KEMUDI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

RENUNGAN HARIAN 1387 Kali Dibaca

Ada begitu banyak orang percaya menaruh standar kesucian hidup itu adalah, tidak berbuat dosa dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran moral umum. Ini merupakan sebuah pola berpikir yang keliru, karena standar kesucian hidup sebagai orang percaya bukan saja tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran moral umum tetapi lebih dari itu orang percaya harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus.

Kenapa harus memiliki pikiran dan perasan Kristus ?, karena ini merupakan standar kesucian Allah. Jadi setiap orang percaya harus serius mengarahkan fokus hidupnya untuk mencapai akan hal ini. Untuk memiliki pikiran dan perasan Kristus itu perlu perjuangan sebab itu bukan hal yang mudah atau sesuatu yang bisa didapatkan secara instan.

Akan menjadi malang sekali jika sebagai orang percaya kita tidak pernah memahami akan hal ini dengan benar, kita tidak mau serius untuk memikirkannya dengan sungguh-sungguh, sebab kalau orang percaya hanya merasa aman dengan standar moral umum yang sudah dimilikinya, maka sesungguhnya diluar sana ada begitu banyak orang-orang yang tidak percayapun memiliki standar moral yang jauh lebih baik.

Sikap seperti ini tanpa disadari masih terus dipertahankan dan ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang tidak pernah merasa terganggu dengan keadaan ini. Salah satu penyebab yang bisa membuat banyak orang percaya bersikap masa bodoh dengan hal ini adalah karena mereka salah didalam memahami akan kebenaran firman Tuhan dengan benar dan murni.

Pemahaman yang dibangun bahwa keselamatan yang Tuhan yesus berikan itu bukan karena kita berbuat baik, tetapi semata-mata karena kasih karunia. Ini adalah sebuah kesalahan didalam mengerti akan teks firman Tuhan yang ditulis didalam Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Jadi bila orang percaya tidak pernah mau meneliti dengan benar akan setiap kebenaran firman Tuhan, maka firman itu akan dipahami sesuai dengan pikiran kita sebagai manusia biasa yang akhirnya beranggapan bahwa yang namanya selamat itu berarti terhindar dari api neraka.

kemudi kehidupan orang percaya
Keadaan orang percaya bukan seperti itu, sebab setiap orang percaya setiap anak-anak Tuhan terpanggil untuk bisa memiliki pikiran dan perasaan Kristus, tujuannya supaya seluruh gerak hidupnya ada didalam jalur yang Tuhan kehendaki.

Pikiran merupakan pusat kemudi dari kehidupan setiap manusia termasuk orang percaya, jadi setiap manusia akan mengemudikan perahu kehidupannya sesuai dengan apa yang ia pikir itu baik.

Orang percaya harus mampu mengemudikan perahu kehidupannya dengan pikiran yang bukan saja hanya sampai kepada apa yang ia pandang baik, tetapi harus sampai kepada titik dimana setiap gerak hidup kita sebagai orang percaya itu sejalan dan sepikiran dengan Tuhan.

Kalau kita mau belajar mengeri akan kebenaran firman Tuhan dengan benar maka seperti apa yang dikatakan firman Tuhan didalam Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, dalam ayat ini kata “pikiran” kalau kita mau belajar dari penggunaan teks aslinya yaitu bahasa Yunani, dan bila diterjemahkan secara bebas maka akan berarti “berpikirlah atau bersikaplah” sama seperti Kristus.

Jadi kata pikiran didalam ayat ini merupakan perintah, nah kalau ini merupakan perintah berarti kita harus berpikir atau bersikap sama seperti Kristus. Jadi jika tidak, berarti tidak dapat dikatakan sepikiran dengan Kristus dan akibatnya bila seseorang yang percaya kepada Kristus tetapi tidak sepikiran dengan Kristus maka percayanya akan menjadi sia-sia.

Kalau firman Tuhan memerintahkan supaya kita berpikir seperti Kristus, bersikap seperti Kristus, maka kitalah yang harus mengendalikan pikiran kita, menggerakkan pikiran kita, supaya bisa searah dengan pikiran Kristus, karena tidak ada orang lain yang bisa menngendalikan atau mengerakkan pikiran kita.

Manusia memiliki kehendak bebas, jadi Tuhan tidak akan mengintervensi sebab pikiran setiap orang selalu menjadi pusat kemudi kehidupannya dan itu menjadi hak dan wewenang setiap orang, termasuk setiap orang percaya.

Itulah kenapa dalam beberapa kisah yang ada di Alkitab, contohnya seperti kisah Yudas yang sudah saya singgung pada renungan sebelumnya, dimana Tuhan hanya bisa mengingatkan tetapi keputusan ada ditangannya karena yang mengontrol pikirannya adalah dirinya sendiri, jadi Tuhan hanya mengarahkan tetapi kendali pikiran setiap orang ada pada diri masing-masing.

Dalam kehidupan setiap manusiapun iblis tidak bisa mengambil alih kemudi pikiran seseorang, akan tetapi iblis hanya bisa mengarahkan kepada kerajaan kegelapan, dan kendalinya tetap dipegang oleh manusia, jadi bila manusia tidak mau bertindak untuk mengarahkan pikirannya supaya sepikiran dengan Tuhan, itu adalah pilihan setiap orang.

Tuhan tidak ingin ada seorangpun yang binasa, oleh sebab itu Ia selalu mengingatkan kita sebagai orang percaya supaya mau mengarahkan hidup kita hanya untuk melakukan kehendak Bapa di Sorga sama seperti Kristus yang hidup hanya untuk melakukan kehendak BapaNya di Sorga.

Kiranya kebenaran ini membuka mata hati dan pikiran kita untuk mengerti betapa bahayanya jika kita salah mengarahkan kemudi kehidupan kita sebagai orang percaya.Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

tags: ,

Related For KEMUDI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA