MELAYANI TUHAN ITU INDAH – Bagian 1

renungan hari ini

Renunganhariini.comRenungan Harian: Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Banyak orang percaya atau orang Kristen selama ini sudah terlanjur memiliki pemahaman yang salah dalam melayani Tuhan.

Selama ini banyak orang berpikir kalau melayani itu harus menjadi Pendeta, Majelis Gereja, Worship Leader, Singer dan lain sebagainya. Pada prinsipnya banyak orang yang berpikir kalau melayani Tuhan itu berarti harus di Gereja, harus ada dalam satu denominasi Gereja tertentu. Ini semua adalah pemahaman yang salah.

Oleh karena pemahaman yang salah inilah pada akhirnya banyak orang akan berpikir bahwa melayani itu adalah tugas pendeta, tugas hamba Tuhan. Dengan kata lain selama ini kita berpikir bahwa yang dinamakan hamba Tuhan itu hanya pendeta. Sesungguhnya ini sangat keliru, karena semua orang percaya itu adalah hamba Tuhan.

Dasarnya apa?, sehingga kita bisa menyadari bahwa kita ini adalah hamba Tuhan?. Saudaraku Firman Tuhan katakan bahwa kita sudah dibeli dan harganya lunas  dibayar. Dibeli oleh siapa? Dibeli oleh Tuhan Yesus Kristus lewat penebusan.

Artinya ketika manusia jatuh ke dalam dosa, maka saat itulah manusia menjadi milik iblis, dan itu berarti iblis berkuasa atas seluruh hidup manusia. Namun ketika Tuhan Yesus mau berkorban untuk kita lewat karya penebusan-Nya di atas kayu salib maka manusia kembali menjadi milik Tuhan.

Pada zaman perjanjian lama, setiap budak yang dibeli berarti ia menjadi milik majikan yang telah membelinya, artinya majikannya berhak sepenuhnya atas hidup budak yang dibeli tersebut. Hal yang sama sekarang terjadi dengan hidup kita sebagai orang percaya, artinya ketika kita menerima penebusan di dalam Tuhan Yesus Kristus maka kita telah dibeli oleh Tuhan, dan itu artinya kita menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Itulah kenapa Firman Tuhan katakan;

1 Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi setelah kita menjadi milik Tuhan, hal itu sama dengan menjadi hambanya Tuhan. Atau dengan kata lain kita menjadi budaknya Tuhan. Oleh sebab itu kalau kita tahu sekarang bahwa kita adalah hambanya Tuhan, maka secara otomatis sepenuh hidup kita harus untuk Tuhan. Sehingga apa pun yang kita lakukan harus untuk kemuliaan Tuhan. Firman Tuhan katakan dalam;

I Korintus  10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan dalam (1Korintus 6:20) “karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”. Jadi sebenarnya dalam hidup ini apapun yang kita perbuat, kita harus menyadari kalau semua itu adalah bentuk pelayanan kita kepada Tuhan.

Kesadaran inilah yang akan membuat kita semakin takut untuk melakukan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab kita akan terus menyadari bahwa kita adalah hambanya Tuhan, budaknya Tuhan, kacungnya Tuhan, tetapi kalau melakukan semuanya untuk kemuliaan nama-Nya maka hal itu sama dengan kita hidup menyenangkan hati Tuhan.

Prinsip hidup seperti inilah yang membuat Paulus bisa berkata seperti yang di tulis di dalam; Filipi  1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Artinya ia sadar sungguh bahwa selama hidup di dunia ini ia tidak berhak hidup untuk dirinya sendiri, tetapi ia harus hidup untuk Tuhan.

Cara hidup ini pun yang Tuhan Yesus tunjukkan, bahwa selama Ia hidup di dunia ini, Ia hidup untuk melakukan semua yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Artinya Tuhan Yesus hidup hanya untuk melayani Bapa di Sorga penuh dengan ketaatan sampai mati di atas kayu salib.

Indahnya melayani Tuhan akan kita lanjutkan pada (bagian ke 2) di postingan berikutnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin ( Renungan oleh. Pdt.Franky Tutuhatunewa)

Baca Juga Renungan : MENJADI GARAM DAN TERANG

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *