MELAKUKAN PERINTAH TUHAN DENGAN BENAR

RENUNGAN HARIAN 1662 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Melakukan Perintah Tuhan Dengan Benar. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Melakukan Perintah Tuhan Dengan Benar.

Saudaraku, kita sudah sering membaca kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam (Matius 28: 18 – 20). Namun kali ini kita mau melihat kembali kebenaran firman Tuhan tersebut, dan belajar untuk mengerti akan kebenaran firman ini dengan benar.

Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ada dua kata yang perlu kita perhatikan dan kita cermati di dalam ayat ini, yaitu kata “melakukan” dan kata “perintah” dimana bila kita mau melihat dan memeriksa  bahasa aslinya, maka kata melakukan tersebut juga bisa berarti, mempelajari dan mengamati, selain juga berarti  berpegang teguh.

Itulah kenapa di dalam Versi King James Version, kalimat ini ditulis; “Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you” yang dapat diartikan; Ajarlah mereka untuk mempelajari, mengamati segala sesuatu yang Aku perintahkan kepadamu.

Lalu bila kita melihat kepada kata “perintah” yang dalam ayat tersebut diatas tertulis “Kuperintahkan”, kata ini dalam bahasa aslinya dapat diartikan sebagai tuntutan atau instruksi.

Mengerti akan arti kedua kata ini dengan benar, maka sekarang kita bisa memiliki atau mendapatkan sebuah pengertian bahwa, sebagai orang percaya kita harus mempelajari atau mengamati dengan sungguh-sungguh, semua yang diperintahkan, atau diinstruksikan, atau juga yang dituntut oleh Tuhan.

Jadi sebagai orang percaya kita tidak hanya melakukan perintah tanpa pengertian, apa yang diinstruksikan, apa yang dituntut atau di perintahkan oleh Tuhan, tetapi juga mengerti makna yang benar dari semua instruksi atau perintah atau tuntutan Tuhan tersebut.

Mengerti akan kebenaran ini dengan benar, maka setiap orang percaya dapat mematuhi semua perintaah Tuhan, bukan dengan kepatuhan tanpa pengertian, tetapi setiap orang percaya bisa mematuhi semua perintah Tuhan karena memiliki pengertian yang benar.

Itulah kenapa sebagai orang percaya, sebelum kita melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, terlebih dahulu kita harus mengerti kebenaran dari perintah tersebut. Jadi dalam hal ini, hidup sebagai orang percaya, kita bukan hanya dilatih untuk mengerti apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, atau (apa yang haram dan apa yang halal) yang diterapkan oleh agama-agama pada umumnya.

Melakukan Perintah Tuhan Dengan Benar

Renungan Harian : Melakukan Perintah Tuhan Dengan Benar | renunganhariini.com

Orang percaya harus mengerti dengan benar, mengapa sesuatu itu boleh dilakukan atau dalam agama pada umumnya (halal) dan mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan (haram).

Hidup kekristenan itu berbeda dengan agama-agama pada umumnya, karena kekristenan tidak terfokus pada hukum (haram atau halal), jangan begini dan jangan begitu. Kekristenan bukanlah agama yang mengajarkan budi pekerti berdasarkan analisa atas hukum-hukum agama. Tetapi yang diajarkan adalah perubahan pola berpikir, yang semuanya berpusat pada pikiran Kristus, atau cara berpikir Kristus.

Jadi bukan sekedar menganalisa hukum-hukum, akan tetapi cara menganalisanya itu sendiri yang harus dirubah. Jika demikian maka yang dipersoalkan bukan hanya (haram atau halal) jangan begini atau jangan begitu, tetapi juga mengapa harus begini dan mengapa harus begitu.

Saya berharap, penjelasan ini membuat kita semakin mengerti sebuah kebenaran firman Tuhan dengan benar seperti yang Tuhan kehendaki. Jadi kalau selama ini firman Tuhan yang ditulis dalam (Matius 28:18 – 20) hanya dipahami sebagai Amanat Agung Tuhan Yesus, dan hal itu tidak dijelaskan secara mendalam, maka yang terjadi adalah kekristenan akan sama dengan agama-agama pada umumnya.

Kenapa demikian?. Karena agama-agama pada umumnya menjalankan hidup keberagamaan mereka dengan sebuah penekanan dimana landasannya berdasarkan pada, “melakukan hukum” (haram atau halal). Inilah yang menjadi landasan, dan itu semua memiliki tujuan supaya apa yang dilakukan berkenan di hati allahnya.

Kristen bukanlah agama hukum, yang artinya kebenaran yang diterapkan dalam hidup, dan hidup dalam kesalehan, hidup takut akan Tuhan, tidak dibangun dari melakukan hukum-hukum, akan tetapi berdasarkan pemahaman akan kebenaran Tuhan dengan benar lalu memperagakannya dengan penuh pengertian.

Bila kita memahami kebenaran yang Tuhan ajarkan dengan benar, maka kita dapat melakukan dengan benar penuh dengan pengertian yang benar, dan hal ini sama dengan mengenakan pribadi Kristus. Sebab orang yang mengenakan pribadi Kristus akan selalu memperagakan cara hidup Kristus sesuai dengan pikiran dan perasaan-Nya. Itulah kenapa firman Tuhan katakan dalam;

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Ini merupakan landasan hidup orang percaya yang benar, dan itu tidak boleh dirubah atau dikurangi, karena tujuannya hanya satu yaitu pada akhirnya setiap orang percaya harus menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Kalau sebagai orang percaya kita tidak bisa mencapai target ini, maka kita tidak bisa menjadi anak-anak-Nya, atau tidak akan diakui sebagai anak-anak Allah. Itulah kenapa kita harus berjuang untuk hal yang satu ini melebihi perjuangan kita terhadap hal apapun, yaitu supaya kita menjadi sempurna. Itulah kenapa firman Tuhan katakan kita sedang berada dalam perlombaan yang diwajibkan. (Ibrani 12:1).

Orang percaya yang mau hidup melakukan semua perintah Tuhan, karena memiliki pengertian dan pemahaman yang benar tentang kebenaran firman Tuhan, apa yang dituntut oleh Tuhan, maka mereka akan berkata “hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku” itulah yang ditulis di dalam;

Galatia 2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Perhatikan (ayat 19) ditulis “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah”. Jadi hidup orang percaya itu bukan hidup karena melakukan hukum-hukum agama, tetapi hidup karena memahami dan mengerti akan perintah Allah dengan pengertian yang benar dan memperagakannya dalam hidup kita setiap hari.

Menjalankan hidup sesuai dengan perintah Allah dalam pemahaman yang benar sama dengan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar seperti yang firman Tuhan maksudkan di dalam (Filipi 2:12).

Kalau kita membaca (Filipi 2:12) ini, maka kita akan mengerti bahwa panggilan untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, sesungguhnya terlebih dahulu, dimulai dengan panggilan untuk mengenakan pikiran dan perasaan Kristus yang ditulis di dalam (Filipi 2:5-7).

Dengan mengerti akan kebenaran ini maka kita sekarang memiliki pengertian bahwa hidup kekristenan bukan berdasarkan analisa hukum-hukum agama, tetapi berdasarkan pengertian, pemahaman yang benar tentang apa yang diperintahkan dan dituntut oleh Tuhan. Jika demikian kita akan berkata “Tuhan adalah hukumku”.

Kiranya kebenaran firman Tuhan ini semakin membuat kita mengerti dengan benar apa yang menjadi perintah Tuhan, dan kita hidup melakukannya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Menjaga Hati Terhadap Keinginan Mata

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MELAKUKAN PERINTAH TUHAN DENGAN BENAR