MELEPASKAN DIRI DARI SEGALA MILIK

RENUNGAN HARIAN 2016 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMelepaskan Diri Dari Segala Milik. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini berjudul; Melepaskan Diri Dari Segala Milik.

Saudaraku, ada sebuah prinsip hidup yang harus kita miliki, dan prinsip ini harus menjadi prinsip yang utama dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, kalau kita mau benar-benar mengikut Yesus.

Prinsip itu adalah, kita harus melepaskan diri dari segala milik yang kita miliki. Sebab kalau kita tidak melepaskan diri dari semua yang kita miliki, itu artinya kita tidak bisa menjadi murid Kristus. Itulah yang firman Tuhan katakan di dalam;

Lukas 14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Kebenaran ini harus membuat kita semakin sadar bahwa, untuk mengikut Yesus, kita tidak bisa lagi mengikatkan diri kita dengan segala sesuatu yang tidak memiliki nilai hidup kekal.

Ada begitu banyak orang percaya yang berpikir bahwa, mengikut Yesus itu artinya ia akan terlepas dari semua beban hidup. Mengikut Yesus pasti diberkati, mengikut Yesus pasti hidup dalam kehidupan yang berkelimpahan, mengikut Yesus pasti akan mengalami mujizat demi mujizat. Ini semua adalah pola pikir kekristenan yang salah.

Kenapa saya katakan ini adalah pola pikir yang salah?. Karena saat kita mengambil keputusan untuk mengikut Yesus, itu artinya kita juga harus siap untuk hidup sama seperti Kristus telah hidup. Artinya, kita harus berani tenggelam dalam kesulitan hidup sekalipun. Sebab dalam mengikut Yesus, semua keinginan kita untuk menikmati dunia ini harus ditanggalkan, dan kita mulai hidup dalam keinginan Tuhan atas hidup kita.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan, kita harus berbeda dengan dunia ini. Kalau kita masih tetap hidup dengan gaya hidup kita sebagai manusia lama, atau seperti orang yang belum mengenal Yesus, maka sesungguhnya kita masih sama dengan dunia ini.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kita harus sadar bahwa, saat kita percaya kepada Yesus, itu artinya kita menerima panggilan-Nya dan hidup di dalam Dia. Panggilan bagi orang percaya yang ada di dalam Yesus adalah, supaya kita dimuridkan.

Maksud dari dimuridkan disini adalah, di dalam Kristus, kita diajar untuk mengerti akan kebenaran-Nya, meninggalkan semua cara hidup kita yang lama, lalu kita mulai hidup menuruti semua perintah-Nya. Dan hal itu sama dengan hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Proses dimuridkan inilah yang akan mengubah kita menjadi pribadi yang sama seperti Kristus. Dengan kata lain, dimuridkan berarti, kita akan dibentuk untuk menjadi manusia-manusia yang unggul, dan dikembalikan menjadi manusia yang ada dalam rancangan Allah seperti semula. Sebab saat Allah membentuk manusia pada mulanya, manusia memiliki pribadi yang sama seperti Allah, yaitu pribadi yang sempurna, sebelum pada akhirnya manusia jatuh ke dalam dosa.

Kalau kita sadar bahwa menjadi murid Yesus itu adalah sebuah panggilan, kita juga harus menyadari bahwa tidak semua orang menerima panggilan yang sama. Jadi panggilan kita untuk menjadi murid Tuhan Yesus itu merupakan sebuah anugerah yang luar biasa, dan itu harus kita responi dengan serius, kalau kita mau benar-benar mengikut Yesus.

Melepaskan Diri Segala Milik

Renungan Harian : Melepaskan Diri Segala Milik | renunganhariini.com

Respon kita terhadap panggilan untuk dimuridkan didalam Yesus, harus dinyatakan dengan melepaskan diri dari segala sesuatu yang kita miliki, seperti yang firman Tuhan katakan diatas tadi (Lukas 14:33).

Disini kita bisa mengerti sekarang bahwa, menjadi percuma kita mengaku percaya kepada Kristus, tetapi kita tidak melepaskan diri dari segala sesuatu yang kita miliki. Sebab percaya kepada Kristus itu berarti, kita juga harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Itulah yang firman Tuhan maksudkan di dalam;

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Saudaraku, kita harus sadar bahwa saat kita percaya kepada Kristus, mengenakan pikiran dan perasaan yang juga terdapat di dalam Kristus Yesus, ini merupakan penyangkalan diri. Sebab hal itulah yang telah Tuhan Yesus lakukan.

Hal itu dibuktikan dengan cara, Ia rela meninggalkan tahkta Kerajaan-Nya, melepaskan semua kekuasaan-Nya, kemuliaan-Nya, dan seperti yang firman Tuhan katakan, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, mengosongkan diri, bahkan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.

Ini semua menjadi bukti bahwa, untuk benar-benar mengikut Kristus, setiap kita sebagai orang percaya tidak boleh lagi terikat dengan apapun yang menjadi milik kita, barulah kita bisa benar-benar dimuridkan, atau diterima menjadi murid Yesus.

Dimuridkan di dalam Yesus itu sama dengan mempersiapkan masa depan hidup kita di kekekalan nanti. Jadi kalau kita tidak mau dimuridkan, dan masih hidup mengikuti cara hidup dunia, itu artinya kita tidak ingin tinggal bersama-sama dengan Kristus di dalam Kerajaan-Nya. Sebab orang yang tinggal di dalam Kerajaan-Nya nanti adalah orang-orang yang serupa dengan Kristus.

Jadi memiliki pikiran dan perasaan Kristus disini, dalam konteks bagaimana Tuhan Yesus mengosongkan diri-Nya dan mengenakan tubuh manusia biasa, artinya dalam segala hal disamakan dengan kita sebagai manusia, tetapi tetap hidup dalam ketaatan penuh, dan hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Ibrani 2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Jadi selama Yesus hidup di dunia ini, Ia hidup sama dengan manusia biasa, dan bukan hidup sebagai Allah yang berkuasa. Dan selama hidup-Nya, Ia menunjukan kepada kita bagaimana cara hidup yang benar sebagai orang percaya, yaitu hidup dalam penurutan akan kehendak Bapa-Nya di sorga, dan taat sampai mati, bahkan sampai mati diatas kayu salib.

Oleh sebab itu, kalau kita mau membuka mata hati kita dan melihat cara hidup Kristus, maka kita akan menemukan suatu bukti nyata yaitu, selama hidup di dunia ini, Kristus tidak pernah menikmati kesenangan hidup dunia.

Tentu hal ini terbalik dengan cara hidup orang percaya saat ini, dimana saat ini banyak orang mau percaya kepada Yesus supaya bisa memanfaatkan Tuhan untuk merealisasikan semua keinginan mereka untuk menikmati kesenangan dunia. Ini bukan cara hidup yang dikehendaki oleh Allah.

Itulah kenapa seringkali saya sebutkan bahwa mengikut Yesus itu tidak mudah seperti yang kita bayangkan. Mengikut Yesus artinya kita mau ikut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Kita harus menyediakan seluruh hidup kita menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi banyak orang, supaya lewat hidup kita ada banyak orang bisa mengenal Allah, dan seluruh hidup kita hanya untuk mempermuliakan nama-Nya.

Jadi sekarang kita bisa mengerti bahwa, kalau kita mau dimuridkan di dalam Kristus, maka kita harus melepaskan diri dari segala milik, dan hidup sama seperti Kristus telah hidup. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga Santapan Rohani : Jangan Tunggu Hari Esok Untuk Bertobat

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MELEPASKAN DIRI DARI SEGALA MILIK