KENIKMATAN HIDUP DI DUNIA ITU SINGKAT

RENUNGAN HARIAN 1262 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Kenikmatan Hidup Di Dunia Itu Singkat. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Kenikmatan Hidup Di Dunia Itu Singkat.

Saudaraku, saya ingin mengajak kita untuk memikirkan sebuah kepastian hidup yaitu,  hidup yang kita jalani di dunia saat ini hanyalah hidup yang sementara, atau hidup yang singkat, dan itu sudah firman Tuhan ingatkan, hanya tujuh puluh tahun atau jika kita kuat delapan puluh tahun.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Ini adalah sebuah kepastian yang tidak dapat kita tolak, tidak bisa kita cegah, tidak bisa kita hindari, artinya setiap kita pasti akan tiba pada detik akhir dari kehidupan di dunia ini yang ditandai dengan apa yang dinamakan kematian.

Yang perlu kita sadari bahwa, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi kematian merupakan jalan menuju awal dari kehidupan yang baru, kehidupan yang tanpa batas. Ini yang sering saya sebutkan sebagai kehidupan yang sesungguhnya. Sebab kalau kehidupan di dunia ini ada batasnya, maka di kehidupan yang baru nanti, kita akan ada pada sebuah kehidupan tanpa batas.

Itulah kenapa, pada renungan sebelumnya saya katakan bahwa hidup itu bukan hanya satu kali, sebab masih ada hidup yang lain. Silahkan baca juga : Hidup Bukan Hanya Satu Kali.

Yang perlu kita sadari adalah, untuk memasuki kehidupan yang baru tidak ada jedah waktu, atau tidak ada waktu istirahat. Sebab saat jantung kita berhenti berdetak pada detik terakhir kehidupan di dunia ini, maka detik berikutnya adalah merupakan detik awal dari kehidupan yang baru itu.

Persoalannya di kehidupan yang baru nanti ada dua arah jalan yang akan dituju, yaitu jalan menuju kesenangan hidup yang kekal, yang penuh dengan sukacita dan kemuliaan, dan jalan menuju kegelapan abadi yang penuh dengan kengerian, penderitaan, dan kesengsaraan yang tiada batasnya.

Saya sudah sering mengingatkan kita semua lewat renungan-renungan sebelumnya, bahwa untuk memasuki kehidupan yang baru nanti, kita sudah harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Jadi bukan setelah menutup mata meninggalkan dunia ini, lalu dikehidupan yang baru nanti, barulah kita memilih mau ambil jalan mana.

Kenikmatan Hidup Di Dunia Itu Singkat

Renungan Harian Kristen : Kenikmatan Hidup Di Dunia Itu Singkat | Renunganhariini.com

Jalan menuju kehidupan yang baru nanti, itu sudah harus kita pilih, sudah harus kita tentukan sendiri mulai sekarang. Sebab itu kita harus menyadari bahwa, kalau kita hidup saat ini, sebenarnya kita sedang mempersiapkan diri untuk kehidupan yang baru.

Seluruh gerak hidup kita saat ini menunjukan, jalan mana yang akan kita tuju di kehidupan baru nanti. Sebab jalan yang kita pilih dikehidupan baru nanti, adalah merupakan akumulasi dari perjalanan hidup yang sedang kita jalani saat ini. Itulah kenapa firman Tuhan ingatkan kita di dalam;

Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Jadi seandainya kita memiliki kesempatan untuk menikmati hidup dunia ini selama tujuh puluh tahun, penuh dengan segala kelimpahan dan kesenangannya, tetapi di kehidupan baru nanti, akumulai hidup yang penuh dengan kelimpahan dan kesenangan dunia saat ini, akan membawa kita kepada jalan menuju kegelapan abadi yang penuh dengan, kengerian, penderitaan, dan kesengsaraan yang tidak ada batasnya, maka untuk apa semuanya itu.

Ini yang firman Tuhan maksudkan; Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?. Hal ini harus kita persoalkan dengan serius mulai saat ini, supaya kita bisa memilih jalan yang tepat, dengan memiliki akumulasi kehidupan yang menuntun kita kepada kesenangan hidup yang penuh dengan kemuliaan di keabadian nanti.

Itulah kenapa saya ingin ingat kembali kepada kita semua, jangan sampai salah memaknai kasih karunia yang Allah berikan. Sebab dari cara hidup banyak orang percaya, menunjukan bahwa mereka telah salah memaknai kasih karunia yang Allah berikan.

Kalau saat ini, kita salah memaknai kasih karunia yang Allah berikan, maka hal itu sama dengan kita telah salah memilih jalan hidup. Kita harus tetap ingat, keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus itu, tetap harus dikerjakan dengan takut dan gentar. Jadi kasih karunia itu harus diresponi dengan cara hidup benar dihadapan Allah, yaitu dengan cara hidup melakukan kehendak Allah.

Kalau kita tidak menjadikan hidup takut akan Allah, hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah, hidup hanya untuk kepentingan Kerajaan Allah, menjadi gaya hidup kita sebagai orang percaya saat kita masih hidup di dunia ini, maka itu sama dengan kita telah memilih jalan yang salah, yaitu jalan menuju kegelapan abadi yang penuh dengan kengerian, penderitaan, dan kesengsaraan.

Mungkin ada banyak orang berpikir bahwa masih punya waktu, atau waktu hidupnya masih panjang, karena masih mudah, masih tiga puluh tahun, atau empat puluh tahun, jadi nanti saja, dan sekarang hidup menikmati dunia dulu dengan segala kesenangannya. Kalau sudah enam puluh tahun atau enam puluh lima tahun, atau dengan kata lain sebelum tujuh puluh tahun barulah berubah, mempersiapkan hidup untuk kehidupan yang baru.

Satu hal yang harus terus kita ingat adalah, bukan kita yang menentukan seberapa panjang umur hidup kita di dunia ini. Sebab tidak ada satu manusiapun yang tahu, berapa lama Tuhan memberi kesempatan waktu hidupnya di dunia. Itulah kenapa saya katakan pada judul renungan ini, kenikmatan hidup di dunia itu singkat, dan hanya sementara.

Tidak ada cara lain untuk memilih jalan hidup yang tepat menuju kekekalan nanti, selain hidup takut akan Tuhan dan melakukan semua yang Tuhan kehendaki. Ini merupakan kunci sukses menuju kehidupan kekal yang penuh dengan kesenangan dan kumuliaan yang tiada batasnya.

Cara hidup seperti inilah yang dimiliki oleh Tuhan Yesus, dan harus menjadi gaya hidup dari setiap orang percaya. Jika arah perjalanan hidup kita diarahkan hanya untuk hal yang satu ini, maka apapun yang kita hadapi saat ini, kesusahan, penderitaan hidup, tantangan dan masalah yang datang silih berganti, kita akan tetap percaya bahwa itu semua tidak sebanding dengan apa yang akan kita terima di kekekalan nanti. Semua akan tergantinkan dengan kesenangan hidup yang tak berujung dan penuh dengan kemuliaan.

Inilah arah perjalanan hidup yang benar menuju langit baru dan bumi yang baru. Dengan mengerti akan kebenaran ini, maka kita akan semakin kuat di dalam Tuhan. Sebab kita tetap percaya bahwa sekalipun ada penderitaan, itu hanyalah penderitaan yang ringan. Hal itu sama seperti yang Paulus ungkapkan.

II Korintus  4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Sekalipun ada pencobaan, kita tahu bahwa itu adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia.

I Korintus  10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Jadi kita harus serius memperhatikan cara hidup kita saat ini, apakah kita sudah memiliki cara hidup yang tepat dan benar, yang akan menuntun kita kepada jalan yang benar menuju kehidupan baru yang penuh dengan kesenangan dan kemuliaan, atau jangan-jangan cara hidup kita saat ini sedang menuntun kita kepada arah jalan yang salah, sehingga perjalanan hidup kita di kehidupan yang baru menuju kebinasaan kekal.

Ingat saudaraku, waktu hidup di dunia ini sangat singkat, dan semua kenikmatan hidup di dunia ini juga sangat singkat dan tidak berarti apa-apa. Oleh sebab itu berubalah, jangan tersesat lagi, pilihlah jalan yang benar dengan cara kembali kepada Tuhan, dan hidup takut akan Tuhan serta melakukan semua kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Apakah Anugerah Menghilangkan Syarat?

Artikel by Pdt. Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For KENIKMATAN HIDUP DI DUNIA ITU SINGKAT