MEMPERSIAPKAN DIRI BERTEMU TUHAN

RENUNGAN HARIAN 3156 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMempersiapkan Diri Bertemu Tuhan. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini berjudul; Mempersiapkan Diri Bertemu Tuhan.

Saudaraku, sudahkah kita siap untuk bertemu dengan Tuhan jika Tuhan datang saat ini?. Kita harus jujur menjawab pertanyaan ini dan memperkarakan akan hal ini dengan serius. Itulah kenapa saat ini saya ingin mengajak saudara semua untuk benar-benar mempersiapkan diri untuk bertemu Tuhan.

Kita baru saja meninggalkan tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru. Dan biasanya di tahun yang baru, ada begitu banyak orang mebuat resolusi hidup untuk pencapaian yang harus di capai di tahun yang baru tersebut, termasuk di dalamnya mereka juga berharap supaya keadaan dunia ini bisa menjadi lebih baik.

Jika demikian, apa harapan kita sebagai orang percaya di tahun yang baru ini?. Apakah kita juga berharap supaya keadaan dunia ini bisa lebih baik?.

Kalau kita juga terjebak dalam harapan yang sama, itu artinya kita menjadi sama dengan dunia. Sebab firman Tuhan sudah mengatakan bahwa dunia ini tidak akan menjadi lebih baik, tetapi dunia ini akan terus berjalan menuju kehancuran di dalam api yang menyala-nyala.

Jika orang-orang dunia pada umumnya memiliki harapan kalau boleh dunia ini bisa menjadi lebih baik, keadaan hidup mereka bisa lebih baik, dalam usaha bisa lebih sukses lagi, pekerjaan mereka bisa lebih baik, penghasilan mereka bisa lebih baik, semuanya itu hanya bermuara pada satu tujuan, yaitu supaya mereka bisa menikmati kenyamanan hidup di dunia ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Orang percaya seharusnya tidak boleh terjebak dalam harapan atau impian seperti ini. Sebab kalau kita periksa kebenaran firman Tuhan, kita tahu benar bahwa dengan bergantinya tahun, itu artinya masa hidup kita di dunia ini semakin singkat, dan dunia ini akan semakin dekat kepada kehancuran.

Bagaimana mungkin kita mengharapkan dunia ini bisa lebih baik kalau firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

II Timotius 3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Semua kebenaran ini telah menunjukan kepada kita bahwa, dunia ini tidak akan berubah menjadi lebih baik menjelang kedatangan Tuhan Yesus. Bagaimana mungkin dunia akan menjadi lebih baik, kalau hidup manusia tidak lagi ada kasih, sebab kasih manusia semakin tawar. Hidup manusia lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Dengan demikian apakah kita masih optimis dunia ini bisa menjadi lebih baik?, atau sebaliknya kita menjadi pesimis?. Jawabannya tergantung bagaimana cara pandang kita sebagai orang percaya terhadap kehidupan ini.

Orang percaya yang masih optimis supaya dunia ini bisa menjadi lebih baik, itu artinya orang-orang seperti ini mau menjadikan dunia ini sebagai firdaus mereka di dunia ini.

Sebaliknya orang percaya yang sadar benar kalau dunia ini tidak akan pernah menjadi lebih baik, mereka adalah orang-orang yang telah merubah fokus pandang hidupnya, bukan lagi kepada dunia ini dengan segala kesenangannya, tetapi fokus pandangnya telah di arahkan kepada langit baru dan bumi yang baru.

Mempersiapkan Diri Bertemu Tuhan

Renungan Harian Kristen : Mempersiapkan Diri Bertemu Tuhan | Renunganhariini.com

Kita harus sadar bahwa dengan keadaan dunia yang semakin rusak saat ini, itu artinya firman Tuhan terus digenapi, dan itu juga artinya waktu kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Sekarang tergantung pada diri kita masing-masing, apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhan atau belum.

Jadi sekali lagi kita harus sadar dan jujur memandang keadaan dunia saat ini, bahwa dunia ini tidak akan pernah menjadi lebih baik. Hanya orang yang masih mau menikmati dunia ini yang memiliki harapan dan optimis dunia ini masih bisa lebih baik.

Tetapi orang yang merindukan kedatangan Tuhan, orang yang rindu berjumpa dengan Tuhan, akan terus berjuang menjaga hidupnya sebagai anak-anak Allah supaya tetap suci, kudus, dan berkenan dihadapan Tuhan menjelang kedatangan-Nya.

Kita harus membuka mata terhadap semua hal yang sedang terjadi di dunia saat ini dalam berbagai hal, mulai dari masalah politik, ekonomi, hubungan antar negara, maupun sampai keadaan ekosistem bumi ini yang semakin rusak.

Orang percaya harus mulai sadar bahwa apa yang dunia tawarkan saat ini adalah segala sesuatu yang pada akhirnya akan menyesatkan banyak orang. Teknologi memang terus berkembang, tetapi bukan berarti dunia akan semakin membaik. Justru dengan teknologi yang semakin canggih akan membuat banyak orang hanya sibuk menikmati kecanggihan tersebut, dan membuat mereka tidak lagi berusaha untuk membangun persekutuan dengan Tuhan secara benar.

Ada begitu banyak orang yang mungkin tidak percaya kalau dunia ini sedang berjalan menuju kehancuran. Tapi ingat, keadaan dunia saat ini sudah dinyatakan di dalam kebenaran firman Tuhan jauh sebelum kita ada saat ini.

Lukas 17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Ada begitu banyak orang, termasuk orang percaya yang saat ini begitu sombong, sama seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh. Saat itu orang tidak percaya kepada apa yang Nuh sampaikan, bahkan mungkin orang bisa saja berpikir kalau Nuh saat itu sudah gila.

Manusia saat ini juga tidak mau tahu dengan keadaan dunia ini. Mereka tidak mau tahu kalau dunia ini sedang meluncur menuju kebinasaan, dan akan hancur di dalam nyala api. Hal itulah yang dikatakan di dalam; (II Petrus 3: 3 – 13)

Kalau kita membaca kebenaran firman Tuhan ini dengan benar, maka kita bisa melihat dan menemukan bahwa, saat ini ada begitu banyak orang yang sepertinya mengejek Tuhan dengan perbuatan dan cara hidup mereka, termasuk di dalamnya orang-orang percaya yang masih mau hidup dalam kenikmatan dunia ini.

Cara hidup mereka dan perbuatan mereka menunjukan bahwa mereka tidak benar-benar percaya akan kebenaran firman Tuhan. Sebab mereka tidak pernah mau mengarahkan dan memindahkan fokus hidup mereka kepada kehidupan kekal. Kita harus ingat bahwa kehidupan yang benar dihadapan Tuhan adalah yang berkenan kepada Tuhan.

Ada peringatan keras yang firman Tuhan sampaikan kepada kita, dan sebagai orang percaya kita harus menyadarinya.

II Petrus 3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Kalau dikatakan “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.”, Artinya kita jangan pernah berpikir “waktu kedatangan-Nya masih lama, padahal waktu itu sudah sangat dekat.”

II Petrus 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Dari kebenaran ini kita bisa mengerti dan perlu di ingat bahwa, saat Tuhan datang, Tuhan tidak terlebih dahulu mengirimkan SMS, BBM, WA, atau Line, terlebih dahulu dan mengatakan, “siap-siap sebab Aku akan segera datang.”

Kalau kita tidak tahu waktu kedatangan-Nya itu, maka mulai sekarang kita harus persoalkan dengan serius apakah saat ini kita layak diterima oleh Tuhan di dalam Kerajaan-Nya atau kita layak ditolak oleh Tuhan, dan tidak dikenal oleh Tuhan.

Jadi bukan nanti saudarku, tetapi saat ini. Kita harus mulai memeriksa diri dengan serius, apakah kita sudah hidup sesuai kehendak Tuhan atau belum, supaya kita bisa tahu apakah kita layak diterima atau ditolak oleh Tuhan.

Saya berbicara keras seperti ini supaya kita sadar dan mau mempersiapkan diri kita sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Tuhan. Kalau saudara tidak bersedia, saya juga tidak bisa memaksa. Tetapi kita harus ingat bahwa, kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini, dan suatu saat nanti kita akan dipanggil pulang oleh Allah Bapa di Sorga.

Persoalannya adalah saat dipanggil pulang itu, kita pulang kemana, pulang kerumah Bapa yang penuh dengan kemuliaan, atau pulang menuju api kekal yang tidak pernah padam. Dan itu yang selalu saya katakan sebagai sebuah kengerian yang sangat dahsyat. Jadi kita harus mulai sadar akan hal ini.

Mungkin saat ini kita masih melihat keadaan dunia ini aman-aman saja kalau tidak terjadi apa-apa. Tetapi kalau misalnya kita melihat langit mulai gelap, lalu terjadi badai atau angin taufan, maka kita sudah takut dan panik. Padahal mungkin kejadian itu hanya menghancurkan atap rumah.

Bagaimana dengan keadaan pada zaman Nuh dimana datang air bah dan menghancurkan semuanya, sehingga tidak ada yang selamat selain Nuh dan keluarganya beserta menantunya. Apalagi bila yang akan terjadi nanti adalah api Tuhan yang akan menghanguskan dunia ini dengan segala isinya. Ini kengerian saudaraku. Firman Tuhan katakan;

II Petrus 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Kalau dikatakan betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, itu artinya tidak cukup kita hanya menjadi orang kristen biasa-biasa saja. Kita harus menjadi orang Kristen yang bukan saja fanatik tetapi ekstrim. Yang hanya mengingini Tuhan saja dan bukan yang lain.

Saudaraku, tidak ada orang yang lebih merdeka dari orang-orang yang tidak takut lagi terhadap kematian. Karena orang yang tidak takut lagi terhadap kematian adalah orang yang telah memindahkan arah pandangnya tertuju kepada langit baru dan bumi yang baru, dan itulah yang membuat orang-orang seperti ini terus berjuang untuk hidup dalam kesucian dan kesalehan seperti yang Allah kehendaki.

Itulah kenapa selama hidup di dunia ini kita tidak boleh sombong. Kita harus tetap merasa miskin di hadapan Allah. Kita harus merasa tidak apa-apanya di hadapan Allah. Sebab yang perlu kita ingat adalah, bencana yang dahsyat itu akan datang dan tidak memandang apakah kita kaya atau miskin.

Tetapi orang yang rendah hati akan selalu berkata, “Tuhan aku berlindung kepada-Mu” dan saat waktu itu tiba orang-orang seperti ini akan di ingat oleh Tuhan sebagai anak-anak Allah yang berkenan kepada-Nya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Wahyu 18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, 18:3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.”

Kata babel di dalam ayat ini menunjukan kepada keindahan dunia, sedangkan kata burung dalam ayat ini menggambarkan roh-roh jahat di udara. Dan kalau dikatakan telah berbuat cabul, itu menunjuk kepada percabulan rohani, serta hawa nafsu menunjuk kepada meterialisme.

Itulah kenapa saat ini kita harus serius mencari perkenanan Tuhan, berjuang untuk hidup berkenan dihadapan-Nya. Supaya dengan hidup berkenan dihadapan Tuhan, kita tahu kemana kita akan pulang.

Itulah mengapa saat ini saya mengajak kita semua untuk serius mempersiapkan diri kita untuk bertemu dengan Tuhan. Kiranya kebenaran firman Tuhan ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Hidup Itu Seperti Mimpi

Artikel oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

 

tags: ,

Related For MEMPERSIAPKAN DIRI BERTEMU TUHAN