KETAATAN YANG MEMBERI BUAH

RENUNGAN HARIAN 3341 Kali Dibaca

Renungan Harian – Rabu,14 Januari 2015. Ketaatan Yang Memberi Buah.

Syalom Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Tuhan yang menerima kasih karunia Allah didalam Tuhan Yesus, pernahkah kita membayangkan bagaimana jadinya hidup manusia, kalau pada akhirnya Tuhan Yesus memilih tidak taat untuk melakukan perintah Bapa di sorga?.

Jelas kalau sampai terjadi demikian maka semua manusia pasti akan terbuang kedalam api neraka, dan tidak ada seorangpun yang bisa diselamatkan. Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang memilih taat melakukan apa yang menjadi kehendak BapaNya, supaya manusia bisa dikembalikan kepada rencana Allah semula.

Firman Tuhan katakan didalam Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Biji gandum yang dimaksudkan disini adalah diri Tuhan Yesus sendiri, dimana karena Ia memilih taat sampai mati maka Ia menghasilkan buah, dan buahnya itulah yang memberikan pengharapan kepada setiap manusia yang mau percaya kepadaNya, akan dikembalikan kepada rancangan Allah yang semula, dimana manusia pada akhirnya bisa menerima kemuliaan Allah, itu artinya orang yang percaya kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus dapat terhindar dari api kekal.

Disini kita bisa melihat dengan jelas bahwa untuk menghasilkan buah maka kita harus menjadi seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, yang artinya sebagai orang percaya kita harus mati dari cara hidup kita yang lama yang menuntun kepada kebinasaan dan sekarang hanya hidup untuk Tuhan, dan dalam pimpinan kuasa Roh Kudus, akan menuntun setiap kita untuk hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, dimana kita akan dimampukan untuk hidup serupa dengan Kristus, taat seperti Kristus telah taat, serta beroleh kesempatan untuk menerima kemuliaan Allah.

Ketaatan Yang Memberi Buah

Ilustrasi : Renungan Harian – Ketaatan Yang Memberi Buah

Disini jelas bahwa kematian Tuhan Yesus-lah yang melahirkan kita kembali untuk menjadi anak-anak Allah. Itu berarti setiap kita sebagai orang percaya terpanggil utnuk meresponi dengan serius akan pengorbanan Kristus. Meresponinya seperti apa?, tentu kita juga harus menjadi seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, supaya kita bisa berbuah dan buahnya itu sesuai dengan keinginan hati Bapa di sorga.

Perlu diingat untuk menjadi biji gandum yang jatuh ke tanah itu tidak mudah, karena perlu komitmen untuk meninggalkan cara hidup kita yang lama yaitu watak dan karakter kita yang sama seperti dunia, sekarang harus mengenakan karakter Kristus yang harus dinyatakan dalam kehidupan kita setiap hari.

Bila demikian maka sekarang tidak ada lagi alasan yang bisa membuat kita tidak mau hidup sama seperti Kristus hidup. Mungkin saja kita akan merasa tidak mampu untuk hidup sama seperti Kristus hidup, tetapi perlu diingat bahwa orang percaya itu tidak ditinggalkan menjalani hidupnya sendirian, karena Allah Bapa di sorga telah memberikan kepada kita Roh-Nya yang Kudus, supaya dalam pimpinanNya kita dimampukan hidup sama seperti Kristus hidup.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan didalam Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kebenaran ini seharusnya menguatkan kita untuk bertekad menjalankan hidup ini sesuai dengan kehendak Bapa di sorga. Itulah kenapa saya selalu katakan bahwa mengikut Yesus itu tidak mudah. Oleh sebab itu kita harus, Membayar Harga Mengikut Yesus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For KETAATAN YANG MEMBERI BUAH