KITA HARUS MENJADI SURAT YANG TERBUKA

RENUNGAN HARIAN 1804 Kali Dibaca

Renunganhariini.com: Renungan Harian – Kita Harus Menjadi Surat Yang Terbuka. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Kita Harus Menjadi Surat Yang Terbuka.

Saudaraku, setiap kita harus menyadari panggilan kita sebagai orang percaya yaitu berjuang untuk hidup sama seperti Tuhan Yesus telah hidup, supaya pada akhirnya hidup kita benar-benar serupa dengan Kristus, dan menjadi sempurna seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna. Sebab hidup seperti itulah yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Jadi dalam menjalani kehidupan di dunia ini, setiap orang percaya harus memiliki kelakukan yang luar biasa, yaitu memiliki kepribadian atau karakter yang sama seperti Tuhan Yesus. Memiliki pribadi yang sama seperti Kristus adalah pribadi yang sempurna seperti Bapa di sorga.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan bahwa hidup keagamaan kita harus lebih benar dari pada ahli taurat dan orang farisi, sebab jika tidak maka pengiringan kita akan Tuhan menjadi sia-sia. Sebab pada akhirnya kita tidak akan diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di ssorga.

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Ini adalah panggilan kita untuk hidup benar-benar benar. Dengan hidup benar sebagai orang percaya, mengenakan pribadi Tuhan Yesus yaitu memiliki pikiran dan perasaan Tuhan Yesus dalam seluruh tindakan dan perbuatan, maka kita akan menjadi surat yang terbuka dan dapat dibaca oleh semua orang melalui tindakan kita, sikap kita, perkataan kita, dan seluruh perbuatan kita. Dan hal itu sama dengan menjadi saksi.

Ingat, setiap orang yang mengaku percaya kepada Allah harus memiliki kelakukan yang luar biasa. Sebab hal itu sama dengan membawa kita reputasi Allah. Kalau kita tidak mau, maka Allah hanya akan memakai orang-oarang yang mau. Sebab Allah tidak akan pernah memaksa atau menginterfensi kehendak bebas setiap manusia.

Hal itu bisa kita lihat dalam kebenaran firman Tuhan, dimana saat manusia pertama yaitu Adam memilih mengikuti keinginannya untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah supaya tidak dimakan, Allah diam dan tidak berusaha mencegah Adam saat itu.

Jadi berjuang untuk hidup benar supaya bisa serupa dengan Tuhan Yesus itu adalah pilihan. Kalau kita tidak mau maka hal itu sama dengan kita memilih untuk menolak keselamatan yang Allah berikan. Sebab setiap orang yang ingin pada akhirnya bisa diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga, harus memiliki standar kualitas hidup yang dikendaki oleh Allah. Dan standar kualitas hidupnya yaitu cara hidup Tuhan Yesus.

Bagaimana mungkin kita bisa menyaksikan tidak ada keselamatan diluar Kristus, kalau kita sendiri tidak mengenakan cara hidup Kristus, dan itu artinya kita tidak berbeda dengan dunia. Bahkan bisa lebih jahat dari orang-orang dunia. Dengan cara hidup yang demikian maka kita merusak reputasi Allah di mata orang-orang dunia yang tidak percaya dan tidak mengenal Allah.

Setiap kita harus mencapai standar kesucian Allah. Dan selalu saya katakan sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Sebab menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga itu wajib, jika tidak maka kita tidak berkenan kepada Allah.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Kalau dikatakan harus sempurna, itu artinya jika kita tidak ditemukan sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga, maka kita tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Ingat saudaraku, berdosa itu bukan saja melanggar hukum atau norma-norma moral umum yang ada. Sebab, standar moral bagi orang percaya bukan standar moral dunia. Standar moral bagi orang percaya adalah standar moralnya Allah. Jadi semua yang kita lakukan ukuran hukumnya adalah Allah sendiri.

Kita Harus Menjadi Surat Yang Terbuka

Renungan Harian : Kita Harus Menjadi Surat Yang Terbuka | Renunganhariini.com

Kalau hanya mengikuti standar moral dan hukum dunia pada umumnya, maka ketika kita tidak melanggar standar moral dan hukum dunia tersebut, orang akan memandang kita sebagai orang baik. Tetapi yang perlu kita ingat, sebagai orang percaya panggilan kita bukan hanya sekedar menjadi baik, sebab kalau hanya sekedar menjadi baik maka banyak orang-orang yang tidak percaya kepada Allah sekalipun, memiliki sikap dan karakter yang jauh lebih baik.

Jadi perlu kita ingat sebagai orang percaya, pertobatan kita harus berbeda, bukan sekedar bertobat. Artinya bukan sekedar berubah dari orang yang selalu melakukan perbuatan yang jahat, menjadi orang yang baik. Tetapi bertobat bagi orang percaya itu adalah setelah meninggalkan semua cara hidup yang lama, yaitu cara hidup yang tidak sesuai kehendak Allah, maka kita harus berjuang untuk mengenakan cara hidup yang baru yaitu cara hidup Tuhan Yesus. Sebab tujuan pertobatan kita bukan sekedar menjadi baik, akan tetapi harus menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga.

Sudah sering saya katakan, dosa atau kejahatan itu adalah segala sesuatu yang dilakukan tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Jadi kejahatan itu, bukan sekedar mengaku berdosa karena berzinah, mencuri, merampok, membunuh, berdusta, menipu, dan lain sebagainya.

Dengan demikian kita harus menyadari dan mengaku sebagai orang berdosa, jika hidup kita belum bisa mencapai standar kesucian, kekudusan dan kebenaran Allah. Oleh sebab itu, kalau kita meminta pengampunan berarti kita harus aktif dan bukan pasif.

Setelah meminta pengampunan, kita harus merespon pengampunan dari Allah. Kita harus berjuang untuk sungguh-sungguh mengenakan pikiran dan perasaan yang juga terdapat dalam Tuhan Yesus dan taat melakukan semua kehendak Allah. Firman Tuhan katakan;

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Jadi setelah mengaku dosa, kita tidak boleh merasa sudah mengaku dosa lalu sudah beres, sudah benar, sudah berkenan. Sebab setelah mengaku dosa kita dihadapan Allah, maka kita harus hidup dalam penurutan akan kehendak Allah sepenuhnya.

Kalau hanya sekedar mengaku dosa tetapi pada akhirnya gaya hidup kita masih sama dengan sunia, maka pertobatan kita itu menjadi sia-sia. Jika demikian bagaimana mungkin kita bisa menjadi saksi. Ingat saudaraku, setitik nila bisa merusak susu sebelanga.

Kalau kita perhatikan dalam ayat firman Tuhan diatas ada kata “kejahatan.” Kata kejahatan dalam ayat ini menunjuk kepada ketidak benaran dalam hati. Jadi bukan saja perbuatan-perbuatan jahat yang terlihat oleh mata yang perlu dibereskan, tetapi juga setiap sikap hati yang tidak benar harus dibereskan, sebab itu pun merupakan kejahatan dimata Allah.

Saat kita mengaku dosa kita Tuhan akan mengampuni. Tetapi ingat, Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga memperbaiki sikap hati kita yang rusak. Bagaimana cara Tuhan memperbaiki sikap hati kita yang rusak?, tentu lewat berbagai persoalan hidup yang kita hadapi, dan seringkali Tuhan izinkan itu terjadi supaya kita di didik untuk menjadi semakin mengerti apa yang menjadi kehndak Tuhan.

Satu hal yang harus selalu kita tanamkan di dalam hati dan pikiran kita adalah, jika kita percaya kepada Allah maka kita tidak boleh berbuat dosa lagi.

1 Yohanes 2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Dalam (1 Yohanes 2: 1- 6) ini berbicara tentang kesucian Allah. dituliskan bagaimana kesucian Allah itu. Jadi kalau kita berkata percaya kepada Allah, mengenal Allah, tetapi tidak hidup menuruti perintah Allah, maka menjadi pendusta.

Ingat saudaraku, Tuhan datang itu untuk memperbaiki karakter kita yang telah rusak yang kita warisi dari nenek moyang kita sejak semula, supaya kita bisa kembali memiliki karakter Kristus. Dan karakter kita harus membuktikan keselamatan yang kita terima dari Tuhan.

Keselamatan yang kita terima memang karena anugerah, tetapi dengan menerima keselamatan itu, kita juga di seting harus menjadi sama dan sempurna seperti Allah Bapa di sorga. Jadi saat ini kita harus mengakui kalau belum sama seperti yang Allah kehendaki. Dengan pengakuan inilah maka kita berjuang sungguh-sungguh untuk hidup hanya melakukan kehendak Allah.

Kita harus menyadari bahwa kita masih hidup dalam kodrat dosa. Sifat dosa itulah yang membuat kita tidak mengerti pikiran dan perasaan Allah. Oleh sebab itu kita harus memberi diri untuk masuk dalam didikan Allah, supaya dalam proses didikan itulah kita bisa mencapai standar kualitas hidup seperti yang Allah kehendaki yaitu serupa dengan Tuhan Yesus Kristus. Itulah kenapa dikatakan dalam;

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Ingat saudaraku, wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Ikut Tuhan Yesus itu berarti ikut jejaknya. Pengikut kristus tidak selamanya kristen. Tetapi kalau kita mengaku kristen, mengaku orang percaya, itu berarti harus hidup mengikuti jejak-Nya Tuhan Yesus.

Mengikut Kristus berarti harus melepaskan diri dari segala ikatan dengan dunia, dan juga dari segala apapun yang kita miliki. Sebab jika tidak, maka kita tidak layak menjadi murid Tuhan.

Lukas  14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.  

Kita disebut kristen karena mengikut Kristus, barulah kita bisa menjadi saksi. Dengan demikian kita membawa reputasi Allah. Jangan sampai cara hidup kita sama dengan dunia, sehingga membuat orang bisa berkata kristen kok begitu?, karena dengan demikian kita merusak reputasi Allah, dan sama seperti yang firman Tuhan katakan; membuat Allah menjadi pendusta. (1 Yohanes 1:10).

Orang percaya harus menjadi surat yang terbuka, dalam seluruh sikap hidup yang baik dan benar, berjuang untuk mencapai stadar kesucian dan kebenaran Allah, supaya pada akhirnya kita bisa dikenal oleh Allah sebagai anak-anak-Nya.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin mengerti bagaimana kita harus hidup sebagai orang percaya yang benar. Hidup dalam standar kesucian, kekudusan, dan kebenaran Allah, dan itulah yang akan membawa kita menjadi sempurna seperti yang Allah kehendaki. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Jika Kita Berkata Tidak Berbuat Dosa

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags:

Related For KITA HARUS MENJADI SURAT YANG TERBUKA