KETIKA ALLAH BERDIAM DIRI

RENUNGAN HARIAN 3102 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianKetika Allah Berdiam Diri. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan harian kita hari ini adalah, Ketika Allah Berdiam Diri.

Saudaraku yang Tuhan Yesus kasihi, sebagai orang percaya ada masa-masa dimana kita merasa Allah begitu jauh dari kita, dan perasaan itulah yang seringkali membuat kita berpikir seolah-olah, Allah begitu marah kepada kita, sehingga Ia sedang menghukum kita, akibat dari dosa-dosa yang kita perbut selama ini. Perasaan seperti inilah yang seringkali timbul dalam hati kita, dan tanpa kita sadari sesungguhnya kita telah memberi penilaian kepada Allah secara demikian.

Pertanyaannya sekarang adalah, pantaskah kita sebagai manusia ciptaanNya, memberi penilaian yang demikian kepada Allah?.

Kalau kita mau meneliti akan kebenaran firman Tuhan dengan benar, maka kita akan menemukan bahwa, dalam sejarah bangsa Israel ada kurang lebih 400 tahun, Allah tidak berfirman kepada umat pilihanNya itu, sampai tiba kepada zaman hadirnya Yohanes Pembabtis.

Bukan hanya itu saja, karena dalam sejarah Gereja pun ada masa yang dikenal sebagai “abad kegelapan”. Masa ini ada di abad 5 Masehi hingga abad ke-14. Dimana pada masa ini Gereja mengalami tekanan yang berat, oleh sebab itu dianggap sebagai masa yang sulit bagi Gereja. Bila demikian, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah;

Ketika Allah Berdiam Diri

Renungan Rohani Kristen | Ketika Allah Berdiam Diri | renunganhariini.com

Kenapa Allah Berdiam Diri ?

Ini yang menjadi pertanyaan penting yang harus kita temukan jawabanya. Bila kita membaca firman Tuhan dengan teliti, maka kita akan menemukan bahwa terkadang ada masa dimana Allah berdiam diri, misalnya saja cukup lama Allah tidak berbicara atau tidak berfirman kepada Abraham. Lalu kalau kita periksa firman Tuhan lagi, maka firman Tuhan katakan di dalam:

Yesaya 45:15 Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat.

Dengan demikian, maka kita harus memeriksa diri, dan mencari tahu, kenapa Allah sampai berdiam diri dan seakan-akan menyembunyilkan wajahNya terhadap kita?.

Beberapa Sebab Yang Membuat Terkadang Allah Berdiam Diri

Berikut ini kita akan coba untuk melihat beberapa penyebab yang membuat terkadang Allah berdiam diri, dan seolah-olah Allah tidak mau berbicara kepada kita.

  • Allah Memiliki Hak Yang Tidak Dapat Diatur Oleh Siapapun

Kita bisa melihat salah satu contoh dimana Daud sampai-sampai mengungkapkan perasaannya kepada Allah, karena Allah seakan-akan berdiam diri terhadap Daud (Mazmur 28: 1- 2)

Mazmur 28:1 Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur. 28:2 Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.

Daud memohon dengan begitu rindunya terhadap Allah. Ia bahkan sampai-sampai berkata; jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.

Kalimat ini menunjukan bahwa Daud merasa hidupnya menjadi tidak berarti apa-apa jika Allah tidak berbicara kepadanya. Dan ini merupakan perasaan yang luar biasa yang Daud ungkapkan.

Baca Juga Renungan :

Berjuang Untuk Berkenan

Kenapa?, karena Daud dikenal sebagai orang yang memiliki hubungan yang sangat intim dengan Allah, dan Daud merupakan orang yang berkenan dihati Allah, orang yang sangat istimewa di hadapan Allah. Tetapi lihat apa yang Daud katakan;

Mazmur 10:1 Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

Jadi ada masa-masa dimana Daud merasa masa itu begitu sulit, seakan-akan Allah tidak memperdulikannya, sampai-sampai Daud pun berkata;

Mazmur 22:2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.

Dari keadaan yang dialami oleh Daud ini kita bisa menarik pelajaran penting yaitu, sekalipun Allah seakan-akan berdiam diri, kita harus tetap setia dan berjuang untuk mencari Dia, mencari wajahNya, datang mendekat kepadaNya dan menantikan saat dimana Allah akan berbicara kepada kita, karena Ia tidak akan selamanya berdiam diri terhadap anak-anakNya yang terus-menerus mencari Dia dengan setia.

  • Terkadang Allah Berdiam Diri Karena Kita Tidak MendengarkanNya

Tanpa kita sadari, terkadang Allah berdiam diri, karena Allah telah berbicara kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkanNya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Amsal 1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, 1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, 1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. 1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

Baca Juga renungan :

Ketegasan Allah

Dari firman ini kita bisa melihat beberapa penyebab yang membuat Allah berdiam diri yaitu;

  1. Saat Allah memanggil, kita menolak panggilanNya (Amsal 1:24)
  2. Kita seringkali tidak mau menerima nasihat Allah dan menolak nasihatNya (Amsal 1:25)
  3. Akibat dari perbuatan kita itulah, maka Allah tidak akan menyatakan pertolonganNya kepada kita (Amsal 1:26-27)
  4. Akibat yang lain dimana pada akhirnya Allah juga tidak akan mendengarkan seruan kita ( Amsal 1:28)

Dari contoh-contoh ini seharusnya sebagai orang percaya kita harus terus mengoreksi akan keadaan diri kita, apakah kita sudah menjadi pribadi yang Allah Bapa di sorga kehendaki atau belum. Sebab sesungguhnya Allah bukan tidak mau berbicara kepada kita, tetapi cara hidup kitalah yang seringkali membuat Allah berdiam diri terhadap kita.

Satu hal yang harus kita sadari adalah, Allah memiliki kasih yang tidak pernah berkesudahan, artinya sifat dari kasih Allah itu kekal adanya, jadi yang perlu kita lakukan adalah kita harus bertindak, untuk datang kepadaNya, sebab ia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Keyakinan inilah yang harus selalu ada dalam hati dan pikiran kita, supaya dalam segala keadaan kita tidak merasa lagi kalau Allah seolah-olah meningalkan kita, karena Ia adalah Allah yang selalu setia pada janjiNya, asal saja kita tetap hidup dalam takut akan Allah maka sesuai dengan janjiNya Ia berkata, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Saudaraku, kiranya kebenaran ini semakin membuat kita mengerti keberadaan Allah yang sesungguhnya, bahwa Dia adalah Allah yang tidak dapat diatur oleh siapapun, dan Ia juga tetap setia pada hakekatNya sebagai Allah yang adil yang penuh dengan kasih setiaNya yang tidak pernah berkesudahan.

Persoalannya sekarang adalah, sudahkah kita sungguh-sungguh mencari wajahNya, sudahkah kita sungguh-sungguh berseruh kepadaNya, sudahkah kita sungguh-sungguh menaruh segenap pengharapan kita di dalam tanganNya yang kuat?. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For KETIKA ALLAH BERDIAM DIRI