KETAATAN SEORANG ANAK

RENUNGAN HARIAN 12143 Kali Dibaca

Renungan hari ini 2 Desember 2013 adalah, Ketaatan Seorang Anak. Ketaatan adalah sebuah kata yang memiliki kata dasar taat. Pengertian dari kata taat itu sendri secara universal berarti tunduk terhadap sebuah aturan atau perintah dan melakukannya baik itu di lingkungan seperti di sekolah, tempat kuliah, kantor, atau tempat dimana kita tinggal, bahkan dalam skala yang lebih besar adalah dalam sebuah negara.

Melanggar aturan atau perintah yang berlaku maka setiap orang yang melakukan pelanggaran tersebut akan dikenakan sanksi atau hukuman sesuai aturan yang berlaku. Contoh sederhananya seperti ini, bila disekolah seorang murid yang datang terlambat maka pagar sekolah sudah ditutup oleh satpam yang artinya murid tersebut tidak lagi diijinkan masuk. Ditempat kuliah, kalau seorang mahasiswa datang saat dosen sudah mulai mengajar maka mahasiswa tersebut tidak diijinkan masuk sampai jam kuliah tersebut selesai. Dikantor biasanya karyawan yang terlambat akan diberikan surat teguran atau dalam sebuah perusahaan diberlakukan pemotongan gaji diakhir bulan. Sebagai warga negara bila seseorang melanggar hukum maka akan dikenakan hukuman sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut, jadi semua ada sanksinya ada hukumannya.

Kalau untuk urusan didunia ini saja berlaku aturan-aturan yang tidak boleh di langgar, maka didunia yang akan datangpun yaitu didalam Kerajaan Bapa di Sorga juga berlaku aturan yang harus ditaati oleh setiap orang yang ingin berada atau menjadi warga Kerajaan Sorga tersebut.

Kalau orang akhirnya bertanya, aturan didalam Kerajaan Sorga itu seperti apa . . ?. Ini pertanyaan yang perlu diperbaiki dulu, karena sebelum berbicara aturan didalam Kerajaan Sorga itu apa, maka setiap orang harus memahami dulu bahwa siapapun orangnya yang mau menjadi warga Kerajaan Sorga atau yang mau masuk kedalam Kerajaan Sorga maka ia harus mentaati dulu aturan atau perintah yang sudah diberikan supaya nantinya boleh diijinkan masuk kedalam Kerajaan Sorga. Kalau ijin untuk masuk saja seseorang tidak memilikinya bagaimana ia bisa masuk. Contoh sederhanya ketika kita sebagai seorang warga negara didunia ini ingin bertemu dengan presiden, maka harus mentaati aturan atau prosedur yang berlaku di istana presiden.

Hal yang demikian juga berlaku untuk masuk ke Kerajaan Bapa di Sorga, dan semua orang percaya sudah diberikan manual booknya yang berisi aturan yang harus ditaati bila seseorang ingin masuk Kerajaan Sorga. Manual booknya juga sudah disertai paduan yang bisa menjadi contohnya yang harus dilakukan, karena kalau tidak dilakukan berarti tidak bisa masuk kedalam Kerajaan Sorga.

Firman Tuhan katakan dalam Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Ini adalah sebuah contoh atau sebuah panduan yang sudah Tuhan Yesus berikan pada semua orang yang ingin untuk masuk kedalam Kerajaan Bapa disorga, yaitu Tuhan Yesus  didalam keadaanNya sebagai manusia, ingat sebagai manusia, jadi bukan dalam keadaan sebagai Tuhan yang berkuasa, Ia memilih untuk merendahkan diri dan taat sampai mati, bahkan matiNya diatas kayu salib.

Pertanyaannya kenapa Tuhan Yesus memilih taat . . ?. Jawabannya adalah, karena Tuhan Yesus sejak awal ada bersama-sama dengan Bapa di Sorga dan Ia tahu benar bahwa hakekat Bapa di Sorga adalah Allah yang adil yang tidak bisa melanggar keadilan-Nya, Allah yang Kudus yang tidak bisa menyatu dengan segala sesuatu yang tidak Kudus, Allah yang juga menghakimi tanpa memandang muka. Jadi saat Allah pada akhirnya akan mengkahimi Ia tidak memandang bahwa seseorang itu beragama kristen atau bukan, orang percaya atau bukan, orang yang mengaku anak-anak Allah atau bukan, tetapi Ia menghakimi sesuai aturannya yaitu apakah orang tersebut hidup sesuai kehendakNya atau tidak.

Tuhan Yesus mendapat sebuah pengakuan dari Bapa ketika Ia sebagai manusia memilih taat melakukan kehendak Bapa-Nya di Sorga, maka dalam Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” 17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Jadi saat murid-murid Tuhan mendengar suara yang penuh kuasa itu berbicara, mereka yang ada bersama-sama dengan Tuhan Yesus setiap hari saja menjadi takut, apa jadinya bagi setiap orang yang hidup suka-suka sendiri dan tidak mau taat terhadap aturan Tuhan. Ingat Allah itu menghakimi tidak memandang muka, jadi Allah tidak memandang apakah seseorang itu agama Kristen sudah melayani di geraja atau bahkan pendeta sekalipun.

Firman Tuhan ingatkan kita didalam Amsal 13:13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Dengan kata lain Firman yang sudah Tuhan Yesus sampaikan merupakan aturan yang harus ditaati, bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah menunjukan secara nyata bentuk ketaatanNya sampai mati. Jadi setiap orang percaya yang ingin menjadi anak-anak Allah dan mau  masuk kedalam Kerajaan Bapa di Sorga, tidak punya pilihan lain selain harus taat sampai mati dalam menuruti semua  aturan dan perintah Allah.  Kalau orang percaya memilih untuk hidup suka-suka sendiri maka ia tidak akan mendapat pengakuan sebagi anak dan secara otomatis tidak bisa masuk kedalam Kerajaan Bapa di Sorga.

Ingat Pesan ini:

  1. Untuk mendapat pengakuan dari Bapa di Sorga bahwa engkau adalah anak-Nya maka pililah hidup dalam kekudusan Allah dan taat sampai mati.
  2. Iangat Allah itu adil yang menghakimi tanpa memandang muka.
  3. Hukuman tetap berlaku bagi setiap orang yang tidak taat kepada aturan dan perinta Allah. Amin.

Jika engkau diberkati dengan renungan ini, berikanlah link renungan ini pada setiap orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , ,

Related For KETAATAN SEORANG ANAK