KESETIAAN DALAM IMAN PERCAYA KEPADA ALLAH

RENUNGAN HARIAN 6565 Kali Dibaca

Renungan Harian KristenKesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah Kesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah.

Saudaraku, selama ini ada begitu banyak orang percaya yang terjebak pada prinsip kesetiaan yang salah dalam mengiring Tuhan. Banyak orang berpikir bahwa setia kepada Allah itu artinya ia tidak pindah agama untuk memeluk agama lain, atau tiap minggu hadir dalam kebaktian di gereja, dan berbagai kegiatan ibadah lainnya.

Sesungguhnya kesetiaan dalam iman percaya kepada Allah itu tidak dapat diukur dengan hal seperti itu saja, karena kesetiaan dalam pengiringan akan Tuhan itu harus diukur dengan seberapa setianya kita hidup dan melakukan kehendak Allah Bapa di Sorga. Hal ini sangat penting, sebab itu menjadi standar hidup orang percaya.

Baca juga Renungan :

Standar Hidup Orang Percaya

Kenapa saya katakan bahwa kesetiaan dalam melakukan kehendak Bapa di sorga adalah standar hidup orang percaya?. Sebab hanya orang yang melakukan kehendak Bapa di sorga yang akan dikenal oleh Allah, dan orang yang hidup tidak melakukan kehendak Allah Bapa di sorga akan di tolak oleh Allah.

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Perhatikan kalimat Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Ini artinya sebagai orang percaya tidak cukup hanya sampai kepada pengakuan “saya percaya” lalu kalau sudah percaya, di dalam doa kita berseru memanggil nama Tuhan, atau ke gereja memuji nama Tuhan, itu sudah cukup menyatakan bahwa kita orang Kristen yang setia. Sesungguhnya belum.

Dari kebenaran firman Tuhan ini seharusnya kita semakin menyadari bahwa ternyata tidak cukup kita hanya berkata kita ini orang kristen yang telah pecaya kepada Kristus dan pasti masuk sorga, karena jaminan keselamatan yang sudah kita terima itu harus diwujudkan dengan cara hidup kita yang menunjukan bahwa kita benar-benar percaya kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus.

Kesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen | Kesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah | renunganhariini.com

Percaya kepada Allah itu berarti harus hidup dalam penurutan akan kehendak Allah, melakukan kehendak Allah, dan itu yang Allah Bapa di sorga mau supaya kita hidup didalamnya, sebab kalau kita tidak hidup melakukan kehendak Allah, itu berarti kita tidak percaya kepada Allah, walaupun secara predikat dimata orang-orang yang mengenal kita, mereka tahu kalau kita ini orang Kristen. Inilah yang disebut Kristen KTP.

Perhatikan kalimat berikutnya dari (Matius 7:21), melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Orang-orang seperti ini yang di kehendaki oleh Allah Bapa di Sorga, yang dipandang layak untuk hidup bersama-sama dengan Tuhan Yesus, dan akan memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus didalam Kerajaan Allah Bapa di sorga.

Kalau kita belajar kebenaran firman Tuhan dengan teliti, maka kita akan lihat bahwa topik dari (Matius 7 :15 – 23) adalah sebuah peringatan tentang “Hal pengajaran yang sesat”. Ini seharusnya menjadi peringatan penting bagi kita yang benar-benar ingin mengiring Tuhan sampai pada kesudahan kehidupan kita di dunia ini.

Saya katakan ini, karena ada begitu banyak pengajaran akhir-akhir ini yang membuat banyak anak-anak Tuhan bisa tertipu, atau bisa tersesat di dalam pengajaran yang tidak sesuai kehendak Allah. Dimana yang diajarkan adalah sekali selamat tetap selamat, keselamatan itu tidak dapat dibatalkan oleh Allah, karena kasih karunia itu tidak dapat ditarik kembali oleh Allah, sebab bila Allah membatalkan keselamatan berarti Allah melanggar janjinya, dan lain sebagainya.

Pengajaran seperti inilah yang memberikan potensi bagi banyak orang percaya untuk tetap hidup didalam dosa, karena mereka akan berpikir bahwa saat mati dalam keadaan apapun, dalam hal ini saat mati dalam keadaan berdosa sekalipun pasti selamat, sebab keselamatan didalam Kristus tidak dapat dibatalkan oleh Allah.

Saudaraku janganlah engkau tertipu dengan berbagai angin pengajaran yang bisa membuat engkau terbuang ke dalam api kekal.

Baca Juga Renungan :

Tipu Daya Dunia

Keselamatan yang diberikan lewat kasih karunia Allah yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus itu, memang tidak dapat ditarik kembali oleh Allah, atau dibatalkan oleh Allah, karena Allah setia pada janjinya. Tetapi, ingat baik bahwa manusia itu memiliki kehendak bebas, dan Allah tidak pernah mau mencegah kehendak bebas manusia.

Allah tidak mencegah kehendak bebas manusia, bukan karena Allah sengaja membiarkan manusia untuk jatuh didalam dosa, sebab kalau kita mau perhatikan peristiwa kejatuhan manusia pada mulanya, itu terjadi akibat dari keinginan hati manusia yang lebih memilih menuruti perkataan iblis (kejadian 3).

Ingat, sebelum manusia jatuh di dalam dosa, Allah sudah memberikan peringatan lewat perintah, (Kejadian 2:16-17). Dan didalam perintah ini sebenarnya manusia sudah tahu apa akibatnya bila melanggar perintah Allah itu, yaitu “mati”. Perbuatan manusia melanggar perintah Allah ini membuktikan bahwa manusia sesungguhnya tidak taat kepada perintah Allah, dan itu arinta tidak setia kepada Allah, sebab manusia lebih memilih untuk hidup mengikuti keinginan hatinya.

Celah inilah yang bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk menyeret manusia kembali jatuh kedalam jeratnya. Jerat itu bisa terjadi lewat berbagai pengajaran yang bisa menyesatkan, yaitu pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Jadi kesetiaan dalam iman percaya kita kepada Allah, itu harus dibuktikan dengan cara hidup menuruti semua hal yang menjadi kehendak Allah. Itulah kenapa saat Tuhan Yesus ada di dunia ini, Ia memilih untuk taat melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa si sorga, bahkan taat sampai mati diatas kayu salib.

Baca Juga Renungan :

Ketaatan Yang Memberi Buah

Kasih karunia Allah itu tidak dapat dibatalkan oleh Allah, sebab Dia setia dan adil. Akan tetapi seringkali manusia mengambil keputusan sendiri yang membuat ia menyia-nyiakan kasih karunia Allah, dimana manusia lebih memilih untuk hidup menikmati hidup ini sesuai dengan keinginan hatinya. Dan hal inilah yang banyak terjadi dalam hidup anak-anak Tuhan saat ini, akibat dari pemahaman kebenaran akan firman Tuhan yang salah.

Perhatikan sekali lagi kalimat fiman Tuhan, Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku. Kalimat ini menunjukan kepada kita bahwa orang yang berseru kepada Tuhan itu adalah, orang yang sudah mengenal Tuhan, dan percaya kepada Tuhan, jadi bukan orang yang belum mengenal Tuhan.

Akibat dari tidak hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, maka orang-orang seperti ini akan terbuang dari hadapan Allah sampai selama-lamanya, dan itu terjadi saat Allah berterus terang seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam (Matius 7:23).

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Sadarlah saudaraku, jangan hidup lagi didalam dosa. Firman Tuhan katakan upah dosa adalah maut. Dan kalau kita berkata kita mengenal Allah dan hidup didalam Dia, maka kita tidak boleh lagi berbuat dosa.

I Yohanes 3 :6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Kiranya kebenaran ini semakin menggiring kita untuk semakin setia dalam iman percaya kita kepada Allah yaitu dengan cara hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For KESETIAAN DALAM IMAN PERCAYA KEPADA ALLAH