MEMAHAMI KEHENDAK BEBAS DENGAN BENAR

RENUNGAN HARIAN 2031 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMemahami Kehendak Bebas Dengan Benar. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan hari ini berjudul, Memahami Kehendak Bebas Dengan Benar.

Saudaraku,sebagai orang percaya, kita harus memahami kehendak bebas (free will) yang diberikan Allah kepada manusia dengan benar. Kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia, adalah merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap manusia untuk menentukan sebuah pilihan atau membuat sebuah keputusan menurut dirinya sendiri tanpa campur tangan pihak manapun, termasuk Allah.

Disinilah kita harus menjadi manusia yang cerdas, yang berhikmat, sebab setiap keputusan yang kita buat, atau pilihan yang kita tentukan, bukan tanpa akibat. Karena apapun keputusan yang kita buat menurut kehendak bebas yang kita miliki akan selalu berdampak pada kehidupan kita. Bila kita lihat lagi kebenaran firman Tuhan di dalam;

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Sebagai orang percaya kita harus cerdas untuk mencerna, dan mengerti akan kebenaran firman Tuhan diatas dengan benar. Manusia diberikan kehendak bebas oleh Allah untuk menentukan pilihan sesuai kemauannya sendiri, tetapi Allah juga sudah mengingatkan, bahwa ada dampak terhadap hidup manusia, kalau manusia salah memilih atau salah menentukan pilihannya.

Dampaknya adalah, kalau manusia melanggar apa yang sudah Tuhan ingatkan, maka akan berakibat buruk bagi kehidupan manusia, yaitu mati. Kalau sekarang kita telah mengerti akan kebenaran ini, dimana apapun yang kita buat itu merupakan hak kita dalam kebebasan berkehendak, kita harus tetap sadar bahwa semua perbuatan kita itu selalu memiliki dampak.

Oleh karenanya kita tidak bisa menuduh pihak manapun yang menjadi penyebab dari semua perbuatan kita, atau dari semua pilihan kita.

Itulah kenapa pada renungan sebelumnya, saya juga sudah menyinggung bahwa, Allah sendiri tidak berusaha melarang ular (iblis) untuk mencobai manusia saat itu supaya tidak melanggar perintah Allah.

Kenapa demikian?, karena Allah telah memberi kehendak bebas kepada manusia untuk memilih atau untuk menentukan pilihannya, dan pada akhirnya manusia lebih memilih menuruti keinginannya sendiri yaitu mengikuti pemahaman dan pengertian yang di berikan iblis, dan mengabaikan peringatan Tuhan.

Memahami Kehendak Bebas Dengan Benar

Renungan Harian Kristen : Memahami Kehendak Bebas Dengan Benar | renunganhariini.com

Di zaman perjanjian baru atau di zaman kasih karunia saat ini, Allah juga memberikan Roh Kudus tinggal di dalam kita, namun sekalipun Roh Kudus memimpin, Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran, tetapi pada akhirnya kita yang membuat keputusan, apakah kita mau hidup menuruti pimpinan Roh Kudus, atau hidup mengikuti kehendak diri sendiri yang dipenuhi oleh hawa nafsu dan keinginan diri.

Keputusan yang kita buat, atau pilihan yang kita tentukan, menunjukan bahwa kita memiliki kehendak bebas yang tidak dapat di intervensi oleh siapapun. Persoalannya setiap keputusan atau pilihan itu bukan tidak berdampak.

Oleh sebab itu, kita harus tetap ingat bahwa dampak dari pilihan itu adalah merupakan tanggung jawab kita, dan bukan orang lain. Terkadang menjadi sifat dasar manusia, tidak mau menerima dan mengakui kalau dirinya sendiri yang membuat keputusan atau pilihan, jika hal itu salah.

Artinya manusia selalu memilih untuk lari dari tanggung jawab atas keputusan atau pilihan yang salah yang sudah ia buat. Mari kita lihat lagi apa yang terjadi setelah manusia memilih atau memutuskan untuk menuruti kata ular (iblis), saat manusia jatuh didalam dosa. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” 3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Jawaban manusia kepada Allah saat itu solah-olah menuduh Allah, karena Allah yang menempatkan perempuan itu menjadi pendampingnya. Di sisi lain manusia ingin mengatakan bahwa ia tidak bersalah, tetapi perempuan itu yang bersalah, karena memberikan buah itu, maka ia makan dari buah yang diberikan kepadanya.

Hal yang sama juga terjadi ketika Allah bertanya kepada perempuan itu, dimana perempuan itu mencoba untuk menghindar dari kesalahan yang sudah ia perbuat dengan menuduh ular (iblis), yang menjadi penyebabnya. Ini bisa kita lihat di dalam;

Kejadian 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Pertanyaannya sekarang, apakah kemudian manusia itu lalu bisa bebas dari pilihannya yang salah setelah mencoba untuk berdalih dengan menuduh orang lain yang menjadi penyebabnya?.

Sekali-kali tidak, sebab semua perbuatan itu memiliki dampak. Dan pada akhirnya manusia harus menerima akibat dari keputusannya.

Manusia harus menerima hukuman, termasuk ular yang telah memperdayakan manusia, dan apa hukumannya, bisa kita baca terus dalam (Kajadian 3 : 14 – 17). Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, manusia harus menerima kenyataan, ia diusir dari taman Eden. Kalau kita baca di dalam ;

Kejadian 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

Itulah kenapa saat ini kita harus belajar untuk memanfaatkan kehendak bebas yang Allah berikan kepada kita dengan cerdas, punuh hikmat dan bijaksana. Artinya kita harus mempertimbangkan segala sesuatu yang akan kita lakukan dengan benar, apakah yang kita lakukan itu akan mendatangkan kebaikan kepada diri kita atau tidak.

Kita harus mengakui bahwa, kehendak bebas yang Allah berikan, adalah pemberian Allah yang begitu berharga dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Karena manusia diberi kemampuan untuk mempertimbangkan, dan menentukan sendiri apa yang jadi pilihannya. Oleh sebab itu, manusia diperlengkapi Allah dengan rasio.

Jadi Allah tidak menciptakan manusia menjadi seperti robot yang bisa dikontrol dengan sebuah remote sesuai keinginan Allah. Tetapi manusia diberi kebebasan untuk memilih, apakah mau taat menuruti perintah Allah, atau tidak taat. Dan pilihan itu berdasarkan rasio untuk mempertimbangkan segala sesuatu. Sebab di dalam diri manusia itu ada pikiran, perasaan dan kehendak.

Allah memberi kehendak bebas kepada manusia, tentu merupakan sebuah kehormatan dimana manusia membuat sendiri keputusan akhir atas sebuah pilihan.

Tetapi sekali lagi, setiap pilihan yang kita ambil selalu berdampak pada kehidupan kita. Dan yang paling utama adalah, dampaknya pada kehidupan kita di kekekalan nanti. Itulah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Mengerti akan kebenaran ini, bahwa kehendak bebas yang Allah berikan merupakan pemberian yang sangat berharga maka kita harus menjaganya dengan penuh tanggung jawab, sebab jika pemberian yang berharga itu tidak kita jaga dengan penuh tanggung jawab, maka pemberian itu menjadi tidak berharga. Firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Paulus menyampaikan hal ini, karena ada sebuah kesadaran, ada pertimbangan yang matang, dan ternyata pertimbangannya adalah, ada pertanggunganjawaban dihadapan pengadilan Kristus, dan setiap orang tidak dapat menghindari akan hal ini. Dimana saat itulah setiap manusia akan memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya selama hidup di dunia ini, baik atau jahat.

Kiranya kebenaran ini dapat membuat kita semakin mengerti bagaimana menggunakan kehendak bebas yang Allah berikan kepada kita, dengan cerdas, penuh hikmat, dan bijaksana, sehingga setiap keputusan yang kita ambil berkenan dihadapan Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Berjuang Melawan Keinginan Diri Sendiri

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MEMAHAMI KEHENDAK BEBAS DENGAN BENAR