ini kita bisa melihat sebuah gambaran betapa Tuhan tidak bisa menyatu dengan sesuatu yang tidak kudus. Ketika Musa melihat satu kejadian yang begitu luar biasa, dan bagi Musa ini adalah penglihatan yang hebat, sehingga ia berkeinginan untuk datang lebih dekat lagi dan melihat kenapa semak duri itu tidak terbakar, dan baru saja Musa ingin menyimpang untuk melihatnya, Tuhan tahu benar apa yang ada dihati Musa, oleh sebab itu Tuhan katakan, “Musa, Musa !”, lalu Musa menjawab “ya Allah”, “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Dari perkataan Tuhan kepada Musa ini, kita bisa menangkap satu hal bahwa, setiap orang yang ingin datang kepada Tuhan, ia harus ada didalam kekudusan, sebab tanpa kekudusan ia tidak bisa datang kepada Tuhan, oleh sebab itu Tuhan katakan tanggalkanlah kasutmu. Ini artinya didalam kehidupan ini kita harus menanggalkan setiap keadaan diri kita yang kotor, setiap keadaan diri kita yang tidak benar, setiap keadaan diri kita yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki baru kita bisa datang kepada Tuhan.

Itulah sebabnya kenapa sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Tuhan atau sebagai orang Kristen, kita harus benar-benar memproteksi diri kita untuk tetap ada didalam kesucian kekudusan Allah. Satu hal yang harus kita mengerti lebih lagi, Musa saat itu hidup dizaman Taurat, lalu Musa berjumpa dengan Tuhan, ini artinya perjumpaan ini ada didalam rencana Tuhan, karena Tuhan hendak memakai Musa sebagai alat didalam tanganNya, untuk mengeluarkan bangsa Israel dari tanah Mesir, ke tanah yang akan diberikan oleh Tuhan kepada mereka, yaitu tanah yang berlimpah-limpah dengan susu dan madu.

Ini adalah satu janji bahwa Tuhan akan tetap perhatikan setiap kehidupan umat pilihanNya, tetapi sebagai umat pilihan mereka juga harus hidup disalam kekudusan Tuhan. Hidup melakukan aturan-aturan dan perintah Tuhan, sebab bila kita baca kisah perjalanan bangsa Israel ini selanjutnya maka kita akan menemukan bahwa Tuhan tidak segan-segan untuk menghabisi angkatan itu, karena seringkali mereka tidak hidup sesuai aturan dan perintah Tuhan.

Saat ini kita ada di zaman anugerah. Bila dizaman Taurat Tuhan hanya menampakkan diri kepada orang-orang yang hendak Ia pakai, kepada orang-orang yang Ia pilih, untuk menjadi alat didalam tanganNya, untuk menggenapi akan rencanaNya, maka sekarang oleh pengorbanan Kristus setiap orang percaya menerima anugerah Tuhan yang luar biasa dimana Allah memberikan Roh penolong yaitu Roh Kudus, untuk ada setiap saat berjalan bersama-sama dengan orang yang percaya kepada Tuhan.

Disinilah letak persoalannya, dimana kita diberikan Roh penolong oleh Tuhan yaitu Roh Kudus, yang merupakan Roh dari Allah yangh setiap saat akan menolong kita, maka itu berarti setiap saat juga kita harus berada dalam kekudusan Allah. Ingat kisah Musa dimana Tuhan katakan jangan dekat-dekat, tanggalkanlah kasutmu artinya bila hidup seseorang tidak ada didalam kekudusan ia tidak akan bisa bertemu dengan Tuhan. Ia tidak akan bisa bersama-sama dengan Tuhan, karena Tuhan itu kudus dan tidak bisa menyatu dengan sesuatu yang tidak kudus. Jadi setiap orang percaya yang mau hidup dalam pimpinan Tuhan ia harus menguduskan dirinya untuk Tuhan, sebab tempat dimana Tuhan ada, tempat itu menjadi kudus. Roh Kudus ditempatkan didalam hati kita, itu berarti hati kita harus benar-benar kudus, bukan saja hati kita tetapi pikiran, perkataan serta semua gerak hidup kita harus benar-benar kudus, supaya setiap saat kita bisa ada bersama-sama dengan Tuhan, hidup didalam pimpinan Tuhan dan membangun persekutuan dengan Tuhan.

Walaupun saat ini kita masih hidup didunia ini, tetapi kita harus menyadari bahwa suatu saat nanti dibalik kematian kita akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya yaitu didalam kehidupan kekekalan. Di kehidupan inilah Allah sendiri yang akan memerintah karena ini adalah kerajaanNya. Jika Allah yang akan memerintah didalam kerajaanNya, maka orang-orang yang akan tinggal didalam kerajaanNya juga adalah orang-orang yang kudus, orang-orang yang tidak bercacat, orang-orang yang tidak bercelah. Segala sesuatu yang tidak kudus tidak boleh ada didalam kerajaan ini. Artinya orang-orang yang masuk didalam kerajaan ini adalah orang-orang yang satu roh dengan Tuhan dan yang tidak satu roh akan terbuang dari hadapan Tuhan untuk selama-lamanya didalam kebinasaan.

Bagaimana supaya kita menjadi satu roh dengan Tuhan ?. Orang mau menjadi satu roh dengan Tuhan harus mengikatkan dirinya pada Tuhan mulai saat ini dan bukan nanti. Firman Tuhan katakan dalam 1 Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jadi kalau selama ini masih ada orang percaya yang mengikatkan dirinya dengan dunia, maka ia menjadi satu roh dengan dunia, dan dunia ini ada dalam kendali iblis. Firman Tuhan sudah katakan bahwa pada akhirnya iblis dan malaikat-malaikat pengikutnya akan dibuang atau dilemparkan kedalam api kekal. Bila orang percaya ada yang masih mengikatkan dirinya pada dunia, maka ia ada didalam kendali iblis, itu artinya ia masih mengikatkan diri pada iblis atau dengan kata lain ia satu roh dengan iblis, dan pada akhirnya ia tidak akan diterima dalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Bagi setiap orang percaya yang mau berada didalam Kerajaan Bapa di Sorga maka ia harus mengikatkan diri pada Tuhan dan menjadi satu roh dengan Tuhan, baik itu pikiran, perkataan, perbuatannya, bahkan seluruh gerak hidupnya harus sama seperti apa yang Tuhan mau dan tidak boleh kurang, harus benar-benar kudus. Kalau saat ini orang percaya atau anak-anak Tuhan atau orang kristen tidak sungguh-sungguh menjaga kesucian kekudusan hidupnya, maka jangan pernah berharap ia akan ada didalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Ingat pesan ini:

  1. Kerajaan dimana Allah berada adalah Kerajaan yang kudus, dimana segala sesuatu yang tidak kudus tidak akan masuk kedalamnya, oleh sebab itu kuduskanlah dirimu mulai saat ini jikalau engkau mau ada didalam Kerajaan Allah.
  2. Hakekat Allah itu adalah Allah yang adil, Allah yang akan menghakimi dengan tidak memandang muka, artinya yang bersalah tidak akan ia bebaskan dari hukuman, jadi tetap akan terbuang kedalam api neraka atau api kekal.
  3. Tidak cukup kita berkata percaya kepada Yesus, karena orang percaya kepada Yesus harus hidup sama seperti Kristus hidup, barulah ia layak masuk kedalam kerajaan Bapa di Sorga.

Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Jika engkau diberkati dengan kebenaran ini maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , , ,

Related For KEKUDUSAN ALLAH