KITA BUKAN BERASAL DARI DUNIA INI

RENUNGAN HARIAN 1513 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianKita Bukan Berasal Dari Dunia Ini. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah; Kita Bukan Berasal Dari Dunia Ini.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus menyadari sungguh bahwa kita bukan berasal dari dunia ini. Kalau kita tidak menghargai kedudukan atau status diri kita bahwa kita berasal dari atas, itu artinya kita menolak kasih karunia yang Allah sediakan bagi setiap kita sebagai orang percaya.

Sikap seperti ini juga sama dengan kita telah melecehkan Tuhan yang menginginkan atau menghendaki supaya semua manusia selamat, secara khusus umat pilihan Allah yang menjadi saksi Kristus, atau yang hidupnya harus sama seperti Kristus.

Menolak kasih karunia Allah dengan sikap seperti ini pada akhirnya akan berakibat pada penderitaan di dalam api kekal, yang seringkali juga digambarkan oleh firman Tuhan sebagai ratapan dan kertak gigi di api kekal.

Kita harus ingat bahwa, bila saat ini kita menolak kasih karunia Allah, maka pada saatnya nanti Tuhan juga akan menolak kita dari hadapan-Nya, dan itu artinya penderitaan kekal yang akan kita alami.

Saudaraku, sikap kita menghargai akan kedudukan atau status kita yang berasal dari atas, itu harus ditunjukan dengan tindakan nyata dalam setiap gerak hidup kita setiap hari. Itulah kenapa kita harus menerima keberadaan status kita ini dengan sungguh-sungguh, dan kita harus memperjuangkannya, supaya hidup kita ditemukan sesuai dengan status kita bahwa kita berasal dari Allah.

Gaya hidup dari setiap orang yang menyadari ia berasal dari Allah, adalah gaya hidup yang sama seperti Kristus. Orang yang sadar sungguh bahwa ia bukan berasal dari dunia ini selalu memiliki prinsip hidup seperti apa yang Tuhan Yesus katakan di dalam;

Lukas 9:58 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Saudaraku, cara hidup kita setiap hari mulai dari tindakan, perkataan, sikap, perbuatan, serta gerak pikiran kita, sesungguhnya bisa membuat kita menyadari, meneliti, dan mengerti, apakah kita benar-benar berasal dari atas atau tidak.

Sebab dari cara hidup kita, akan menunjukan apakah kita sudah sah sebagai yang berasal dari Allah atau belum. Dengan kata lain apakah kita ini sudah menjadi anak Allak yang sah (huios) atau masih menjadi anak yang tidak sah (nothos).

Supaya seseorang bisa benar-benar diubah dari anak yang tidak sah (nothos) menjadi anak Allah yang sah (huios), maka setiap orang harus masuk dalam proses didikan Allah, atau dapat dikatakan sebagai proses pembaharuan, supaya bisa mengalami perubahan.

Itulah kenapa setiap orang percaya harus meresponi akan hal ini dengan sungguh-sungguh, dan proses inilah yang firman Tuhan gambarkan sebagai perlombaan yang diwajibkan seperti yang di tulis di dalam;

Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Jadi keberadaan kita sebagai anak-anak Allah, itu harus diperjuangkan. Maksudnya, supaya kita bisa mengenakannya secara permanen. Itulah kenapa kita harus bisa benar-benar menghayati dengan sungguh-sungguh bahwa kita bukanlah dari dunia ini.

Kita Bukan Berasal Dari Dunia Ini

Renungan Harian : Kita Bukan Berasal Dari Dunia Ini | Renunganhariini.com

Kalau orang percaya yang telah menghayati akan hal ini dengan sungguh-sungguh, maka ia tidak akan mengarahkan pikirannya lagi pada perkara-perkara dunia dengan segala kesenangannya, apapun bentuk kesengan itu.

Orang percaya yang sungguh-sunguh menghayati akan keberadaannya bahwa ia berasal dari Allah akan selalu memikirkan perkara yang di atas, dan bukan yang di bumi ini. Hal ini seperti yang dimaksudkan firman Tuhan, yang ditulis di dalam;

Kolose 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Jadi maksud dari perkara-perkara yang diatas adalah kemuliaan bersama dengan Kristus yang pada akhirnya akan diterima oleh setiap orang percaya. Mengerti akan hal ini seharusnya membuat setiap orang percaya mau berjuang untuk tetap hidup dalam kekudusan Allah, supaya ditemukan tidak bercacat dan tidak bercela di hadapan Allah, sampai ia bisa mencapai titik kesempurnaan, sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna.

Orang percaya yang sungguh-sungguh menyadari dan menghayati akan hal ini, akan selalu bersedia hidup hanya untuk kepentingan Kerajaan Allah, dan selalu memiliki kerinduan ingin cepat-cepat untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus, memandang kemuliaan-Nya secara nyata muka dengan muka. Kesadaran bahwa kita bukan berasal dari dunia ini, sama seperti yang Tuhan Yesus ungkapkan dalam;

Yohanes 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus ini, selaras dengan apa yang Paulus ungkapkan tentang Kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan itu ditulis di dalam;

Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

Kata menantikan yang terdapat dalam ayat ini, kalau dilihat dari bahasa aslinya menggunakan kata (apekdekhometha) yang artinya, menanti dengan sangat kuat atau dengan bersemangat sekali. Jadi kalau kita sungguh-sungguh menyadari bahwa kewargaan kita adalah di dalam sorga, maka kita akan menantikan Tuhan Yesus Kristus dengan penuh semangat.

Saudaraku, selama ini ada begitu banyak orang percaya yang merasa bahwa mereka sudah menjadi anak Allah dan memiliki jaminan masuk sorga. Hal itu membuat mereka merasa tidak perlu lagi untuk berjuang bagaimana bisa menghayati dengan sungguh-sungguh bahwa diri mereka bukan berasal dari dunia ini.

Kalau orang percaya tidak memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh, maka gaya hidupnya akan sama dengan gaya hidup anak-anak dunia pada umumnya. Orang-orang seperti ini, tidak akan siap untuk meninggalkan dunia ini, apalagi sampai dikatakan bersemangat dalam menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Pertanyaannya, kenapa hal ini bisa terjadi dalam kehidupan banyak orang percaya saat ini?. Jawabannya sederhana. Karena mereka telah memberi diri terikat dengan dunia ini, sehingga mereka tidak bertumbuh dalam kebenaran firman Tuhan dengan benar, dan tentu hal inilah yang membuat sulit bagi mereka untuk menghayati bahwa kewargaan mereka adalah kewargaan Kerajaan sorga.

Orang-orang seperti ini juga, tidak akan pernah berjuang untuk menjaga kehidupannya tetap suci, kudus, tidak bercacat dan tidak bercela di hadapan Allah. Cara hidup seperti ini, ibarat sebuah kendaraan hidup, maka mereka akan tetap memarkir kendaraan hidup mereka di dunia ini, dan tidak akan pernah menjalankan kendaraan hidup mereka untuk berjalan menuju Kerajaan sorga.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita mengerti, betapa pentingnya kita harus menghayati bahwa kita bukan berasal dari dunia ini, tetapi kita berasal dari atas yaitu dari Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Panggilan Untuk Menikmati Dunia Baru

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For KITA BUKAN BERASAL DARI DUNIA INI