MEMILIKI HATI YANG GENTAR

RENUNGAN HARIAN 1232 Kali Dibaca

Dalam realitas kehidupan ini seorang anak akan tunduk, patuh, dan taat kepada orang tuanya. Hal ini terjadi karena secara naluri seorang anak sejak kecil sudah menyadari bahwa orang tuanya berhak atas hidupnya walaupun itu tidak terucapkan.

Dalam pertumbuhan masa hidup anak tersebut, orang tua akan selalu menasehati anak-anak dengan memberikan arahan, nasihat, larangan tidak boleh begini dan begitu, karena yang orang tua inginkan adalah anak-anaknya memiliki kepribadian sebagai anak yang sopan, taat, patuh, baik terhadap sesama serta cerdas dalam pendidikan. Dan masa inilah yang disebut proses didikan selama masa pertumbuhan anak sejak kecil hingga ia nantinya bertumbuh dewasa.

Tekadang dalam proses didikan ini kalau seorang anak melakukan sebuah kesalahan atau pelanggaran terhadap perintah orang tuanya, maka orang tuanya akan memberi hukuman, hajaran, atau ganjaran, kepada anaknya, dan disitulah anaknya menyadari bahwa ia telah berbuat hal yang salah. Lewat hukuman atau hajaran yang diberikan maka anak tersebut akan merasa gentar dihadapan orang tuanya apalagi kalau ia tahu ia telah berbuat kesalahan.

Tujuan dari pada didikan yang orang tua berikan adalah supaya anak-anak mereka bisa memiliki masa depan yang lebih baik lagi, misalnya kalau orang tuanya dulu sekolahnya hanya sampai tamat SMA, maka orang tua akan menginginkan anaknya paling tidak memiliki titel sarjana, jadi anak tersebut bisa memiliki masa depan yang lebih baik.

Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan orang percaya, dimana setiap kita sebagai orang percaya selama kita masih hidup di dunia ini, selama kita masih menghirup nafas hidup ini, sesungguhnya kita harus menyadari bahwa inilah masa dimana kita ada dalam proses didikan Tuhan dengan tujuan supaya suatu saat nanti setiap orang percaya menjadi sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Inilah yang dikatakan dalam Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Proses didikan ini akan terus berlanjut sampai waktu Tuhan tiba bagi kita, dan kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan tiba. Biasanya bagi orang percaya yang menyadari akan hal ini maka dalam menjalani kehidupannya, bila sering ada tangtangan persoalan berat yang harus dihadapinya disitulah ia sadar bahwa ia membutuhkan pertolongan Tuhan.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan dalam Ibrani 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Tuhan tidak ingin setiap orang percaya, setiap anak-anakNya pada akhirnya harus binasa karena tidak taat dan tidak hidup sesuai perintahNya. Itulah kenapa selama Tuhan Yesus berada didunia ini, Ia memberikan sebuah contoh pola hidup, cara hidup yang yang penuh dengan ketaatan, serta penghormatan kepada Allah Bapa di Sorga, dimana Tuhan Yesus hanya mau melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa di Sorga dan tidak yang lain.

memiliki hati yang gentar
Artinya dalam keadaannya sebagai manusia biasa, Ia memiliki rasa takut akan Allah Bapa di Sorga, sebagai bentuk penghormatan penuh kepada Allah Bapa di Sorga, dan ini menunjukan bahwa Ia telah menempatkan diriNya sebagai seorang hamba yang sempurna, karena mau takluk dalam pengaturan BapaNya di Sorga.

Contoh hidp seperti inilah yang Tuhan mau supaya semua orang percaya, semua anak-anak Tuhan mengenakan cara hidup ini dalam setiap gerak kehidupnan kita sebagai orang percaya.

Tujuan daari contoh hidup yang sudah Tuhan Yesus tunjukan hanya satu supaya setiap orang percaya harus mengarahkan fokus hidupnya supaya ditemukan oleh Bapa di Sorga dalam keadaan layak dan berkenan dimana pada akhirnya setiap orang percaya bisa mengambil bagian dalam kekudusan Allah.

Itulah yang firman Tuhan katakan dalam Ibrani 12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Jadi kalau ada orang percaya yang tidak mau memberi dirinya masuk dalam didikan Tuhan, dan hanya mau hidup sesuai pikiran dan keinginannya serta menikmati dunia ini, maka janganlah terkejut bila saatnya tiba ia tidak akan tahan berdiri dihadapan Allah Bapa disorga, karena Ia tidak akan pernah dikenal sebagai anak yang berkenan.

Karena ketaatanlah yang Tuhan Yesus tunjukan, ketertundukan penuh terhadap kehendak Bapa, maka Allah Bapa berkata dalam firmanNya, inilah anak-Ku yang ku kasihi, dan itu ditulis didalam Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dan juga didalam Lukas 9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

Jadi sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa selama kita hidup, kita harus berjuang menjadi seorang hamba yang sempurna didalam kekudusan Bapa, kita harus memiliki hati yang gentar, karena takut akan Allah, supaya kita didapatkan sebagai anak yang berkenan.

Kiranya kebenaran ini mengubah kita semua sebagai orang percaya untuk hidup takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For MEMILIKI HATI YANG GENTAR