KELUAR DARI BELENGGU KEKAYAAN

RENUNGAN HARIAN 2338 Kali Dibaca

Renungan hari ini 24 November 2013 adalah, Keluar Dari Belenggu Kekayaan. Memberi nilai tinggi kepada kebahagiaan kehidupan dunia adalah sebuah gaya hidup yang sering membuat banyak orang pada umumnya tersesat dimana didalamnya tidak sedikit dari orang percaya atau orang kristen yang memiliki sikap hidup yang demikian. Dengan sikap hidup seperti ini membuat banyak orang tidak terlalu memperdulikan bahkan tidak menghayati realitas kehidupan kekekalan yang begitu dahsyat. Hal ini terjadi karena mata hati mereka masih tertuju kepada perkara-perkara dunia yang hanya bersifat sementara.

Banyak orang begitu menyanjung kekayaan, sehingga mereka seringkali lebih menghargai segala sesuatu yang bisa meningkatkan nilai diri semakin tinggi dimata orang lain, dan lupa bahwa semuanya itu adalah kesia-siaan.

Apakah dengan demikian berarti orang percaya atau orang kristen tidak boleh kaya ?, saya tidak mengatakan bahwa seseorang dalam hal ini orang percaya atau orang kristen tidak boleh kaya, tetapi kalau kita menaruh nilai diri diatas kekayaan maka suatu saat kita akan terkejut dalam kengerian bila pada akhirnya harus melihat kenyataan bahwa mereka akan ditolak oleh Tuhan, karena tanpa disadari mereka telah menempatkan kekayaan yang dimilikinya sebagai berhala.

Setiap anak-anak Tuhan harus memiliki motivasi tinggi, bekerja keras supaya bisa memiliki financial hidup yang berkecukupan, tetapi apa yang dimiliki lewat kerja keras tersebut bukan lalu digunakan sesuka hati untuk kesenangan diri yang bisa melahirkan kesombongan, tetapi dengan memiliki fasilitas hidup yang cukup harus membuat mata hati kita terbuka bahwa semua ini milik Tuhan, dan harus digunakan untuk membantu pekerjaan Tuhan, sehingga semua yang kita miliki hanya untuk mempermuliakan Tuhan.

Sebuah kisah menarik dalam (Matius 19:16-25), ketika seorang muda datang kepada Tuhan Yesus dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”, Yesus menyuruh dia untuk hidup sesuai dengan perintah Allah, tetapi baginya bila hanya perintah, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka semua itu sudah ia lakukan.

Tuhan Yesus lalu berkata kepadanya “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku, tetapi yang terjadi setelah mendengar perkataan Tuhan Yesus seperti itu maka iapun pergi dengan hati yang sedih karena hartanya banyak.

Setelah orang mudah itu pergi Tuhan Yesus lalu berkata kepada murid-muridnya dalam Matius 19 : 23 – 24, demikian.

19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ini adalah sebuah kenyataan bahwa bila seseorang menaruh hatinya hanya terikat kepada harta kekayaannya, maka sesungguhnya ia telah membuat keputusan untuk tidak berada dipihak Tuhan, tetapi berada dipihak dunia dimana pemerintahan dunia ini dikuasai oleh iblis.

Kalau saat ini saudara ada dilevel ini, atau keadaan dimana engkau menaruh hatimu hanya pada segala sesuatu yang engkau miliki, baik itu harta kekayaan, pangkat jabatan, serta kehormatan dan sanjungan, maka hari ini juga engkau harus bertobat sebelum kesempatan bertobat tertutup bagimu. Kempatan bertobat tertutup bila seseorang sudah mengeraskan hatinya sampai pada level ia tidak bisa lagi berubah sampai ia menutup mata. Jika itu yang sedang terjadi pada dirimu saat engkau membaca kebenaran ini, maka berubahlah sekarang juga sebelum terlambat.

Ingat pesan ini :

  1. Ingatlah seberapa besar harata yang engkau miliki tidak akan membawa engkau ke sorga.
  2. Janganlah mata hatimu menjadi buta karena hata kekayaan.
  3. Mengikat hati kepada harta kekayaan berarti melepaskan diri dari Tuhan.
  4. Bertobatlah sebelum kesempatan bertobat tertutup bagimu. Amin.

Bila engkau diberkati dengan renungan ini, maka bagilah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , ,

Related For KELUAR DARI BELENGGU KEKAYAAN